'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 96


__ADS_3

Ezra saat ini tengah berlatih ilmu bela diri bersama Roger dan juga Rendi dan anak buah Zia yang lain. Semangat Ezra berapi - api untuk memberi hukuman kepada pembunuh Bundanya.


Ezra sudah berjanji pada Zia untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada Papa mereka, setelah para pembunuh itu terbukti kejahatannya baru lah mereka akan memberitahukan kepada Papa mereka.


"Za, jangan terlalu di forsir badan lo"ucap Roger.


"Semangat boleh tapi inget kesehatan juga harus di jaga" sahut Rendi menimpali..


"Gue gak mau mengundur waktu terlalu lama"jawab Ezra .


"Lo sakit kita yang di hukum sama Zia"sahut Rendi mengingatkan.


"Emang iya?"tanya Ezra tak percaya.


"Zia lebih sayang lo dari pada dirinya sendiri, lo inget dulu di saat lo di kepung musuh bisnis lo siapa yang melindungi lo kalau bukan Zia"ucap Rendi mengingatkan beberapa hari yang lalu..


"Iya Za, nona Ze itu tak lain adalah Zia dan semua keamanan yang di pasang di perusahaan lo sama bokap lo yaitu Zia"sambung Roger memberi tahu Ezra siapa nona Ze sebenarnya.


"Dari dulu sampai sekarang Zia berusaha jagain gue sama Papa dan gue malah menyiksa Zia"


"Abang macam apa aku ini"


Roger menepuk bahu Ezra "Setidaknya sekarang lo udah sadar dan sekarang giliran lo jadi Abang yang baik buat Zia sebelum terlambat"


"Terlambat apa maksud lo?"tanya Ezra bingung..


"Gue gak bisa jelasin, biarkan Zia sendiri yang jelasin ke lo saat Zia udah siap"ucap Roger berlalu pergi dari hadapan Ezra, meninggalkan Ezra yang tengah berpikir keras.


"Rendi maksud Roger tadi apa? Sebelum terlambat gimana? Kan sekarang gue udah menyadari kesalahan gue dan kembali menjadi kakaknya Zia"


Rendi hanya mengedikkan bahunya lalu pergi meninggalkan Ezra yang sedang kalut dengan pikirannya.


"Sebenarnya ada apa ini? Apa masih ada yang Zia sembunyikan dari Abangnya ini?"batin Ezra bertanya - tanya..


∆∆∆


"Hiks.."suara tangisan seorang gadis cantik yang tengah meratapi nasibnya.

__ADS_1


"Ya Allah Zia baru saja mendapatkan kasih sayang dari Abang kandung Zia. Kenapa saat apa yang Zia inginkan datang hanya sebentar saja"


Zia menatap ke jendela dari kasur berangka rumah sakit dengan tangan yang di infus, kondisi Zia tidak stabil terkadang menurun terkadang normal. Yang membuat Zia harus bulak balik di rawat di rumah sakit, itu karena Zia menolak untuk di rawat inap. Zia hanya setuju jika ia di rawat selama satu hari saja setidaknya dia sudah mendapat asupan vitamin dan infus menurutnya itu sudah cukup. Hal itu Zia lakukan agar sang kakak tidak curiga karena ia menghilang terlalu lama, jika hanya satu malam Zia bisa beralasan menginap di rumah temannya padahal jelas tidak mungkin karena ia tidak memiliki teman. Namun Ezra tidak mengetahui jika Zia selama ini tidak memiliki teman.


Zia memandang foto keluarga kecilnya yang ia dapatkan dari kakaknya. Foto keluarga yang dimana dia masih bayi saat itu. Zia mengubah foto tersebut meski bibirnya tersenyum namun air matanya mengalir begitu saja.


"Seandainya Bunda masih hidup mungkin hidup Zia tidak akan sehancur sekarang"lirih Zia..


"Dan penyakit ini gak akan pernah ada di dalam diri Zia".


"Bunda Zia butuh pelukan Bunda"gumam Zia sambil menitikan air matanya.


Ditengah tangisan Zia terdapat dua laki - laki yang sama - sama khawatir dengan keberadaan Zia. pasalnya gadis ini tidak bisa di temukan keberadaannya bahkan ponsel gadis itu juga tidak dapat di hubungi.


