'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 59


__ADS_3

Di tempat lain..


Zia yang tengah berada di ruang kerjanya kini dia telah menangis, Zia mendengar ucapan Abangnya, Zia berhasil menaruh alat penghubung suara di ruangan kerja Abangnya. Alat penghubung suara itu tidak terlihat karena berbentuk bunga yang berada di dalam kelopaknya terdapat alat kecil seperti Micropon..


"Abang..hiks"


"Andai Abang tahu hati Zia begitu sakit waktu abang melampiaskan amarah Abang kepada Zia, bukan fisik Zia yang sakit bang tapi hati Zia bang.. hikkss..Zia terluka jika Abang terus melampiaskan amarah Abang...hikss"


Zia menghapus air matanya"Jadi yang buat kandungan Bunda lemah adalah si Laras yang gak waras itu, dia wanita apa iblis?"


"Ternyata Abang juga menyelidikinya, kalau begitu Abang berarti gak sepenuhnya percaya kalau aku yang bunuh Bunda, terus kenapa Abang menyiksa ku seolah olah Abang percaya kalau aku yang bunuh Bunda" ucap Zia kebingungan..


"Huhhh,, Bunda Zia lelah, kepala Zia rasanya mau pecah, Zia udah gak kuat lagi Bunda" ucapnya sambil memejamkan mata..


****


"Akhirnya Ansel sekarang sudah baik-baik aja, sudah terbebas dari obat yang membahayakan kamu kemaren"


Zafira dan Ansel kini telah berada di rumah sakit sedang melakukan Check up rutinan untuk Ansel..


Zafira sekilas tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenali"Itu,,itu kan Zia, iyah Zia"


"Gue gak salah liat kan? Ngapain dia di sini?"


Zafira pun mendekat ke arah Zia yang telah duduk di ruang tunggu"Zia" gadis yang di panggil itu pun menoleh"Kamu ngapain di tumah sakit? apa ada yang sakit?"tanya Zafira yang sudah berada di samping Zia..


"Ehh kak Zafira, itu saya habis menolong orang yang kecelakaan tadi kak" jawab Zia ragu..


"Oh yah, siapa?" tanya Zafira.


"Zia tidak tahu identitasnya kak"

__ADS_1


Zafira memicingkan matanya"Bener?"


Zia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"Iyah bener kak"


"Ya sudah mau kakak temenin?"


"Ehh gak usah kak, kakak lebih baik pulang duluan saja kasian Ansel dia sepertinya kelelahan" ucap Zia sembati melihat kearah Ansel dan benar saja balita tampan yang lucu itu telah terlelap, pantas saja dia diam tak bersuara biasanya dia cerewet kalau bertemu dengan Zia biasanya mengacungkan tangannya minta di gendong . .


"Ehh udah tidur aja nih bocah tumben sekali, yaudah deh kalau begitu kakak pulang duluan ya Zia"


"Iya kak hati-hati"


Zia menghela nafasnya lega setelah Ziafira pergi dari hadapannya"Huhh selamat"


"Nona Zia" panggil salah satu suster..


"Iya saya"


"Silahkan masuk" Zia mengangguk dan masuk ke dalam ruangan..


***


"Zafira udah pulang, gimana perkembangan Ansel kata Dokter?"


"Alhamdulillah baik Ma, sekarang keadaan Ansel udah pulih sepenuhnya Ma"


"Alhamdulillah kalau begitu Cucu Oma sudah kembali sehat lagi, syukurlah"


"Iya Ma, yaudah Ma Zafira mau nidurin Ansel dulu ya Ma"


"Iya sayang, sana istirahat pasti kamu cape gendongin Ansel dari rumah sakit sampai kesini"

__ADS_1


"Iya Ma" Zafira pun beranjak menuju kamarnya""Tadi kayaknya ada yang mau aku omongin sama Mama tapi apa yah aku lupa? Ahh, gak tahu lah dasar kamu Fira kamu tuh masih muda udah pelupa"omelnya pada dirinya sendiri..


***


"Duh Abang tukang baso mana yah kok gak kelihatan, biasanya jam segini udah nangkring di sekitar sini"monolog Zia sembari celingak-celinguk mencari penjual baso itu..


Ketika pandangan Zia telah sibuk mencari keberadaan tukang baso Zia malah melihat seorang gadis yang tak asing baginya..


"Itu kan,,,ngapain dia disini? sama om-om lagi" Zia berjalan mengendap-endap menghampiri dua orang yang ia liat itu..


"Om boleh gak dapat tambahan bayarannya, soalnya aku lagi butuh buat keperluan sekolah ku om" ucap gadis itu dengan manja..


"Boleh sayang asalkan permainan yang kamu buat om puas, om bakal tambahin lebih banyak dari biasanya"


"Serius Om?" ucap gadis itu berbinar..


"Iya baby"


"Terimakasih Om"


"Your welcome baby"


'what,permainan? puas? kok gue jadi ambigu gini' batin Zia yang tidak sengaja mendengar percakapan dua orang itu..


Dan dua orang itu masuk kedalam lift Zia hanya melihat dari kejauhan tanpa ingin mengikuti mereka lebih jauh lagi..


"Apa dia jadi sugar baby ceritanya? sugar babi kali yang pantas mah haha"..


***


...tidak ada manusia yang baik-baik saja semua sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing.....

__ADS_1


terimakasih yang sudah mampir,,🙏🏻


salam sayang dari author🤗🤗


__ADS_2