
Setelahnya Zia ingin membaca berkas yang berhasil ia ambil dari gudang rumah sakit, meski membutuhkan waktu lama ia mencari karena itu berkas yang sudah sangat lama namun Zia berhasil menemukannya..
Zia menarik nafas sebelum membuka berkas yang telah usang itu, Zia menyiapkan mentalnya untuk membaca berkas-berkas yang mungkin akan membuatnya sakit tapi setidaknya dia akan tahu kebenaran yang lain..
"Kandingan Bunda memang lemah tapi Bunda masih bisa bertahan saat itu karena dokter kasih obat yang bisa menetralisir akibat obat-obatan yang membuat kandungannya lemah, itu artinya benar Bunda gak langsung meninggal setelah melahirkan gue, tapi papa bilang Bunda meninggal gara-gara ngelahirin gue terus bunda pendarahan dengan hebat dan gak bisa tertolong karena gak kuat menahan beban gue."
"Di data online mengatakan keracunan, di berkas ini pun beda lagi, tapi cuma ini ajah gak ada berkas di tahun Bunda meninggal. Apa ada petunjuk di kamar papa atau ruang kerjanya di mansion ini yah?" gumam Zia yang terus memutar otaknya dan berpikir bagaimana caranya agar bisa menyambungkan puzzle yang berantakan ini..
"Kayaknya gue harus cari sebelum papa pulang mumpung ada kesempatan besar" gumam Zia yang memutuskan untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk, pertama Zia mencari di kamar sang papa, Zia berkeliling mencari di laci nakas dekat kasur dan mencari di laci meja yang ada di kamar itu, dan membuka lemari-lemari yang ada disana satu persatu namun nihil..
__ADS_1
"Ehhh buset, kenapa lemari papa banyak bener, gue sampai pusing di buatnya" gumam Zia yang terus mencari hingga dia menemukan sebuah arsip..
"lni arsip tentang laporan kasus pembunuh? siapa yang di bunuh?" ucap Zia yang langsung berfikir keras..
"Apa ini kasus pembunuhannya Bunda? Gue bawa ajah dulu kali yah" gumam Zia dalam hati dan langsung membawa arsip itu dan beralih menuju keruang kerja sang papa mencari di setiap laci dan lemari termasuk meja kerja papanya hingga saat dengan pokus mencari sesuatu Zia terlonjak kaget..
Zia tadinya sedang berjongkok di meja kerja papanya karena ia sedang membuka meja laci bawah itu Zia tertegun ketika sekilas matanya melihat sebuah foto, Zia pun bangkit dan melihat sebuah bingkai foto di atas meja kerja papanya..
"Bayi perempuan ini, g,,gue dan itu artinya?.."
__ADS_1
"Bunda sempat merawat gue, itu berarti.."gumam Zia lirih dan tidak melanjutkan kata-katanya..
Zia yang telah melihat-lihat kearah meja kerja papanya ia menemukan sebuah buku diary..
"Buku diary? mungkin di buku itu bakal ada petunjuk, kayaknya gue harus buat salinan arsip ini sama diary ini siapa tahu membantu"
Zia membawa buku diary sang papa, dia bergegas keluar dari ruangan kerja papanya takut jika kakaknya pulang dan menemukan dirinya berada di ruang kerja papanya maka dia akan kena masalah lagi..
****
__ADS_1
Minggu pagi adalah minggu yang sangat menyejukan dimana adalah waktu yang tepat untuk bersantai-santai ria, Zia yang sejak tadi setelah ia mendapatkan arsip dan diary papanya memutuskan menginap di mansionnya sendiri untuk memfoto copy seluruh arsip dan diary itu, karena di Mansionnya ia memiliki mesin fotocopy sendiri .
Zia kini sedang berjoging bersama Leon dan juga di temani beberapa bodyguardnya untuk mengamankan situasi agar semuanya aman, Zia berjoging tidak menampakkan wajahnya ia kembali menyamar menjadi Nona Ze ahli lT..