
Di tempat lain ..
Zia juga telah mendengarkan semua percakapan Deri dan Rio, karena Tito orang kepercayaan Zia yang di utus untuk memata mata'i Deri dan Rio di dalam jeruji besi..
"Hehh kena kalian, jadi kalian yang telah membunuh Bunda'ku, aku akan membuat kalian membusuk di dalam penjara"ucap Zia sambil tersenyum menyeringai..
"Tidak akan ku biarkan hidup kalian tenang, kalian memilih musuh yang salah" gumam Zia lagi..
"Kak Roger, kak Rendi, Leonn seperti'nya kita punya mainan baru nih".. ucap Zia setengah berteriak karena senang akan mendapatkan mainan barunya..
Di tempat lain
"Apakah kalian sudah menemukan tempat tinggal nya Zia?"
"Belum Tuan"
"Kenapa bisa?"tanya'nya pada anak buah..
"Karena setiap kami berusaha mengikuti'nya saat pulang sekolah kami selalu kehilangan jejak'nya, seperti'nya dia menyadari jika sedang di ikuti"jawab'nya..
"Huhh anak itu, tidak tahu kah jika Ayah'nya menghawatir'kan keadaan'nya"ucap Abraham dan di sambut oleh anak buah'nya itu..
__ADS_1
"Tuan bagaimana dia tahu jika tuan tidakemberi tahu'kan pada'nya"
Abraham terdiam ia sendiri bingung bagai mana caranya ia memberitahukan perasaan uang ia rasakan pada putri satu satunya bahwa ia sangat menghawatir'kan keadaan putri'nya. Lagi dan lagi ego dan gengasi'nya telah menguasai diri'nya..
"Keluar'lah dan lanjutkan saja tugas kalian"titah Abraham kepada anak buah'nya yang berada di ruangan itu dan bawahan'nya itu pun melaksana'kan apa yang di perintah kan oleh Tuan'nya..
setelah anak buah Abraham keluar Abraham berpikir sendiri..
"Penelor yang sering mengancam'ku sekarang sudah tidak pernah pernah menelor'ku lagi" gumam'nya
"Apa itu karena Zia telah keluar dari rumah'ku?"
"Siapa orang itu yang selalu mengancam'ku akan membunuh Zia jika aku merawat Zia dengan rasa penuh kasih sayang, kenapa dia ingin sekali menjauh'kan ku dengan putri'ku"
"Apakah peneror itu adalah orang yang sama yang telah membunuh istri ku? dia telah membuat ku kehilangan istri ku dan sekarang dia mau menjauhkan putri ku dari ku buktinya setelah putri ku keluar dari rumah ini sudah tidak ada teror lagi bahkan sudah empat bulan ini dia sudah tidak ada lagi teror yang datang"ucap'nya sambil menarik nafas karena sesak..
"Aku harap Zia baik baik saja di luaran sana, aku sangat menghawatir'kan dia, aku takut peneror itu akan berbuat sesuatu kepada Zia di luaran sana"ucap Abraham sambil tertunduk..
"Zia tolong kembali'lah kerumah nak, papa tidak tenang jika kamu sendirian di luar sana, Maafkan papa nak, papa tidak ingin kehilangan perempuan yang papa sayangi untuk kedua kali'nya" lirih Abraham sambil mengelap sudut mata'nya yang berair..
"Papaaa. . ."lirih Zia, Zia mendengar semua apa yang di utarakan papanya dari alat penyadap suara yang ia pasang di ruang kerja papa'nya, Zia terisak rupanya Papa'nya sangat menyayangi'nya hanya saja ada tekanan yang membuat Papa'nys berbuat seperti itu..
__ADS_1
Zia tersenyum tipis setidak'nya dia tahu jika Papa'nya sangat menyayangi'nya, Papa'nya tidak membenci'nya seperti apa yang selalu di katakan oleh Papa kepada'nya..
"Pa, berjanji'lah jika setelah Zia berhasil menghukum para pembunuh Bunda, Papa akan menyayangi Zia dengan sepenuh hati, Sayangi Zia sebelum Zia pergi dari dunia ini Pa"
"Zia tahu dan Zia selalu yakin kalau Papa dan Bang Eza sebenar'nya menyayangi Zia, oleh sebab itu Zia selalu berusaha sabar dan Zia berusaha tidak pernah marah kepada kalian karena Zia yakin kalian sebenar'nya sangat menyayangi Zia" lirih Zia sambil menahan isakan'nya..
"Bunda, keyakinan Zia kepada Papa dan Abang ternyata tidak salah, mereka sebenar'nya menyayangi Zia Bun" ucap Zia lirih sambil memeluk foto Bunda'nya..
Dan tiba-tiba ponsel Zia berdring menandakan ada panggilan masuk dan muncul'lah nama Zayn dari dalam layar ponsel'nya itu dan Zia heran sampai dia mengerut'kan dahi'nya tapi Zia tetap mengangkat panggilan itu..
"Halo" ucap Zia saat sudah mengangkat telpon itu..
"Lo dimana?"tanya Zayn dari sambungan telpon..
"Kenapa?"tanya Zia acuh..
"Ck, lo kerumah gue sekarang, Mama gue yang suruh" titah Zayn memaksa..
"Ngapain?"...
****
__ADS_1
othor gantungi di sini dulu yah soal'nya anak bungsu othor nangis hehe..
jangan lupa dukung terus cerita othor ini yah dan terimakasih yang udah mampir mohon dukungan'nya dari kalian juga🙏🏻🙏🏻