
" Bagaimana caranya supaya bisa dapatin Abraham?"
" Selama 17 tahun berusaha mendekatinya tidak ada kemajuan sama sekali".
" Meski Rhea sudah mati masih saja Abraham mengingat wanita sialan itu, selalu saja terngiang wanita itu padahal sudah mati"..
" Rencana ku tidak boleh gagal, tidak, kalau begini sia-sia aku membunuh wanita itu, cara apa lagi yang bisa aku lakukan supaya bisa menikah dengan Abraham, argghh"..
Wanita paruh baya itu mengerang kesal, dia berjalan mondar mandir memikirkan sebuah ide. Namun nihil, dia tidak memiliki ide yang cemerlang..
" Apakah aku harus menjebaknya? tapi bagaimana caranya, Abraham bahkan tidak pernah meminum minuman seperti wine" ucap wanita paruh baya itu..
" Bagaimana pun caranya aku harus bisa menjadi istri Abraham Ardana Emmerson, akan ku lakukan segala cara"..
*
*
*
*
" Zayn, kamu handle ya masalah anak sahabat mama itu, kabari mama kelanjutannya bagaimana"
" papa minta maaf ya mah, karena bisnis papa kita jadi tidak bisa menemui tuan Abraham"
" Tidak apa apa pa, setelah dari london kita bisa menemui tuan Abraham, Mamah hanya berharap putri Rhea hidup dengan baik-baik saja tanpa masalah itu sudah cukup"..
Arkana Delvin Adhitama Ayah dari Zayn, Ayahnya kini harus melakukan perjalanan bisnis keluar negri.
Bisnis Arkana menyebar luas, dia juga memiliki anak cabang perusahaan di berbagai luar negri salah satunya di london, belum lagi partner bisnisnya juga banyak di luar negri..
" Mamah tenang saja, Zayn akan berusaha semaksimal mungkin"
" Mamah percaya sama kamu, mamah sudah kirim nomor nona Ze ke kamu bekerja samalah dengannya" Zayn mengangguk, Zayn merasa mungkinkah ini waktu yang tepat untuk mengetahui identitas nona Ze yang sebenarnya.
" Kalian yakin gak mau Zayn antar?" tanya Zayn setelah mereka berada di teras rumah..
" Tidak perlu Zayn, bukankah sudah biasa Mamah dan papa melakukan perjalanan bisnis" ucap Rosa..
" Baiklah kalian hati-hati"
Suami istri itu pun berangkat meninggalkan rumah, mungkin bukan rumah tapi Mansion..
Yah keluarga Adhitama tinggal di sebuah Mansion mewah yang bak istana..
" Mah semoga rencana Zayn lancar" gumam Zayn selelah kepergian orang tuanya..
*
*
*
__ADS_1
*
Setelah kepergian orang tuanya Zayn memutuskan pergi ke markasnya. Namun saat berada di lampu merah Zayn melihat sosok gadis yang dia lenal, gadis yang akhir akhir ini telah mengusik hidupnya, gadis yang juga telah masuk kehidup ibu tercintanya, Zia Aliana..
Zayn mengikuti Zia, kemana gadis itu akan pergi akan gue ikuti, kali ini ia tidak akan melepaskan gadis itu, dia harus semakin gencar mencari kebenaran tentang gadis itu..
Zayn mengernyit ketika Zia berhenti di TPU, mengapa gadis itu datang kemari? siapa yang meninggal? Zayn pun mengikuti Zia dengan berjalan perlahan agar tidak diketahui oleh Zia. saat gadis itu berhenti disatu pusaran makam gadis itu berjongkok dan menaruh bunga tulip putih yang ia bawa, samar samar dia mendengar suara Zia..
" Bunda apa kabar?"
" Zia rindu Bunda, meski kita tidak pernah bertemu langsung tapi bukan berarti Zia tidak merindukan Bunda"..
" Anak mana yang tidak ingin mendapat kasih sayang seorang ibu, Bunda? Zia sama sekali tidak tahu seperti apa rasanya kasih sayang dari seorang ibu"..
" Bun, dunia jahat yah? dunia ini terlalu jahat untuk orang seperti Bunda sampai Bunda harus pergi dengan cara yang menyakitkan dan cara yang tidak pantas"
" Bunda bahagia gak disana?"
" Semoga Bunda bahagia ya disana? Tunggu Zia disana, nanti kita pasti akan ketemu disana, Bunda temui Zia yah kalau Zia sudah disana nanti"
'Deg'
Zayn terkejut mendengar semua ucapan Zia, ternyata gadis itu sudah tidak memiliki seorang ibu? pantas saja gadis itu begitu marah pada Clarista tempo hari saat membicarakan tentang ibunya..
Flashback on
" Heh lo gak usah ikut campur yah sama urusan gue urus ajah hidup lo itu"
" Gue lebih jijik liat kalian sok paling berkuasa dan menindas orang orang lemah" suara Zia begitu menusuk di telinga sangat tajam di telinga.
" lo tuh yah" Clarista mengangkat tangannya hendak menampar Zia namun Zia langsung menahan tangan Clarista dan memitingnya..
" Argghh" teriak Clarista kesakitan
" Lo fikir gue takut hm?"
