
"Kenapa lo senyum - senyum gitu? emang ada yang lucu dengan perkataan gue" sewot Zia
Zayn menggelengkan kepalanya "Enggak. Gue seneng ajah denger omongan lo, itu menandakan sekeras apa pun lo di luar tapi di dalam hati lo lembut. Hati lo baik dan juga banyak kasih sayang yang tersimpan, tapi sayang nya lo tahan dan lo pendem karena luka di hati lo"jelas Zayn panjang lebar.
"Soo tahu lo"sangkal Zia..
"Liat ajah nanti secara perlahan gue yakin hati lo bakal ngalir secara natural"
"Lo bener Zayn , semua orang mengira gue gak punya hati, di bilang hati gue gelap. Asal mereka tahu gue punya hati yang lembut, tapi hati gue lemah. Kalau gue gak punya hati, gue gak mungkin bangun panti asuhan dan selalu datang kesana untuk menghibur anak - anak panti. Bahkan semua orang mandang gue sebelah mata seolah - olah gue penjahat"batin Zia..
"Zia" panggil Zayn..
Zia yang tadi sempat melamun langsung tersadar dengan panggilan Zayn "Iya kenapa?"
"Gue tahu hati lo lembut dan lo gak seperti apa yang di katakan orang - orang kalau lo jahat, kejam dan gak punya hati"
"Zayn"panggil Zia..
"Kenapa?"
"Lo gak lagi modusin gue kan?"
"Modusin gimana?"
"Yaa modus, lo akhir - akhir ini sering muji gue. Curiga gue"
"Masa perasaan tulus gini di bilang modus"
^^^^^^^^^
"Akhirnya kita lolos juga kak hahaha.."
"Jangan senang dulu Rio kita harus tetap waspada karena sekarang kita menjadi buronan polisi"jelas Deri..
"Iya kak aku tahu dan aku tidak akan menyia - nyiakan hal ini. Mari kita mencari kesempatan kita yang sempat tertunda dulu"
"Kau masuh mau merampok kediaman Adhitama lagi? Kita di penjarakan karena nya"ucap Deri menggelengkan kepalanya
"Bukan kak"
"Lalu siapa? Emmerson?"
Rio mengangguk"Iya Emmerson, lebih tepatnya pewaris tunggal Emmerson"
"Pewaris tunggal Emmerson?"
"Iya kak, putra tunggal Emmerson. Akan lebih mudah untuk kita menaklukan putranya terlebih dahulu"
"Apa yang dia punya?"
"Kau tidak tahu kak? Dia pengusaha muda yang sukses dan juga cukup terkenal dan hampir menyeimbangi usaha Ayahnya, jadi kurasa lebih mudah untuk kita menaklukannya"
"Baiklah, tapi kali ini kita harus lebih berhati - hati Jangan sampai aksi kita terdeteksi oleh polisi"
__ADS_1
Di tempat lain.
"Bagaimana bisa mereka lolos dari penjara, apakah penjagaan disana kurang ketat sehingga mereka bisa kabur?"
"Pah sepertinya ada yang membantu mereka keluar dari penjara"ucap Zayn pada Papanya..
"Iya tapi siapa Zayn?"
"Mungkin anak buah mereka atau sekutu mereka, kita harus cari tahu Pa"
"Kamu benar Zayn"ucap Adhitama membenarkan perkataan Zayn .
"Ekhemm, permisi"
"Iya Zia?"
"Saya tahu siapa dalang yang membantu Deri dan Rio kabur dari penjara"
"Siapa Zia?"tanya Zayn
"Zia yakin itu Laras yang membantu mereka keluar"
"Laras? Bagaimana bisa kamu yakin Zia?"tanya Adhitama.
"Iya om karena mereka sejak dulu memang bekerja sama"
"Bekerja sama? Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Lalu kenapa kamu tidak menyertakan kasus itu kemaren saat Deri dan Rio berada di penjara?"
"Itu karena saya belum memiliki bukti yang kuat om, hanya ada rekaman perbincangan Laras dan juga Rio saat mereka di penjara namun belum spesifik jadi saya tetap diam, karena jika bukti belum detail secara spesifik saya yakin mereka masih bisa menyangkalnya jadi saya mengumpulkan semua bukti yang di mana mereka tidak bisa membela diri"
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi, apa yang mereka bicarakan saat berada di penjara?"tanya Arkan lagi sebab ia bingung bagaimana Zia bisa mengetahui informasi lainnya..
