
Zia yang sudah lumayan lama menaungi propesi dunia gelap ia tahu titik tempat persembunyian para bandit itu.."Persembunyian para berandal,penculik,preman dan markas bandar narkoba. Sehingga Zia menyerahkan anak buah untuk langsung mencari ke titik tempat yang sudah pasti menjadi salah satu tempat persinggahan penculik cucu Adhitama..
Zia hanya mencari tahu markas para setan dedemit yang berujud manusia jadi jika mereka membuat masalah di kehidupan Zia, maka Zia tidak perlu berlama-lama mencari keberadaan para setan dedemit itu. Seperti sekarang Zia telah mengetahui dimana cucu Adhitama di sekap, anak yang baru berumur 15 bulan seperti itulah informasi yang Zia dapatkan...
" Tidak akan ku biarkan kalian hidup tenang, awas saja kalian hehehe.." gumam Zia horor di dalam mobil, Roger yang duduk di depan merinding sampai bulu kuduknya meremang mendengar gumaman Zia.. Meski dialah yang mengajarkan Zia dalam hal dunia gelap ini tapi di luar ekspektasi Roger, Zia akan berubah lebih seram dan sadis dari dirinya, sehingga ia tak masalah jika gadis itu menjadi atasannya..
Setelah 45 menit menempuh perjalanan kini mereka telah sampai, Zia muncul dari depan markas para setan dedemit itu dan beberapa anak buahnya mengepung di segala arah di luar markas itu..
Zia turun dari mobil itu dengan angkuh nan gagah turun dari mobil dengan pakaian kebanggaannya yang serba hitam dan kacamata hitam baru uang ia sempat beli waktu berada di italia kemaren..
Zia tersenyum miring, rupanya para setan dedemit itu tidak menjaga di luar pintu, " Bodoh memang, bagaimana bisa tidak ada penjagaan di depan markas,." sepertinya Zia tidak memerlukan banyak tenaga untuk melawan para berandal itu..
Zia, Roger dan Rendi mereka bertiga berjalan menuju pintu utama markas penculik itu, Roger yang hendak membuka pintu markas di hentikan oleh Zia dan menyuruh Roger dan Rendi berdiam diri di belakang Zia. Seketika tanpa Roger dan Rendi duga Zia menendang pintu itu dengan kaki kananya begitu keras hingga pintu itu roboh...
'Brakk... blugh.. suara pintu yang di dobrak..
Para berandalan yang berada di dalam markas yang telah bersantai terlonjak kaget mendengar suara pintu roboh, ketika mereka melihat siapa pelakunya ternyata seorang gadis dengan dua laki-laki..
__ADS_1
Mereka sempat melihat sebelah kaki Zia yang sempat melayang di udara yang menandakan bahwa gadis itu lah yang telah mendobrak pintu markas hingga roboh, Zia berjalan masuk dengan ekspresi wajah yang sangat sulit di artikan bahkan Roger dan Rendi juga bergidik ngeri melihat Zia seperti itu yang seperti ingin menerkam musuh dari jeratan singa..
" Hehh bocah cilik, berani banget kalian datang ke tempat kita, bahkan dengan merusak pintu kita, bocah cilik sialan" geram salah satu berandalan itu..
Zia tidak menangapi ucapan setan dedemit itu malahan Zia hanya tersenyum dengan HOROR yang membuat para penculik itu menelan ludahnya dengan susah payah..
Entah wajah Zia yang sangat menyeramkan bagi setan dedemit itu, persis seperti boneka yang pisikopat itu (ANABEL, kalian bayangkan saja sendiri gimana senyum ANABEL yang menyeramkan)..
" Aku bukan bocah cilik paman setan dedemit" ucap Zia dengan nada suara yang horor sambil tersenyum miring..
" Berani sekali kamu ngatain kita setan dedemit" ucap berandalan itu geram tak terima.. Zia tidak menanggapi ucapannya itu
" Oh hoho.. jadi kalian suruhan keluarga Adhitama, cih apakah Adhitama tidak memiliki anak buah yang lebih dewasa dan sebanding dengan kita." ucap berandalan itu meremehkan..
Setelahnya pria itu tertawa dengan keras beserta teman temanya dan Zia semakin menyeringai, rupanya pria itu meremehkan kekuatannya..
tanpa aba aba yang tidak di sadari mereka Zia berlari kearah pria yang sedang tertawa itu dengan gerakan cepat memutar, Zia mengarahkan kaki kananya dan menghantam dagu pria itu dengan sangat keras, seketika tubuh pria itu terpental bersamaan dengan darah yang mengucur dari sela sela giginya yang tercabut paksa dan berjatuhan ke lantai dan membuat teman teman brandal itu berhenti tertawa melihat temanya di serang secara tiba-tiba..
__ADS_1
Mereka tidak terima dan mereka langsung menyerang Zia,, seketika anak buah Cruel Lion King langsung masuk di berbagai sudut markas dari pintu belakang dan kaca kanan kiri yang langsung mereka pecahkan agar mereka bisa masuk, sontak membuat para berandalan itu terkejut tak menyangka bahwa gadis itu membawa banyak anggota..
Meski jumlah anak buah gadis itu lebih banyak dari para berandalan itu dan mereka berusaha melawan karena di fikiran berandal itu lawanya hanya abal-abal, akan tetapi mereka tidak tahu jika semua lawan mereka adalah anggota Mafia yang juga terkenal hingga di italia, selagi semuanya sedang berkelahi Zia mengitari ruangan- ruangan di markas itu mencari keberadaan cucu Adhitama yang di sekap para berandalan itu..
" Duhh dimana mereka menyekap cucu Adhitama" gumam Zia yang telah membuka satu persatu ruangan itu dan setelah pintu yang ke tiga akhirnya Zia menemukan bayi yang sedang tertidur pulas..
Zia mendekati bayi itu dan mengecek keadaan bayi itu, Zia pun menggendong bayi itu dan turun ke bawah, terlihat sudah banyak para penculik itu terkapar, Zia dengan penuh perhatian menggendong cucu Adhitama saat menuruni anak tangga dan setelah menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir Zia pun berhenti melangkah..
" Bawa para dedemit itu ke markas bawah tanah, selidiki para dedemit itu, seret mereka kepihak kepolisian atau ke tuan Adhitama terserah kalian.. Roger ku serahkan padamu, Rendi ikut saya anterkan saya kerumah sakit, kita harus mengecek keadaan bayi ini terlebih dahulu" kata Zia yang langsung melangkah keluar Roger dan Rendi mengangguk patuh atas perintah Zia, Rendi pun mengikuti langkah Zia dan mereka berdua pun meninggalkan tempat itu menuju kerumah sakit..
di sepanjang perjalanan Zia berusaha membangunkan bayi lucu itu namun bayi itu tak terusik sama sekali..
Zia khawatir penculik itu membius bayi ini dan khawatirnya bayi ini tidak tahan dengan obat bius yang mereka berikan, bagaimana pun dia masih sangat kecil tidak bisa bertahan di berikan obat bius sembarangan..
Setelah sampai di rumah sakit, Zia langsung berlari masuk meninggalkan Rendi yang masih di dalam mobil namun setelahnya Rendi menyusul Zia setelah memarkirkan mobilnya itu..
*****
__ADS_1
Hai riders terimakasih sudah menunggu app nya dan maap author cuma bisa ap satu bab soalnya author lagi gak enak badan ,, dan setelah nanti author sembuh author janji akan ap 2 bab per hari nya.. terimakasih atas dukungan kalian dan jangan lupa di kasih bintangnya ya..🤗