'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Bab 2 "Satu kelas"


__ADS_3

Hari ini adalah kenaikan kelas di SMA Garuda dengan adanya kebijakan baru kenaikan kelas kali ini akan ada perputaran kelas atau Rolling Class yang dimana murid murid di SMA Garuda akan berpindah kelas sesuai yang telah di bagikan pihak sekolah.


pembagian kelas di bagi sesuai dengan nilai murid masing masing, murid-murid yang memiliki nilai tinggi akan di gabung satu kelas begitu juga yang memiliki nilai rendah.


semua murid di kelompokan sesuai nilai. Anggota inti Alexand tentu memiliki nilai yang tinggi sehingga mereka masih tetap satu kelas begitu juga halnya dengan Zia.


Dikelas Xll kali ini Zia dan Anggota inti Alexand semua mengenal Zia, sedangkan Zia sama sekali tidak tau menahu tentang geng Alexand.


"Widih dapat jackpot cuy". ucap Arbian yg sambil melihat lihat daftar nama di papan mading.


" kenapa-kenapa?" tanya Andrew dan Galang bersamaan


"kita sekelas sama bidadari, sungguh sebuah keajaiban


"Siapa sih Ar yang lu maksud?.." tanya Galang


"Siapa lagi kalau bukan Zia Aliana"


" jackpot sih jackpot, lu gak ingat kalau bos kita ada kemungkinan tertarik sama tuh cewe kulkas" ucap Andrew sambil menepuk bahu Arbian.


Arbian mengangguk-anggukkan tanda setuju akan apa yang di ucapkan Andrew.


"Gak nyangka sih apa jadinya kulkas ketemu kulkas kalau mereka jadi pasangan siapapun yang dekat mereka bakalan beku njir" ucap Galang.


"Ngapa bisa beku?" tanya Andrew


"Ya,iyalah dua kulkas di jadiin satu? bisa jadi kutub utara gak tuh."

__ADS_1


"Ekhem" dehem seseorang dari belakang 3 laki-laki yang sejak tadi sibuk menggibah.Nampaknya tahta raja ghibah di geng Alexand akan nambah satu personil lagi sebab Galang kali ini tidak ada bedanya dengan Arbian dan Andrew


Ketika laki-laki yang asik menggibah itupun lantas menolehkan kepalanya dengan wajah soo di imut-imut kan sampai cengengesan.


"Eh,,, ada bos ganteng, apa kabar bos?",, ucap Arbian setelah menatap Zayn yang menatap mereka bertiga dengan datar dan di sebelahnya bersama Rafael.


Galang memukul belakang kepala Arbian "Bodoh ya lu baru beberapa menit yang lalu kita ketemu nanya lu kaya yang gak ketemu setahun ajah"..


Arbian yang merasa salah bicara sebab takut ketahuan sedang menggibahi ketuanya ini lantas menggaruk tengkuk lehernya yg tak gatal.


"kelas" tanya Zayn datar dan singkat sehingga membuat ke 3 laki-laki itu melongo, sedang berusaha mencerna maksud perkataan ketuanya itu


"Ha? kelas?" setelahnya Andrew menepuk jidatnya


"Ooohh, kita masuk di kelas Xll IPA1" sambung Andrew setelah Andrew mengatakan itu Zayn berlalu meninggalkan sendiri.


perempuan mana yg tidak terpesona dengan Zayn Theo Adhitama?.. memiliki hidung yg mancung bak perosotan Tk, bulu matanya yg lentik, bibirnya yg berwarna ping natural dan kecil pas sesuai dengan bentuk wajahnya, rahangnya yg tegas, kulit putihnya yg jika di bandingkan dengan tembok hampir 11-12 dan matanya yg tajam berwarna amber perpaduan warna orens kecoklatan dan alis mata yang tidak tipis namun juga tidak terlalu tebal yang semakin menambah keindahan yang nyaris sempurna belum lagi tubuhnya yg atletis dan tinggi badanya 180 cm.


Begitu juga ketampanan Rafael tidak kalah dengan Zayn. Tinggi mereka yg sama sehingga mereka jalan berdampingan seperti dua tiang yg berjalan, hidung Rafael yg hampir sama dengan Zayn, rahangnya, bibirnya, hanya saja alis Rafael lebih tebal dari Zayn. Warna mata Rafael warna hazel perpaduan antara warna hijau,orens dan emas. sungguh nikmat tuhan mana lagi yg kau dustakan.


