'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 60


__ADS_3

"Apa dia jadi sugar baby ceritanya? sugar babi kali yang pantas di gelar dia mah hahaha"


"Bodo amat lah urusan dia ngapain gue yang pusing, tapi setidaknya itu juga bisa gue jadiin senjata di suatu saat nanti kalau dia macam-macam"


"Ehh,, itu dia Mang basonya"Zia pun menghampiri orang yang telah di carinya sejak tadi..


"Mang baso, tolong bungkusin 30 porsi"ucap Zia kepada penjual baso itu .


"Banyak bener neng, apa ada hajatan?" tanya si Mang tukang baso itu..


Zia hanya menggelengkan kepalanya..


"Ya udah di tunggu bentar ya neng" ucap Si Mang baso itu yang langsung membuatkan beberapa porsi itu dan setelah selesai Zia memberikan beberapa uang merah..


"Ini Mang uangnya, terimakasih"ucap Zia yang langsung memberikannya kepada si Mang baso..


"Neng ini terlalu banyak" ucap Mang baso itu yang menerima uang itu dan langsung ingin memberikannya kepada Zia..


"Gak pa pa mang ambil aja buat anak-anak, Zia ikhlas"ucap Zia tersenyum tipis


"Kalau begitu terimakasih neng" ucap Mang baso itu bersyukur ..


Setelah selesai membeli baso yang dia inginkan, Zia langsung kembali ke Mansionnya..

__ADS_1


"Leoonn,, mau baso gak?" teriak Zia setelah sampai di dalam Mansionnya..


"Anak pintar" ucap Zia ketika Leon berdiri menghampirinya lalu Zia mengelus kepala Leon dengan sayang..


"Leon tunggu Zia pisahin dulu oke, kamu basonya aja yang lainnya jangan di makan biar Zia yang makan" Zia pun menyiapkan bakso yang ia beli tadi setelah itu mereka pun menyantap makanan mereka masing-masing sesekali Zia menjahili Leon..


"Enak kan, di italia kamu gak bakalan bisa nemuin bakso seenak di indonesia"ucap Zia sembari memandang Leon yang tengah menyantap makanannya, Zia begitu gemas melihat Leon makan..


"Leon, maaf kalau misalkannya nanti Zia gak bisa nepatin janji, Leon baik-baik yah di sini"lirih Zia sembari mengelus kepala Leon..


Setelah acara makan siang selesai Zia kembali mengusut kasus Bundanya, Zia mulai mencari identitas Laras dan juga siapa saja koreksi Laras yang bisa juga membantu wanita itu..


"Jadi si Mak lampir ini ada hubungannya sama si Rio, Rio sialan, pantas aja tuh orang mau jatuhin Papa"


"Rasanya gue mau muntah, ada gitu yah modelan kayak dia? pantes aja anaknya jadi simpanan Om-om, Emaknya juga begitu"


"Demi harta rela menjatuhkan harga dirinya sendiri, bukan manusia sih melainkan binatang, eh tapi binatang saja lebih terhormat dari pada dia Hahaha."


"Tapi syukurlah Papa tidak tergoda sama Mak lampir itu, Papa sangat setia dan sangat sayang sama Bunda" Zia tersenyum tipis..


"Papa, andai Papa juga bisa menyayangi Zia seperti Papa menyayangi Bunda"


"Apa dia gak kena penyakit HlV gitu? dia kan selalu gunta-ganti pasangan"

__ADS_1


"Gue gak akan biarkan Papa gue di nodai sama keong RACUN kayak dia.."


"Dan Rio, gue nyesel gak penggal kepala Lo kemaren, Andai gue udah tahu duluan pasti gue penggal tuh Om-Om" ucap Zia sedikit emosi..


****


Zia menatap makam Bundanya seakan-akan ia sedang menatap Bundanya, Zia menatap batu nisan dengan tatapan sendu.."Bunda, kenapa hidup Bunda begitu menyakitkan?"


"Bunda anak yatim piatu, sejak kecil hidup di panti asuhan Bunda di besarkan di sana, kenapa banyak orang jahat yang nyakitin Bunda?"


"Mereka yang telah menghancurkan hidup Bunda dengan keluarga yang bahagia, saat Bunda akhirnya punya keluarga ada saja yang ingin menghancurkannya"


"Apa mereka gak berfikir, apa mereka gak malu berbuat seperti itu ke Bunda yang sejak kecil di besarkan di panti asuhan. Masih kurang apa lagi cobaan dihidup Bunda" tangis Zia akhirnya pecah tak bisa terus menahanya...


"Zia gak tahu siapa yang salah, tapi apakah mungkin jika Bunda tidak menikah dengan Papa sampai saat ini, Bunda akan masih ada di dunia ini?"


"Tapi..."


***


Maaf othor ap_nya agak telat,, dan terimakasih yang sudah mampir🙏🏻


dan mohon maaf yang komen othor gak bales soalnya othor lagi banyak kerjaan, othor juga harus mengurusi anak-anak othor yang lagi aktif aktifnya yang bikin kepala othor pusing😔😊

__ADS_1


__ADS_2