
Semua preman sudah berhasil mereka taklukan dan dengan sekejap kedai makan itu pun berantakan banyak meja dan kursi yang berjatuhan karena perkelahian itu.
Zia dan Zayn pun mendekati pedagang di tempat makan itu. "Siapa pemilik kedai ini?"tanya Zayn..
"S,,saya Jang"jawab bapak - bapak dengan sedikit gugup.
"Ini ada uang dari kita untuk mengganti kerugian kedai bapak"sahut Zia sembari memberikan sejumlah uang kepada bapak tersebut di susul oleh Zayn yang juga memberikan sejumlah uang yang cukup besar.
"Tidak perlu neng, ujang justru seharusnya saya yang berterimakasih kepada kalian karena telah melindungi kedai kecil saya"sahut bapak kedai itu.
"Tidak apa pak, justru karena kita berkelahi bapak jadi ikutan rugi. Jadi di terima saja yah, itu rezeki bapak dari Allah jangan di tolak pak pamali"sahut Zayn.
"Terimakasih neng, ujang kalian orang - orang baik semoga selalu di jaga dalam lindungan yang Maha kuasa dan di beri rezeki yang berlimpah serta diberi umur panjang"ucap bapak itu yang mendoakan mereka berdua.
"Aminnn"sahut Zia dan Zayn secara bersamaan..
∆∆∆∆
Ujian Tengah Semester kini telah tiba. Murid - murid SMA Garuda mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Tengah Semester itu.
Mereka melaksanakan Ujian tengah semester dengan tertib, meskipun ada saja beberapa yang berusaha menyontek ke teman sebangkunya seperti yang di lakukan Clarista saat ini.
"Clarista apa yang kamu lakukan?"ucap salah satu guru pengawas itu.
"E,,enggak bu gak ada"jawab Clarista gugup dan panik..
"Kamu pasti lagi nyontek kan ke teman sebangku kamu ayo ngaku! Bukannya sudah ada peraturan di sekolah ini bahwa dilarang menyontek".ucap guru pengawas itu yang terlihat geram .
"M,,maaf bu"jawab Clarista tertunduk malu..
"Keluar kamu"ucap bu guru itu yang menyuruh Clarista keluar kelas.
__ADS_1
Clarista mendengus kesal namun dia tidak bisa melakukan apa - apa sehingga dia hanya bisa menunduk dan keluar dari kelas.
Di kelas XII IPA 1
Zia telah selesai mengerjakan ujian pertamanya, sedangkan murid yang lain yang ada di kelasnya belum ada satu pun yang selesai sehingga membuat murid - murid yang ada di kelasnya tercengang. Sebab Zia yang pertama menyelesaikan ujiannya dengan waktu yang sangat cepat..
"Udah selesai aja tuh cewe beku"ucap Galang dengan mulut menganga padahal dia sendiri merasa sudah sangat pintar, namun ternyata dia kalah telak dengan kecepatan Zia..
"The real istri idaman gue"celetuk Galang yang di hadiahi pukulan oleh Arbian..
"Apa sih Bi, seenaknya ajah lo mukul gue" dengus Galang kesal.
"Lo tuh kalau punya mulut dijaga dong, istri idaman, istri idaman pala lo"ucap Arbian sewot.
"Mang ngapa sih, emang salah ya kalau gue berharap? Kalau misalkan nih yeh punya istri seperti Zia! Coba bayangkan pasti punya keturunannya pada pinter - pinter, apa lagi kalau ibunya yang ngajarin sendiri pasti anak gue pinter nya gak ketulungan sama kayak ibunya hehehe"ucap Galang cengengesan..
"Mimpi lo ketinggian ntar jatuh baru tahu rasa lo, lagian Zia mana mau nikah sama lo punya suami kayak lu ogah banget kayaknya"celetuk Arbian.
"Tega banget sih lu doain neng kayak gitu bang"sahut Galang dengan suara yang di buat - buat..
"Galang, Arbian jangan ribut, kalau ribut saya tidak izinkan kalian ngikutin ujian ini"ucap guru pengawas yang ada di kelas mereka.
Mereka berdua pun diam karena ancaman tidak boleh mengikuti ujiannya.
Setelah selesai Zia langsung pergi dari sekolah. Zis ingin mengunjungi tempat favoritnya.
Zia kini berada di pantai salah satu tempat favorit Zis untuk menenangkan pikirannya yang kalut ruwet.
Duduk di pinggir pantai sendiri dengan memejamkan mata itu adalah kegiatan Zia jika dia sedang berada di pantai. Zia duduk di pinggiran pantai itu hingga senja mulai datang.
Zia membuka matanya dan memandang langit dengan mata blur
__ADS_1
"Bunda, sekarang Zia tengah mengikuti ujian tengah semester tinggal beberapa hari lagi Zia akan lulus Sma dan pada saat itu Zia tuntaskan kasus ini dan Zia bisa pergi dengan tenang"
"Bun, doakan Zia yah dari sana, Bunda kan dekat tuh sama Allah, Bunda bisa minta langsung kepada Allah kan"
Air mata lolos begitu saja di pipi Zia, tak kuasa menahan tangisan meski dia sudah berusaha untuk menahannya tapi percuma air mata itu turun dengan begitu deras.
****
*hay semuanya othor hanya bisa up satu bab saja nih soalnya hp othor mau di bawa suami kerja, maklum lah hpnya cuman ada satu jadi othor sering gak up karena hpnya di bawa kerja oleh suami othor..
mungkin othor agak lama gak up nya karena author harus menunggu suami othor pulang baru bisa up lagi..
terimakasih yang sudah mendukung cerita othor semoga kalian di beri kesehatan dan di mudahkan segala rizkinya🤲
jangan lupa like
vote
komen
rate bintang lima
favorit
hadiah apa saja boleh😅
dan terimakasih yang sudah menunggu kelanjutan othor..
mungkin othor akan hadir lagi dua minggu ke depan , mohon maaf bagi yang komen othor gak bales karena waktu othor pegang hp cuman sedikit🙏🏻
rasanya othor ingin punya hp sendiri biar sering - sering up nya, doain othor yah semoga othor di mudahkan dalam mencari rezeki karena othor pengen beli hp pengen punya hp sendiri.
__ADS_1
dadah semuanya sampai jumpa di dua minggu kedepan.
terimakasih othor sayang kalian🤗🤗👋*