Arbian,Galang dan Andrew yg baru masuk seketika geleng-geleng kepala sudah tidak heran lagi bagi mereka mendapat suasana seperti itu. bahkan mungkin bosan, sebab apa reaksi kedua pangeran bermotor honda. CBR1oooRR-R itu hanyalah diam,sunyi,senyap,seakan-akan mereka sedang melewati area pemakaman hanya diam saja.


"Banyak cewenya dari pada cowonya, gila sih kira-kira tuh bos besar kita bakal betah gak yah penghuni kelasnya lebih banyak cewenya"..ungkap Arbian.


"Selagi ada Zia gue jamin Zayn bakal betah," sahut andrew.


"Eh tapi si Zia Nya mana kok gak ada? tanya Arbian

__ADS_1


"Bentar lagi dateng, tunggu ae lah." ucap Galang sambil menepuk bahu kiri Arbian dan berlalu duduk di bangku paling belakang deretan tengah bersama Rafael.Sedangkan Zayn dia duduk sendiri di bangku deret sebelah kanan paling belakang.Andrew dan Arbian pun menyusul dan mengambil tempat duduk di depan Zayn.


Satu persatu murid mulai memasuki kelas Xll lPA 1. Namun tidak tanda-tanda gadis yg sedang di nantikan, ketiga laki-laki yg sempat menggosip di papan mading tadi itu muncul sampai semua bangku terisi.Taklama kemudian seorang guru perempuan pun memasuki kelas Xll lPA 1 beberapa detik kemudian di susul oleh seorang gadis yg jalanya sedikit terburu-buru, ingat hanya sedikit.


"permisi" salam gadis itu


Seorang guru yg baru masuk dan akan meletakan barangnya di meja guru seketika menoleh.


"Telat kamu? bagainama bisa murid Xll lPA 1 yg isinya murid-murid pintar bisa telat seperti kamu?,, kamu tidak salah masuk kelas bukan? ,, cerca Bu Helen salah satu guru killer di SMA Garuda


"Tidak" jawab gadis itu singkat dan datar sambil menengadahkan wajahnya ke depan sebab sejak tadi kepalanya menunduk, bukan karena takut tapi dia merasa kelelahan hingga dia mengatur nafasnya. saat melihat wajah gadis itu, Bu Helen sedikit terkesiap lalu membiarkan gadis itu masuk.


"Ya sudah masuk dan duduk di...."ucap Bu Helen menggantung sembari matanya melihat-lihat bangku kosong yg tersedia.Naas hanya tinggal 1 bangku kosong dan tidak ada tempat lainnya.


"Tersisa satu kursi kosong di sebelah Zayn, jadi kamu 1 bangku dengan Zayn," tutur Bu Helen sambil menunjuk kearah bangku yg di maksud.


Gadis itu menoleh kearah yg di tunjuk Bu Helen, netranya sempat menangkap bola mata amber namun hanya hitungan tiga detik, gadis itu mengalihkan tatapannya, tatapan tajam yg seolah-olah ingin membunuh siapapun yg ada di hadapannya.


"Double jackpot si bos, selain satu kelas tapi juga satu bangku gak sabar gue nunggu pertunjukan selanjutnya." bisik Arbian kepada Andrew.


"Lu pikir ini lagi ngadain pertunjukan lenong, ngadi-ngadi lu pertunjukan segala" balas Andrew dengan berbisik .


Iyap Gadis itu tak lain adalah Zia Aliana, gadis misterinya SMA Garuda, most wanted nya SMA Garuda, primadonanya SMA Garuda, sungguh lengkap bukan? hanya saja ekspektasi yg mengatakan ini semua harus patah akan sikapnya yg tidak mencerminkan dia adalah seorang gadis yg manis,lucu,feminim,atau setidaknya seperti gadis-gadis pada umumnya. Prilakunya cenderung lebih mencerminkan sosok laki-laki yg menyeramkan.


Zia pun melangkah kearah kearah bangku Zayn dan duduk di sebelah Zayn tanpa sepatah kata apapun dan tanpa melihat pergerakan Zia sejak tadi, namun seperti makhluk gaib Zia tidak merasakan atau mungkin memang menganggap mereka semua adalah makhluk gaib?..


Zayn pun begitu, semenjak kedatangan gadis itu dia memandang gadis itu, namun gadis itu beranjak ke tempatnya dia tidak memandangnya secara langsung namun sedikit meliriknya tetapi saat mata amber nya itu menangkap mata biru milik Zia walau hanya 3 detik entah mengapa dia merasakan sesuatu yg janggal, hingga hal itu membuat Zayn semakin bertanya-tanya ada apa dengan dirinya?..

__ADS_1


__ADS_2