" Lo bukan tandingan gue, kekuatan Lo gak sebanding dengan gue" bisik Zia tegas dan menusuk membuat Clarista merinding..
Namun Clarista tidak mau kalah, selama ini dia perempuan yang paling di takuti di SMA Garuda dia tidak boleh takut pada Zia.
" kenapa, kenapa gak sebanding. Emang nyokap lu pas hamil lu ngidam apa, Beton?"
" Gausah bawa bawa nyokap gue" ucap Zia geram dengan menaikan nada suaranya.
" kenapa? apa nyokap lu seorang antagonis yang menyeramkan dan menurun ke lo gitu jadi lo menyeramkan kaya gini hah?" ucap Clarista sontak membuat Zia naik pitam.
Zia menendang kaki Clarista hingga membuat gadis itu berlutut dan semakin mengencangkan cekalan di tangannya dan berikutnya Zia menarik rambut Clarista dan berbisik di telinga gadis itu..
" Gue bilang gausah bawa bawa nyokap gue atau hidup lo akan sengsara, karena ini masih di sekolah gue lepasin lo tapi jangan berharap hidup lo akan tenang kedepannya" setelah menghentakan tubuh Clarista kelantai..
" Ck, lemah kaya gitu mau ngelawan gue mau jadi pembully sekali lagi guenn ngeliat lo ngebully anak anak di sini hangan harap di luar sana lo bisa hidup bebas dan tenang.
Zia pun meninggalkan area kantin.
__ADS_1
Semua kejadian itu tidak luput dari pengawasan Zayn, Zayn melihat dan mendengar semuanya. Sejak Clarista membully seorang gadis yang berusaha mendapatkan perhatiannya. Hingga Zia yang tadinya tengah menikmati makanannya itu melawan Clarista yg melakukan tindak bullying.
Flash back off
" Ternyata ibunya udah meninggal? pantas saja dia begitu marah waktu Clarista nyinggung soal ibunya" gumam Zayn dalam hati..
Zayn yang tadi berdiam diri di balik pohon besar terusik karena semut yang menggigiti kalinya. Zia yang tengah asik mencurahkan isi hatinya pada makam ibunya merasa terusik, Zia memiliki insting intel yang tajam dia bisa mendeteksi pergerakan sekecil apapun.
Zia mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru pemakaman dan dia mendapatkan sosok yqng berada di balik pohon yang besar, Zia berjalan mengendap endap menghampiri pohon besar itu..
Zayn yang berusaha sembunyi dari Zia mencoba mengintip keberadaan Zia, namun nihil gadis itu sudah tidak ada di tempat itu. dimana gadis itu, Zayn mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru dan saat Zayn menoleh ke belakangnya..
" Ngapain lo disini, lo nguntit gue?" ucap Zia datar dengan bersidekap dada, matanya pun menatap Zayn dengan sangat tajam.
Zayn gelagapan namun ekspresinya masih datar, Zayn seberusaha mungkin tidak menampilkan gelagatnya yang kini tengah tertangkap basah.
Alasan apa yang harus dia pakai? atau dia jujur saja pada Zia.
" Gue nanya sama lu Zayn" ucap Zia lagi mengintimidasi
" Hm, gue gak sengaja liat lo ada di pemakaman gue cuma mau tau lo berbuat apa di pemakaman ini" jawab Zayn.
" Berbuat apa? gue lagi ritual pesugihan, puas lo" sungut Zia dingin..
" Lo sendiri ngapain disini?" tanya balik Zayn.
" kepo lu, kenapa sih lu gak ada kerjaan ya sampai kepo sama apa yang gue lakuin?"
" Ga kuga, itu makam siapa?"
" lo gak perlu tahu, udah sana sana pergi lo mending lo pulang sana"
" Lo juga pulang".
Zia menaikan sebelah alisnya, dia heran kenapa pria kqku di depannya ini menyuruhnya pulang sejak kapan?
Melihat Zia hanya diam saja Zayn mengerti gadis di depanya ini merasa bingung..
" udah sore" lanjut Zayn..
Zia tidak mau banyak berpikir dan hanya mengangguk lalu beranjak pergi, saat Zia beranjak pergi Zayn ingin menghampiri makam yang Zia kunjungi tadi..
" Heh lo mau kemana, pulang gak" ucap Zia yang kini tengah menghadap kearah Zayn dari jarak yang tidak terlalu jauh. Zia yang tadinya ingin pergi tak jadi karena merasa bahwa Zayn tidak melangkah keluar dari pemakaman bersamanya..
" Gawat, Zayn gak boleh liat makam Bunda" gumam Zia dalam hati..
Zia pun berjalan mendekati Zayn, Zia menatap Zayn dengan horor .
" Lo mau kemana, pintu keluar ada disana bukan disini" ucap Zia setelah berada tepat di hadapan Zayn..
Melihat tidak ada jawaban dari Zayn, Zia pun menarik tangan Zayn agar menjauh dari tempat itu, Zayn yang di tarik pun hanya diam saja dan menuruti kemana gadis ini akan membawanya hingga mereka sampai di parkiran TPU itu..
" Baik" ucap Zia lalu menaiki motornya dan menyalakan motornya, Zayn pun mengikuti Zia dan mereka berdua pun meninggalkan TPU itu dengan motornya masing masing...
__ADS_1