
Zia tersenyum miring "Ini belum apa apa tante, jika kau berani macam macam dengan Papaku, aku tidak akan segan untuk memberikan pelajaran yang lebih dari itu.."
"Awas saja jika kau dalang pembunuhan Bunda ku, aku tidak akan mengampunimu" ucap Zia yang kini sedang memantau Laras dari layar komputernya melalui Cctv dari mata mata kepercayaannya yang selalu memata matai Laras..
"Kak Roger, bagaimana dengan orang suruhan Laras yang di perintahkan untuk menculik Papaku?" ucap Zia dari balik telpon ..
"Dia sudah aku tangani, apa kau juga mau ikut menyiksanya Ze?" jawab Roger dari sebrang telpon .
"Tidak perlu, setidaknya dia belum sempat mencelakai Papa"
Setelah kembali dari landen Laras masih belum kapok, dia masih gentar untuk menjebak papanya, Zia pun tidak akan membiarkan hal itu, dengan sigap dan kecerdasannya penculik suruhan Laras berhasil di tangkap oleh anak buah Zia..
"Tante Laras sepertinya kau masih belum mengerti juga, kita liat sampai mana kekuatan dan kelicikan mu akan bertahan" ucap Zia sambil tersenyum miring..
Di tempat lain..
Abraham telah berada di kantornya, dia berusaha fokus dengan pekerjaannya namun ia selalu saja gagal untuk fokus fikirnya campur aduk kemana mana..
"Arrghhh, apakah aku keterlaluan terhadapnya?"
"Aku hanya ingin tahu apqkah dia tidak bekerja hal yang baik tapi aku tidak bisa mengatakan itu"
"Aku terlalu gengsi, aku tidak ingin dia merusak dirinya meski aku tahu, aku sendiri lah yang telah merusak hidupnya"
"Sedikit lagi Zia, sedikit lagi kita akan mengetahui siapa yang telah membunuh Bundamu" ucapnya pada dirinya sendiri..
"Setelah itu terserah apa maumu, apakah kau mau memaafkan papa mu yang jahat ini atau kau mau menghukum papa mu ini silahkan saja nak" Abraham pun terisak..
***
__ADS_1
"Kemana dia, kenapa tidak ada kabar apakah dia berhasil menculik Abraham atau tidak sih, dia kok malah menghilang begitu saja"
"Apakah mungkin dia yang di tangkap oleh Abraham?"
"Arrghh, kenapa sulit sekali menjadi istri dari Abraham"
"Mah" panggil Clarista..
"Ada apa?"
"Mama kapan akan membalaskan dendamku pada Zia?"
"Clarista kamu ini, sebentar dong sayang kamu tuh gak sabaran banget, kamu mau jadi kaya atau tidak? Mama sedang berusaha mendekati duda kaya kenapa kau sibuk sekali dengan urusanmu?" jawab Laras dan melihat kearah Clarista yang terlihat sangat kesal ..
"Ehh tunggu"
"Siapa namanya, tadi kamu bilang Zia?"
"Iya Ma, Zia kenapa?"
"Zia,,Zia,,Zia,, Mama agak pernah dengar namanya tapi dimana, astaga apa itu anaknya Rhea?"
"Rhea siapa Ma?" tanya Clarista penasaran
"Teman lama Mama yang sudah meninggal"
"Terus apa hubungannya?" tanya Clarista bingung..
"Dia berarti anak duda kaya yang Mama incar sayang, sebaiknya kau jangan macam macam atau rencana Mama bisa gagal"
__ADS_1
"lshh,,,terus gimana dong Ma?"ucap Clarista sedikit merengek..
"Sabar, jika Mama sudah menikah dengan Ayahnya baru kita akan buat dia menderita"
Di tempat lain..
Seorang laki laki telah mendengarkan percakapan antara ibu dan anak itu, laki laki itu terlihat sangat emosi..
"Kurang ajar, awas aja kalian" ucap seorang laki laki yang tak lain adalah Ezra ..
Laras sama sekali tidak tahu jika sudut ruangan di rumahnya telah di sadap oleh Ezra, Ezra mencurigai Laras semenjak wanita paruh baya itu datang ke Mansionnya. Dia mendengar pembicaraan wanita itu di telpon dan mencurigakan bagi Ezra, sehingga Ezra memata matai Laras hingga saat ini..
Ezra geram mendengar pembicaraan mereka..
"Tidak akan ku biarkan kalian masuk kedalam keluargaku jangan harap dan jangankan untuk bermimpi"ucap Ezra berseringai..
"Apakah dia yang telah membunuh Bunda? dia bahkan tega membunuh suaminya sendiri demi keinginannya"
"Apa mungkin dia yang memberi Bunda obat yang menyebabkan kandungan Bunda lemah, tapi siapa yang menusuk Bunda ketika Bunda dan Zia di rumah?"
"Tidak mungkin dia sendirian bukan sehingga tidak ada jejak sama sekali dan membuat seolah olah Zia lah yang membunuh Bunda"
"Zia , semoga memang bukan kamu pembunuhnya dan maafkan Abang karena Abang kalut dengan amarah hingga membuat Abang gelap mata" ucap Ezra sambil meneteskan air matanya dan Ezra buru buru mengusapnya..
***
terimakasih yang sudah setia menunggu kelanjutan novel ku ini terimakasih banyak kepada kalian semua..🙏🙏
Mohon maaf author jarang ap ..
__ADS_1