
Untuk praktek seni budaya, saya ingin kalian membuat kelompok, kelas ini muridnya 36 jadi 1 kelompok 6 anggota..
" Terserah kalian mau menampilkan apa, entah menari, paduan suara, nyanyi, puisi, berantai atau kesenian lainnya.." ucap pak Basuki guru seni budaya..
" Pak kalau nyanyi berarti menampilkan band boleh?" tanya Arbian..
" Boleh boleh, karena nanti kalian akan mempraktekkannya di aula sekolah, drama pun boleh"
" Drama korea pak?" tanya Andrew..
" Terserah yang penting tidak vulgar" ucap pak guru..
" Paham tugas dari saya? boleh campur laki-laki dan perempuan" sambung pak guru..
" Baik pak" ucap serempak..
" Yasudah kalian diskusi dan cari kelompok sendiri, saya tinggal kekantor jangan buat keributan.."
Murid-murid pun berdiskusi dan membuat kelompok masing-mading setelah pak Basuki keluar kelas, semua murid sibuk diskusi beda halnya dengan inti Alexand dan Zia yang hanya diam di bangkunya masing-masing..
" Zi lo sekelompok sama kita kan? jadi pas enam ya kan ya Zi.." ucap Arbian sembari menghadap ke Zia..
" Hm" balas Zia singkat..
Zia tidak peduli dia mau masuk kelompok siapa, meski dia harus berkelompok sendirian pun dia tak masalah..
" Gimana kalau kita nampilin band ajah ya kan, pas personilnya kita.."
__ADS_1
" Gue gitar, Andrew bas, Rafael keyboard, Galang drum, Zayn gitar plus Vokal, Zia lo bisa apa dalam hal musik?"..
" Piano, biola, gitar juga bisa" jawab Zia dengan nada datar khasnya..
" Zia lo bisa nyanyi gak?" kini Andrew yang bertanya..
" Nah kan sabi kalau lu duet sama Zayn"
" Gak mau"
" Ayolah Zi"
" Gue gak bisa nyanyi" ucap Zia
" Yahhh"
Arbian, Andrew, Galang, dan juga Zayn terkejut atas apa yang di ucapkan oleh Rafael..
" Gue gak sengaja liat lo ngendap-ngendap masuk, suara lo bagus menurut gue lo duet ajah sama Zayn" lanjut Rafael..
Zia diam saja, dia merutuki dirinya bagaimana bisa ada yang mengetahui kebiasaannya datang ke studio musik, jika begini harus apa?
" Lo jadi vokalis bareng gue, titik gak ada penolakkan" titah Zayn tegas nan datar..
" Hm serah lo"
" Ok fix, kapan mulai latihan?"
__ADS_1
" Hari ini" ucap Zayn sontak membuat semuanya terkejut, ada apa dengan Zayn? tumben sekali dia cepat gerak begini?..
Zia seketika menatap Zayn begitu juga dengan Zayn sehingga mereka berdua beradu tatap, mata amber milik Zayn bertemu dengan mata biru milik Zia namun keduanya sama-sama menatap tajam..
Dan disini lah mereka sekarang, meski tadi banyak perdebatan tanda tak setuju jika harus mulai latihan dari sekarang namun siapa yang bisa membantah Zayn, Zia bahkan yang hendak kabur tadi dengan mengendap-endap untuk pulang saat bel pulang sekolah telah berbunyi, namun Zayn menariknya keruangan studio musik..
Zia yang malas pun terpaksa mengikuti kemauan Zayn Theo Adhitama..
" Kita mau bawain lagu apa?"tanya Galang..
" Gimana kalau lagunya Hivi?" sahut Andrew..
" Boleh juga tuh"..
" Yang judulnya apa?"
" Mata kehati bagus gak tuh? kan identik sama anak SMA kaya kita"
" Zayn, Zia gimana? kalau kalian Vokalisnya.."
" Boleh " jawab Zayn..
" Hm" Zia hanya berdehem saja, sungguh dia pasrah saja..
" Nah kalau begitu kita mulai ajah sekarang"..
" Ok" jawabnya serempak..
__ADS_1