'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Jadi Dia Dalangnya?


__ADS_3

Roger dan Rendi menitikan air mata mereka berdua sangat tersakiti jika melihat Zia serapuh ini. Sekuat apapun mereka berusaha mereka akan membuat Zia bahagia dan tetap tak bisa menyembunyikan luka gadis itu ,..


Setelah di rasa Zia tenang Roger dan Rendi pun menghampiri Zia..


"Ze" panggil Roger..


Zia menoleh begitu juga Leon "lya kak, kenapa?" tanya Zia .


"Kita sudah tahu siapa dalang yang telah menculik cucu Adhitama" kata Rendi lalu menyerahkan berkas yang dia bawa kepada Zia..


Zia langsung menerima dan membaca isi dalam berkas itu dan ia terkejut apa yang ada dalam berkas itu tersebut.


'Deg


"lni yakin?" tanya Zia sembari menatap Roger dan Rendi bergantian..


Di tempat lain ..

__ADS_1


"Arini kembalilah dengan ku, apa kau tidak memikirkan anak kita? dia juga butuh seorang ayah" tanya laki-laki paruh baya itu.


"Mas, seharusnya pertanyaan itu di tinjukan untukmu Mas, seharusnya kamu berfikir sebelum kamu memutuskan untuk menikah lagi, apa kau tidak kasihan dengan anak kita?" tanya wanita paruh baya itu..


"Arini aku minta maaf, aku hanya membantu Rima yang akan di jodohkwn dengan pria tua oleh orang tuanya aku..." belum sempat meneruskan ucapanya seseorang memotong ucapannya.


"Mau sampai kapan anda berbohong?" ucap pria itu yang berada di balik pintu itu.


Kedua paruh baya itu seketika menoleh ke arah pintu.


"Rafael" ucap kedua paruh baya itu.


"Jangan asal bicara kamu Rafael, kamu..." belum sempat ucapannya selesai Rafael memotong perkataan laki-laki itu.


"Saya punya bukti-buktinya anda tidak perlu mengelak lagi, lagi pula saya tidak butuh seorang Ayah seperti anda, dengan kehadiran Mamah saya sudah lebih dari cukup berada di kehidupan saya, saya mohon jangan ganggu keluarga kecil kami"


"Kau akan menyesal Rafael telah berkata seperti itu kepada Ayahmu" kata pria paruh baya itu yang di sebut Ayah oleh dirinya sendiri..

__ADS_1


"Sama sekali tidak akan, saya yakin 1oo%" ucap Rafael mantap..


Setelahnya laki-laki itu pergi dari hadapan mereka dan Rafael memeluk Mamahnya yang tengah bersedih itu.


"Sudah yah mah, ingat kita gak butuh kepala keluarga seperti dia yang gak becus menjaga kepercayaan kita dan Rafael gak butuh ayah seperti dia yang tega menyakiti Mamah demi wanita lain, Rafael hanya membutuhkan Mamah hanya Mamah seorang" kata Rafael yang masih memeluk Mamahnya itu ..


Setelah kejadian yang menjengkelkan di rumahnya Rafael menenangkan dirinya di sebuah taman yang terdapat danau dengan menatap lurus ke arah danau..


Tak berapa lama Rafeal mendengar suara yang familiar baginya, ia mencari sumber suara itu dan tidak jauh dari tempatnya ia berada..


"Sial, bagaimana bisa mereka kalah dengan geng seorang gadis kecil, Mereka jelas lebih besar, bisa bisanya kalah dengan geng anak ingusan?" ucap seorang laki-laki paruh baya yang telah menelpon di pinggir danau.


"Apa gadis itu?" gumam Rafael


"Apa, kalian bodoh mencari tahu identitas gadis itu saja tidak becus" ucap laki-laki itu ..


"Bagaimana pun caranya Adhitama harus bangkrut dan hancur" kata laki-laki itu lagi, dan Rafael yang bersembunyi mendengarkan semua pembicaraan laki-laki paruh baya itu dengan terkejut..

__ADS_1


"Jadi dia dalangnya?"


**


__ADS_2