
Di tempat lain..
"Ell,,"panggil Mamanya Rafael.
"Iya Ma?" jawab Rafael.
"Apa Mama boleh jenguk Papa kamu?" tanya'nya
"Mama ngapain sih jengukin rubah licik itu lagi"ucap Rafael tidak suka..
"Ell gak boleh gitu sayang, dia papa kandung kamu kok di panggil rubah licik gak baik ah, dosa kamu Ell sama orang tua kok manggilnya seperti itu"
"Itu ibaratnya Ma, ibarat kalau papa itu rubah licik, kita sudah tahu dia punya pemikiran yang gak baik tapi kita tetap kekeh mau deketin dia dan akhirnya kita yang di serang dengan kelicikan'nya yang ada pada pemikiran'nya"
"Mah"panggil Rafael ketika Mama'nya hanya diam saja tanpa mau menjawab, dan Rafael memegang tangan Mama'nya.."Mah Rafael mohon sama Mama jangan nyakitin diri Mama sendiri, kalau bukan buat Mama sendiri setidak'nya buat Rafael Mah"
"Sudah cukup Mama menderita, sudah cukup juga Mama sakit hati, Rafael tahu Mama cuma mau berbuat baik tapi Mama terlalu baik juga gak baik buat Mama.."
"Mama selalu baik kepada selingkuhan'nya papa, padahal Mama sering ngebantu'in dia dan dia juga penyebab lukanya hati Mama yang paling dalam.."
__ADS_1
"Ma demi Rafael jangan sakiti diri Mama sendiri lagi, Rafael sakit kalau ngeliat Mama sakit" lirih Rafael sambil memeluk Mama'nya itu..
"Tapi Ell.."
"Ma please,,, Rafael mohon sama Mama" ucap Rafael memohon ..
"Huhh, Baik'lah demi anak Mama satu satu'nya" ucap Arini melepaskan pelukan dari Rafael sembari tersenyum dan mengusap pipi putra satu satunya itu..
"Makasih Ma"
"Sama sama sayang" ucap Arini sambil memeluk'nya kembali..
***
tak lama kemudian Zia datang ke sekolah seperti biasa. Zia jalan dengan mata fokus lurus ke depan tanpa menoleh kanan maupun kiri, namun saat diri'nya melewati taman samping sekolah'nya ia mendengar suara seseorang yang terdengar sangat lirih...
"Kenapa aku jadi gelisah begini"
Zia menghentikan langkahnya, namun pandangan'nya tetap lurus kedepan..
__ADS_1
"Sebenar'nya apa yang Mama sembunyi'kan dari'ku?"
Zia menoleh ke kanan dan dia mendapati seorang gadis yang tengah duduk membelakangi'nya..
"Apa benar aku ini hanya benalu selama ini?" suara gadis itu nampak begitu lirih karena menahan tangis'nya..
"Apa benar apa yang di katakan kak Rafael dulu, kalau aku dan Mama hanya'lah benalu yang menumpang kebahagiaan kepada keluarga kak Rafael?"
Zia yang mendengar itu hanya bisa menaikan sebelah alisnya"Gue kira dia udah tahu kelakuan Emak'nya kayak gimana, ternyata belum toh, hmm biarin aja'lah toh itu bukan urusan gue"gumam Zia dalam hati, lalu Zia beranjak pergi dari tempatnya itu..
Sejak awal mereka masih kelas satu SMA, awal mula mereka tahu satu sama lain, di saat Deri datang ke sekolah karena di panggil ke ruang Bk, karena Luna saat itu telah membuat keributan dengan Clarista.
Rafael yang hendak ke perpustakaan dan dia berpapasan di depan ruang Bk, Deri menyapa Rafael dan Rafael langsung tahu tanpa Deri beri tahu jika gadis yang bersama papa'nya adalah anak'nya dengan selingkuhan'nya..
***
othor tambah satu bab yah,, itung itung othor lagi ngebuburit hehe..
selamat menunaikan ibadah puasa🙏🏻🙏🏻🙂🙂
__ADS_1