Ezra mencari Zia di Mansion adiknya namun ia tak menemukan adiknya, ponselnya pun tidak dapat di hubungi, yang membuat Ezra kalang kabut untuk mencari Zia.


Begitu juga dengan Zayn, Zayn pun mencari Zia ke Apartemen Zia namun resepsionis mengatakan bahwa Zia belum pernah datang kembali akhir - akhir ini..


"Zia kamu dimana? Please jangan menghilang lagi, jangan pergi lagi"batin Zayn memohon.


"Udah lama aku mencari kamu dan sekarang aku sudah menemukan mu meski aku telat mengenalmu".


"Ya Allah tolong jaga Zia ku dimana pun dia berada, aku akan selalu mendoakan mu agar kamu baik - baik saja"lirih Zayn..


Tanpa mereka sadari Zia saat ini sedang berada di rumah sakit tengah menjalani perawatan rutinnya.


"Papa gimana keadaannya sekarang ya, Zia kangen Papa".


"Tapi kalau Zia nyalain ponsel pasti Abang telpon dan tanyain Zia dimana"


Tak selang beberapa lama dokter masuk ke ruang inap Zia.


"Zia"panggil dokter yang baru masuk itu dengan seorang suster yang ada di belakangnya..


"Iya dok"


"Hasil labnya sudah keluar"

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya dok?"


"Sebelumnya saya ingin bertanya padamu apakah kamu pernah mengalami kecelakaan hebat sebelumnya?"tanya Dokter itu.


"Bagaimana dok? Kecelakaan, Zia rasa Zia gak pernah mengalami kecelakaan itu dok".


"Tapi dari hasil lab yang saya baca ini, dugaan saya kamu pernah mengalami kecelakaan yang cukup parah".


"Kenapa saya mengatakan ini dengan yakin. Karena bengkak kan yang terjadi pada otak mu ini parah bengkak nya. Jika hanya benturan biasa seperti di pukul atau terbentur dinding atau lantai dan semacamnya tidak akan sampai separah ini Zia"jelas dokter itu menerangkan dengan apa yang ada di hasil lab nya..


"Saya rasa kamu pernah mengalami kecelakaan sebelumnya, saya biasa mengatasi kasus seperti ini itu penyebab utamanya adalah kecelakaan yang terjadi ketika seseorang itu masih sangat kecil."lanjut dokter itu lagi..


"Karena di saat itu sangat rentan sekali anak kecil yang kepalanya mengalami benturan itu akan berakibat sangat buruk"


Zia hanya diam mendengarkan semua penjelasan dari sang dokter.


"Sangat sulit untuk kita katakan tapi bagaimana pun saya tidak bisa membohongi keadaan pasien saya, Zia kamu mengalami cedera saraf otak yang cukup parah"


"Cedera otak bisa terjadi akibat trauma fisik seperti kecelakaan, persalinan atau karena jenis cedera lain. Seperti trauma atau penyakit ini jenis cedera otak traumatik yang dimana paling beresiko itu pada anak - anak, terutama pada bayi baru lahir sampai anak berusia empat tahun"


"Artinya dok?"tanya Zia.


"Saya belum bisa memastikan dengan benar jika ada riwayat penyakit di masa lalu seperti kecelakaan atau semacamnya saya bisa mengetahui nya"


"Tapi menurut pra dugaan saya antara cedera aksonal difus atau second impact syndrome"lanjut dokter menjelaskan panjang lebar selebar nya..


"Apa maksud dua gejala itu dok?"tanya Zia tidak memahaminya.


"Cedera aksonal difus bisa terjadi karena rotasi kuat di kepala, salah satu contohnya seperti kecelakaan mobil"


"Sedangkan Second impact syndrome kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami benturan kedua sebelum cedera sebelumnya pulih. Cedera kedua muncul beberapa hari atau minggu dari yang pertama sehingga itu membuat pembengkakkan pada otak seperti yang kau alami"


"Tapi bisa sembuh kan dok?"..


.....


terus dukung ya terimakasih

__ADS_1


othor sempat sempetin buat up tiga bab meskipun kepala othor masih pusing..


siapa lah othor kalau tanpa kalian😔sampai bertemu lagi di bab yang akan datang...


__ADS_2