
Sedangkan di sisi lain..
"Bagaimana kondisinya?"
"......."
"Tidak ada yang parah kan?"
"......"
"Oke, thanks informasinya tolong kasih kabar perkembangannya" laki-laki itu pun menutup sambungan telponnya secara sepihak..
Laki-laki itu pun menghela nafasnya berat..
"Zia, dek kamu sakit apa?" lirih laki-laki itu..
**
Di sekolah SMA Garuda lebih tepatnya di ruangan UKS, ..
Kini Zia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan dia mulai membuka matanya secara perlahan namun penglihatannya sedikit berkunang-kunang..
"Lo udah sadar?"
Zia yang masih merasa pusing di kepalanya hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan mata terpejam, aungguh kepalanya terasa sangat berat seakan-akan di timpa batu besar yang berada di atas kepalanya..
"Makan terus minum obat" Zia yang menyadari nada datar itu seketika membuka matanya..
"Zayn?"
"Iyah, lu pikir siapa?"
Zia hanya menggelengkan kepalanya..
__ADS_1
"Lain kali kalau sakit jangan sok kuat buat nerima hukuman, lo sendiri yang susah kan"
"Bodo amat, apa urusannya sama lo"
"Hm, Makan"
"Gue gak laper"
"Lo gila? perut lo kosong, kata dokter belum terisi apapun, kenyang dari mana coba"
"Ck, sejak kapan lo jadi cerewet kayak gini sih" ucap Zia kesal..
"Makan gak" ucap Zayn dengan nada sedikit tinggi sembari menyodorkan bubur yang sudah ia siapkan untuk Zia santap..
"Enggak mau" tolak Zia..
"Lo mau makan sendiri atau gue suapin?" tegas Zayn ..
"Makan"
"Ya udah sini gue bisa sendiri" kata Zia saat Zayn ingin menyuapi Zia kembali..
"Enggak udah terlanjur gue ajah yang suapin" pingkas Zayn tak mau di bantah akhirnya Zia pun hanya pasrah dengan perlakuan Zayn padanya, dirinya masih begitu lemas untuk melawan sehingga ia terima saja setiap suapan yang di berikan Zayn padanya setelah bubur itu habis Zayn pun dengan sigap menyiapkan obat dan Vitamin serta air minum untuk Zia ..
"Minum obatnya" ucap Zayn
"Ga.." jawab Zia singkat..
"Gak ada penolakan" ucap Zayn tegas..
Zia mendengus kesal, laki-laki itu memotong pembicaraannya dengan langsung memasukkan obat ke dalam mulut Zia. Zia pun meminum air yang di sodorkan oleh Zayn..
"Sejak kapan lo perhatian sama gue?"
__ADS_1
"Sejak lo masuk ke dalam kehidupan gue"
"Hah"
***
"Leon, Zia bingung, Leon tau gak di sekolah Zia ada cowo nyebelin datar lagi kek kulkas berjalan yang bodo amatan sama orang sekitar apa lagi sama cewe, tapi akhir-akhir ini dia malah perhatian sama Zia"
"Apa yang harus Zia lakukan Leon?"
Keluh Zia pada Leon, seperti anak SD yang sedang mengadu, mengeluh kesahkan kepada sang Ayah atau pun sang ibu..
Gadis itu bingung dengan sikap Zayn yang aneh dan janggal baginya dia tidak bisa di perhatikan oleh seseorang kecuali Roger dan Rendi..
"Gue harus jauhi Zayn, tapi gimana caranya?"
***
"Kenapa gue bisa perhatian sebegitunya kepada Zia, kenapa gue jadi panik kayak tadi pas Zia pingsan"
"Arghh, kenapa gue jadi kaya gini" gumam Zayn frustasi sembari mengacak-ngacak rambutnya..
"Gak mungkinkan gue suka sama Zia yang bodo amatan kaya dia" gumam Zayn mengelengkan kepalanya..
"Tapi akhir-akhir ini kenapa gue sering uring-uringan kalau gak tau kabar Zia? sebenarnya apa yang terjadi sama gue Arghhh..."
Zayn bingung akan dirinya sendiri dan juga perasaannya, semakin lama di pikirkan Zayn selalu memikirkan tentang Zia dimana-mana selalu Zia,Zia dan Zia..
Ketika ia mengetahui kalau Zia baik-baik saja maka dia akan merasa lega dan ia merasakan sakit jika melihat keadaan Zia yang seperti tadi waktu di UKS sekolah, ia merasakan takut seperti saat Mamanya kenapa-kenapa ia juga merasakan hal yang sama kepada Zia..
"Gue harus gimana" gumam Zayn lirih..
****
__ADS_1