
..." Gue makin penasaran sama Zia, dia tuh misterius banget gak ada yang tahu identitas lengkap Zia, bahkan di data-data sekolah pun juga sama begitu"...
" Gue cek alamatnya itu mengarah ke rusun.."
" Data-data Zia terlalu kuat sama halnya dengan nona Ze".. keluh Galang di depan komputernya..
" Atau mungkin untuk memastikan kita buat nona Ze dan Zia berada di satu tempat, kalau mereka sama sama ada itu artinya mereka dua orang yang berbeda.."
" Gimana caranya kita bisa buat mereka berdua berada disatu tempat, susah kali Gal.."
" Dan juga gak ada alasan buat manggil mereka"
" Zayn gimana lo ajak ketemuan nona Ze, gue sama Andrew nanti akan nguntit kalian berdua pas dia pulang gue sama Andrew ngikutin nona Ze supaya kita tahu dimana rumahnya, kita pake cara lo yang gak sempet ke pake karena nyokap lo itu.."
" Boleh juga, tapi gue rasa itu juga sulit.."
" Sulit kenapa Zayn?"
" Gue yakin jiwa intel nona Ze itu kuat, jadi dia bisa mendeteksi keberadaan lo kalau lo ternyata ngikutin dia"
Arbian menghela nafasnya berat " Kenapa gue jadi merasa kaya agen yang mengincar Mafia sih, susahnya bikin gue geleng-geleng"
" padahal cuma cewe loh cewe, tapi kita gak ada satupun yang bisa dapat informasi tentang seorang cewe.." ucap Arbian frustasi..
" Apa kepala sekolah atau Guru wakil kelas tahu siapa orang tua Zia?"..
Zayn mengedikkan bahunya..
" Gue kemaren ngikutin Zia ke TPU"
" Ajib, ngapain lo"
" Zia ngapain ke TPU? pesugihan dia?" sahut Andrew..
" Dia ke makam Bundanya"
Sontak semuanya terkejut, satu pakta baru lagi dari Zia..
" Terus lo tahu siapa nama ibunya?"
" Enggak"
__ADS_1
" Kenapa lo gak liat sih nama dibatu nisanya.."
" Maunya sih gitu, tapi di cegah sama Zia.."
" Kok bisa?"
" Gue ketangkap basah"
" ltu artinya Zia punya kepekaan yang tajam, bisa jadi dia juga punya jawa intel sama seperti nona Ze. semakin kesini kok semakin kesana yah, makin rumit ajah.."
Kelimanya menghela nafas berat misi ini cukup menguras pikiran mereka yang juga berdampak kepada tenaga fisik mereka, kenapa mencari informasi mengenai seorang gadis saja tidak bisa mereka lakukan, padahal mereka telah sering meretas data-data musuh mereka entah musuh sesama anak SMA atau bahkan musuh yang lebih hebat seperti peneror, pembunuh bayaran dan semacamnya yang lain..
"Apa kita coba cek ajah Zayn, lo masih ingatkan TPU mana"
Zayn mengangguk..
" Lo masih ingatkan titik-titik pas dimakamnya.."
" Entahlah"
" Mending dicoba aja dulu.."
" Kita pasti tahu kalau itu makam Bundanya Zia dari bunga yang Zia taruh di makamnya itu.."
" Bunga tulip putih"
" Bagus, ayo kita berangkat"
*
*
*
"Anjir, ini mah gak mudah bangsul " dengus Arbian sembari matanya berada kesegala penjuru..
" lya gimana kita bisa tahu yang mana makam bundanya Zia, kalau semua makam disini semuanya sama-sama ada bunga tulip.."
" Bagaimana bisa?" lirih Zayn, dia ingat betul kemarin semua makam disini tidak terdapat bunga tulip yang sama, tapi kenapa hari ini semua makam memiliki hiasan bunga yang sama persis?
" Zayn" ucap Rafael dengan menepuk bahu Zayn, Rafael berusaha menguatkan sahabat kecilnya ini..
__ADS_1
" Mending kita berpencar" titah Rafael..
" Huff yaudah di coba aja dulu"
Dan mereka semua pun berpencar, entah apa yang mereka cari mereka bahkan tidak tahu nama makam yang mereka cari..
" Gimana ceritanya bisa tahu makam nyokapnya Zia nama ajah gatau setidaknya nama depan ajah, ini sama sekali gatahu" sungut Arbian sembari terus melangkah mengamati setiap makam yang ia lewati .
" Tapi kok bisa semua makam disini tiba-tiba hiasan bunganya sama semua, bunga tulip putih pula, aneh.."
" Eh, eh tunggu" Arbian pun berhenti melangkah dan berhenti di satu makam..
" Zayn, Rafael, Andrew, Galang.." teriak Arbian yang di panggil pun langsung beranjak mendekati Arbian..
" Apaan sih lo teriak-teriak, ntar kalau pada bangun penghuni disini gak lucu tau" sungut Andrew..
" ltu " ucap Arbian yang terus menatap satu makam sembari menunjuknya..
semuanya pun melonjak kaget " ini..."
" Makam sahabat Mamah" lirih Zayn..
" Zayn kabari nyokap lo dan bilang kita udah nemuin makam sahabatnya" ucap Rafael yang di angguki oleh Zayn..
Zayn pun mengabari mamahnya, namun tak kunjung di angkat hingga akhirnya Zayn hanya meninggalkan pesan di aplikasi hijau dengan foto makam Almarhummah sahabat Mamahnya..
" Gimana?" tanya Rafael
" Ga diangkat, tapi gue udah kirim WA ke Mamah"
" Kalau makam sahabat Mamah lo disini dan makam nyokapnya Zia juga disini kaya dunia sempit banget ya, kebetulan yang gak di duga" ucap Arbian..
" Atau nyokapnya Zia ibu Rhea?" tanya Galang..
Mereka berlima pun saling menatap satu sama lain, sedangkan di sisi lain di balik pohon besar dan tua tanpa kelima orang itu sadari ada yang sedang mengawasi mereka..
" Sudah kalian duga kalian pasti cari tahu sampai kesini"
***
terimakasih jangan lupa lake komen dan paforitkan yah ..
__ADS_1
mohon dukungannya yah..