'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 66


__ADS_3

"Lun, lo bisa gak sih berhenti ikutin gue?" tanya Zia sedikit kesal dengan tingkah laku Luna..


"Gak bisa"jawab Luna singkat..


"Mau lo apa sebenarnya dari gue?" tanya Zia sewot..


Luna menjulurkan tangan nya ke arah Zia yang membuat Zia menaikan sebelah alisnya..


"Berteman" ucap Luna dengan tangan yang masih ter'ulur..


"Mimpi dan jangan harap lo bisa berteman sama gue, gue tuh gak butuh teman seperti lo, ngerti gak sih lo?" Zia kembali berjalan namun dengan cepat Luna menghadang langkah Zia .


"Apa susahnya berteman sama aku sih Zia?"


Zia memutar bola matanya malas.."Apa untungnya gue berteman sama lo dan apa motivasi lo mau berteman sama gue?"


Keuntungan yang kamu dapatkan yah seorang teman, aku cuman mau berteman sama kamu gak lebih" jawab Luna sambil tersenyum..


"Lo gak jadiin gue tempat buat bisa deketin Zayn kan? Harus berapa kali gue bilang, gue gak ada hubungan apapun sama Zayn" pungkas Zia kesal..


"Aku udah gak mau ngejar - ngejar Zayn lagi, aku sadar kalau cinta memang gak bisa di paksakan" ucap Luna tersenyum..


"Terus?"


"Ya aku cuman mau berteman sama kamu saja"

__ADS_1


"Lo gak belok kan Lun?"


"Hah,, belok kemana?" tanya Luna polos..


...'Nih anak polos apa dungu sih? batin Zia kesal.....


"Serah lo, minggir gue mau sendirian gak usah ganggu gue"


"Aku temenin yah"


"Gue gak butuh, gue lebih suka sendiri sunyi sepi gak rame dan apa lagi lo itu orangnya berisik"


"Tapi Zia emang kamu gak kesepian, sendiri terus?"


"Zia" tanya Luna sembari melambai - lambaikan tangannya ke depan wajah Zia.. Dan Zia pun tersadar..


"Gak, gue udah terbiasa minggir lo" Kata Zia dan langsung bergegas pergi dari tempatnya ketika Luna lengah..


Luna terdiam mendengar jawaban dari Zia..


"Baru kali ini ada orang yang suka kesepian?" gumam Luna..


"Lo gak bisa yah buat gak maksain orang?" tanya seorang laki - laki yang berhenti di hadapan Luna..


Luna mendongak'kan kepalanya dan menatap ke arah laki - laki itu "Maksa? Apa maksud kamu?"

__ADS_1


"Setelah lo maksa Zayn sekarang Lo maksa Zia buat jadi teman lo, gak ada bedanya sama nyokap lo sama - sama tukang pemaksa" ucap laki-laki itu sedikit emosi ..


"Kak tapi'kan aku cuman mau berteman saja sama Zia"


"Jangan panggil gue kakak, gue gak sudi di panggil kakak sama lo, dan gue bukan kakak lo"


"Kak Rafael mau bagaimana pun kita tetap kakak adik"


"Gue bilang gue bukan kakak lo, dan lo bukan adek gue"sungut Rafael kesal..


"Kakak kenapa sih sangat membenci ku sama Mama?"


"Lo nanya kenapa gue benci kalian? kenapa lo gak nanya sama nyokap lo sendiri"


"Kak .."


"BERHENTI PANGGIL GUE KAKAK dari mulut kotor lu itu, gue gak sudi" bentak Rafael emosi dan Rafael pun pergi dari hadapan Luna dengan keadaan emosi dan meninggalkan Luna yang menundukkan kepalanya dengan sendu..


""Sebenarnya kenapa kakak sangat membenci aku dan juga Mama?" lirih Luna sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh..


"Apa cuma karena papa menikah lagi dengan Mamaku? tapi kenapa dia juga membenci ku? apa karena aku lahir di dalam perut Mama jadi kak Rafael membenciku" gumam Luna yang menangis karena sudah tidak bisa menahan air matanya lagi . ..


***


Maaf kemaren othor gak ap, othor lupa hehe..

__ADS_1


__ADS_2