'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Apa yang terjadi padamu


__ADS_3

" Sshh aww, kenapa harus bagian kepala lagi, kepala lagi sih yang jadi korbannya" desis Zia,..


Zia kini tengah berada dirumah pohon di tengah hutan, rumah pohon itu dia buat sendiri untuk menenangkan diri. rumah pohon itu sudah tersedia obat P3K, setelah dia mendapat kasih sayang dari papa maupun kakaknya dia akan kerumah pohon ini untuk mengobati bekas-bekas kasih sayang dari papa dan kakaknya..


"Sshh pusing banget nih kepala rasanya berat sekali"


Zia menatap kelangit " Bun apa Bunda melihat apa yang terjadi pada Zia?"


" Bunda tenang ajah, Zia kan anak kuat selama Bunda belum mendapatkan keadilan, Zia gak akan menyerah begitu saja Bunda.."


" Setelah Bunda mendapatkan keadilan setelah itu kita pasti bertemu, Bunda Zia janji" ucap tulus gadis itu dengan sedikit tersenyum seakan akan gadis itu tengah berbicara kepada Bundanya itu.. Tidakkah ada yang mau mengasihani gadis cantik ini? setidaknya liatlah sisi lain dari gadis ini..


" Kalau bonyok kaya gini mana bisa gue jenguk anak-anak, mana bisa berkunjung hari ini, mungkin besok atau lusa saja lah.."


Zia memejamkan matanya merasakan angin semilir dihutan itu, membiarkan anak rambutnya tertiup angin, damai rasanya, kapan Zia akan merasakan kedamaian ini dirumahnya, setidaknya sekali saja..


Sekali saja dia ingin disayangi oleh papa dan kakaknya sebelum terlambat.. Apakah mendapat kasih sayang dari papa dan kakaknya adalah hal yang mustahil?..


" Pah, kak, kapan kalian akan menyayangiku?" lirih Zia ..


*


*


*


Zia kini tengah menjadi perhatian warga sekolah SMA Garuda karena penampilannya, Zia memakai masker hitam dan juga kacamata hitam sontak membuat para siswi sekolah berbisik-bisik. Namun Zia tidak peduli, dia seakan tuli dan tidak melihat orang-orang di sekitarnya..


Sesampainya di kelas inti Alexand pun tercengang melihat Zia yang memakai kacamata hitam di sekolah..


" Itu Zia kenapa tumben pake kacamata dan masker hitam gak biasanya.."


" Gak tahu, fashion kali" celetuk Arbian..


setelah Zia duduk di bangkunya Arbian menoleh kebelakang menghadap Zia..


..." kenapa lu pake kacamata hitam disekolah, bukan pantai kali harus pake gituan.."...


"Bukan urusan lo" ucap Zia lebih dingin dari biasanya..


Hal itu membuat Arbian merinding dan kembali menghadap kedepan, rupanya Zia lebih menyeramkan dari pada Zayn..

__ADS_1


" kenapa?" kali ini bukan Arbian melainkan laki-laki yang duduk di sebelahnya yang bersuara..


" Gapapah" hanya itu jawaban dari Zia, setelahnya hening kembali..


Tak berapa lama bel masuk berbunyi, Zia tetap memakai kacamata hitamnya, ia berharap gurunya tidak akan menyuruhnya melepaskan kacamatanya..


seorang guru perempuan pun masuk kedalam kelas..


" Selamat pagi anak-anak" sapa bu Guru itu..


" Selamat pagi Bu" balas semua murid kelas Xll IPA 1 ..


" ltu yang di belakang, kenapa kacamata hitam?"


Zia yang di bicarakan masih diam tak bergeming..


" Lepas kacamata itu, ini bukan di pantai tapi kita di sekolah" tanya Guru itu..


Melihat Zia tak bergeming atau pun bersuara membuat bu guru pun geram..


" kamu, maju kedepan sini."


Akhirnya Zia pun menuruti titah guru itu, dan berjalan kedepan ..


" Boleh pakai kacamata asalkan itu kacamata untuk mata Minus"


" Sekarang cepat buka"


" Tapi Bu" ucap Zia masih datar..


" Kenapa?"


" Saya sedang sakit mata"


" kenapa tidak di beritahu sejak tadi, terus kenapa pakai masker juga?"


" Flu" jawab Zia singkat


" Baiklah kamu boleh kembali duduk, saya ijinkan kamu memakai masker dan kecamata hitam agar penyakitnya tidak menular kepada teman-teman kamu"


... Guru itu percaya akan apa yang dikatakan Zia begitu juga yang lainnya yang sejak tadi bertanya-tanya.. Mengapa gadis itu menggunakan masker dan kacamata. Namun tidak dengan Zayn. laki-laki itu tidak percaya akan apa yang di katakan oleh Zia, Zayn merasa ada yang disembunyikan oleh Zia.....

__ADS_1


Setelah 4 jam belajar bel istirahat pun berbunyi, guru yang tengah mengajar mengakhiri pelajarannya.. Dan siswa siswi pun mulai berhamburan keluar kelas untuk istirahat entah kekantin, perpustakaan, taman atau tempat lainya. Setelah dirasa kelas mulai sepi hanya tersisa Inti Alexand Zia memutuskan akan keluar dari kelas, namun langkahnya terhenti karena tanganya di cekal..


Zia menoleh melihat siapa pelakunya ternyata Zayn, hal itu pun tak luput dari pengawasan lnti Alexand yang lain..


" kenapa?" tanya Zia dingin..


" Buka kacamata lo"


" Gak balak"


" Ck, kenapa lo pake kqcamata"


" Udah di bilang gue sakit mata"


" Gue gak percaya"


" Terserah lo, lepasin gue" bentak Zia


Namun Zayn malah makin mengencangkan cekalannya pada pergelangan tangan Zia. Zayn pun berdiri dan berusaha melepaskan kacamata Zia, namun tangannya langsung di tepis oleh Zia, Arbian, Andrew, Galang, dan Rafael hanya diam menyaksikan kejadian itu, seakan akan mereka tengah menonton drama korea..


" Ck, apa-apaan sih lo"


" Buka gak"


" Enggak ya enggak"


Zayn semakin kuat mencengkram pergelangan tangan Zia, Zia merintih kesakitan sebab Zayn menekan luka yang ada di pergelangan tangannya.


Melihat Zia yang menahan pergelangan tangannya sontak ikut menatap pergelangan tangan Zia, dia melonggarkan cekalannya dan melihat pergelangan tangan Zia ternyata ada bekas luka disana..


Melihat Zia lengah Zayn lqngsung membuka kacamata Zia, dan betapa terkejutnya ia melihat mata Zia begitu juga dengan lnti Alexand lainya..


Bagaimana tidak terkejut, mata Zia bengkak dan lebam jelas ini bukan sakit mata, mereka sangat tahu bahwa itu bekas pukulan. Zia yang tersadarpun terkejut, lantas dia kembali merebut kacamatanya dan memakainya lali pergi dari kelas.


kelima inti Alexand masih tercengang atas apa yang baru mereka liat..


" ltu mata Zia kenapa, itu jelas banyak bekas pukulan.."


" Habis berantem sama siapa dia?"..


Begitulah pertanyaan kedua teman Zayn, begitu juga dengan Zayn dia bertanya tanya sendiri dalam hati..

__ADS_1


' sebenarnya apa yang terjadi sama lo Zia?'


__ADS_2