"Zia mengirim orang kepercayaan Zia untuk memata - matai mereka om, dan saya bisa mengatakan bahwa Laras yang telah membantu mereka keluar karena informasi dari orang kepercayaan saya bahwa ada seorang wanita yang selalu menjenguk mereka dan ciri - ciri yang di sebutkan mirip dengan Laras"
"Dan saya juga minta maaf karena mata - mata saya tidak bisa mencegah mereka kabur dari penjara, karena dia sendirian disana"lanjut Zia..
Arkan menepuk bahu Zia dan mengelusnya"Tidak apa Zia,kamu tidak perlu minta maaf ini bukan salah mu. Lagi pula om tahu kamu tidak mungkin membiarkan mereka lolos begitu saja, karena mereka juga penyebab kematian Bunda kamu"jelas Arkan..
"Zia tenang ajah kita akan menangkap mereka lagi dan juga Laras "sahut Zayn..
Zia menggelengkan kepalanya"Sebelum Zia sendiri yang kasih mereka hukuman gue gak bakal serahin Laras begitu ajah, bahkan dia berusaha untuk menjebak Papa gue agar bisa di nikahin"
"Kenapa Laras pengen menikah sama bokap lo?"
"Pastinya karena ingin menguasai harta Papa lah"
"Lalu apa rencanamu Zia?"tanya Arkan..
"Saat ini Zia sedang menakut - nakuti Laras dan memberikan teror, setelah banyak telor Zia perlahan akan membuat dia mengakui semua kesalahannya"
"Gue bantu ya Zii"
__ADS_1
"Gak ada penolakan"lanjut Zayn saat Zia akan bersuara karena Zayn merasa Zia akan menolak..
Zia menghembuskan nafasnya kasar..
^^^^^
Ezra tengah berada di kantornya, Ezra hendak pulang ke rumah sebab hari sudah mulai malam dan karyawan - karyawannya sudah banyak yang pulang..
saat Ezra berada di parkiran kantornya ia merasakan ada yang mengawasinya.
"Kok gue ngerasa ada yang ngikutin gue" Ezra mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru yang ada di parkiran itu Karena tidak menemukan apapun Ezra pun kembali dengan tujuannya yaitu pulang ke rumahnya.
Ezra pun masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan pekarangan parkiran kantornya.
"Bos target sudah meninggalkan lokasi, selanjutnya apa?"ucap seseorang yang tengah menelpon di balik tembok di parkiran kantor Ezra..
"Baik bos laksanakan"
Selama di perjalanan Ezra ngerasa seperti ada mobil yang mengikutinya.
"kenapa mobil hitam di belakang itu seperti sedang mengikuti gue yah?" Ezra pun membelokan mobilnya ke kiri dan mobil hitam yang berada di belakangnya pun ikut berbelok, lalu ketika ada perempatan lagi Ezra berbelok ke kanan dan mobil hitam pun juga mengikutinya..
"Tuh kan bener mobil itu ngikutin gue"gumam Ezra ..
Di tempat lain
Zia memiliki firasat tidak enak dan dia merasa gelisah
"piling gue kok gak enak yah, kira - kira ada apa yah?"
"Apa perasaan gue aja karena Deri dan Rio berhasil kabur dari penjara"
"Mending gue cek Cctv ajah, gue harap Papa sama kak Ezra baik - baik aja"
Zia memeriksa cctv di perusahaan Papanya dan juga kakaknya ..
"Papa masih di kantor dia baik - baik saja sepertinya Papa lembur deh masa jam segini belum pulang"
"Kak Eza, ehh kak Eza mana? Apa kak Eza udah pulang?"
"Gue harus cek lokasinya, gue harap pelacak lokasi yang gue pasang di mobilnya masih terpasang"
Zia pun mengecek lokasi dimana mobil kakaknya berada "Loh ini kan bukan arah pulang ke Mansion, kak Eza ngapain disana?"
"Kayaknya gue harus samperin kak Eza, gue gak bakal biarin keluarga gue kenapa - kenapa"monolog Zia..
Zia pun bergegas menyusul kakaknya. Zia mengikuti arah lokasi yang di tunjukan di ponselnya, Zia mengendarai motornya begitu kencang ia mengebut dijalannan karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan..
Tak selang berapa lama Zia sampai dan melihat kakaknya telah di kepung banyak pria berandalan, Zia lantas langsung turun dari motornya dan menghampiri mereka tanpa melepaskan helmnya ..
"Hehh kalian" ucap Zia dan itu membuat semua orang menatap kearah nya..
"Siapa lo, gak usah ikut campur"ucap salah satu berandalan itu..
__ADS_1