
"Kapan lo check up lagi?"tanya Zayn tiba - tiba .
"Emang kenapa?"tanya balik Zia..
"Mau gue temenin"tawar Zayn ..
"Gak usah Zay.."tolak Zia
"Gak ada penolakan"ucap Zayn memotong perkataan Zia..
Zia menghela nafasnya berat..
"Kenapa lo keras kepala?"tanya Zia..
"Karena lo juga keras kepala, kalau lo gak digituin lo bakal terus bandel".ucap Zayn yang melihat ke arah Zia..
"Dih menurut lo gue bandel. Kalau gue bandel gue gak bakal..."ucapan Zia terhenti karena Zayn meneruskan apa yang ingin Zia katakan..
"Punya perusahaan sendiri, itu kan yang lo mau bilang? Iya emang Lo bukan bandel - bandel yang kayak anak berandalan yang selalu gue temui . Tapi bandel lo itu kepada diri lo sendiri bukan ke orang lain. Bisa gak sih lo hargain diri lo sendiri sih Zii, kalau bukan lo yang menyayangi diri lu siapa lagi?"ceramah Zayn panjang ..
"Iya,,iya bapak Zayn yang terhormat bawel bener,"ucap Zia mengejek Zayn yang sekarang lebih suka banyak bicara..
"Gue bawel juga buat lo"Zayn mencubit hidung Zia secara perlahan..
__ADS_1
"Ekhemm"
deheman dari Mama Rosa membuat Zayn dan Zia menoleh secara bersamaan.
"Mama"sahut Zayn ..
"Kenapa? Mama juga ganggu seperti yang kakak mu lakukan tadi hmm?"tanya Mama Rosa ..
"Enggak kok Mah, gak gitu, mana ada"ucap Zayn gelagapan.
Rosa tersenyum sembari menggeleng - gelengkan kepalanya
"Mama seneng liat kalian semakin akrab, seharusnya kalian akrab sudah sejak lama. Jika seandainya Bunda nya Zia masih ada, masih hidup pasti kalian sudah akrab sejak lama"ucap Mama Rosa yang terlihat sedih..
Zia pun melototkan matanya sambil mencubit perut Zayn lumayan keras ..
"Iya,,iya, yaudah nih Mama bawain cemilan sama minuman buat nemenin kalian belajar biar makin tambah semangat"ucap Mama Rosa yang langsung menaruh cemilan itu di atas meja yang berada di taman depan rumah nya..
"Terimakasih tante, tante gak usah repot - repot"ucap Zia sambil tersenyum tipis..
"Enggak kok sayang gak repot sama sekali, malahan tante lebih senang. Yaudah kalian lanjutkan saja belajarnya, tante tinggal dulu yah"
"Iya Mah"
__ADS_1
"Iya tante"sahut Zia dan Zayn bersamaan, dan hal itu membuat Mama Rosa tersenyum dan berlalu dari hadapan mereka...
"Zia"panggil Zayn setelah Mama Rosa pergi dari taman itu..
"Iya"jawab Zia
"Dulu lo pernah ngajak pertemenan sama gue kan, itu .."sebelum Zayn melanjutkan ucapannya, Zia terlebih dahulu memotongnya..
"Itu karena Mama lo yang minta buat gue temenan sama lo, jadi yah gue lakuin"ucap Zia sekenanya ..
"Cuman karena itu?"tanya Zayn.. Zia mengangguk kan kepalanya
"Kenapa lo mau lakuin apa yang Mama gue suruh"tanya Zayn terlihat penasaran..
"Karena gue liat dari mata tante Rosa terlihat pancaran harapan yang sangat besar untuk anaknya gue bisa ngeliat kasih sayang seorang ibu untuk anaknya dari pancaran matanya. Dan hal itu juga buat gue ke inget sama Bunda gue, mungkin kalau Bunda gue masih hidup gue bisa liat hal yang sama dari Bunda gue buat gue. Dan yah karena tante Rosa sahabat Bunda, jadi gue merasakan kalau Bunda ada di sisi gue saat gue ngeliat kasih sayang tante Rosa buat anaknya"jawab Zia panjang lebar tanpa berhenti dan menarik nafasnya dalam - dalam..
Zayn tersenyum mendengar apa yang di ucap kan Zia barusan , Zia pun melihat hal itu dan menaikan sebelah alisnya
"Kenapa lo senyum - senyum gitu"tanya Zia terheran ..
Zayn menggelengkan kepalanya
"Enggak, gue seneng aja dengerin omongan lo, dan itu menandakan sekeras apapun lo di luar tapi di dalam hati lo sangat lembut"...
__ADS_1