
"Bunda, Zia datang lagi"ucap Zia yang sekarang lagi berada di makam Bundanya.
"Sebenarnya Zia mau ajak Leon, tapi keadaannya gak memungkinkan jadi begini belum bisa ajak kesini"
"Bun, bunda kan deket sama Tuhan, Zia minta tolong sama Bunda, tolong bilangin sama Tuhan jangan cepat-cepat panggil Zia.."
"Panggil Zia nya nanti setelah semua misi Zia selesai termasuk khasus Bunda juga, Bun kalau memang Zia yang bunuh Bunda Zia minta maaf Bun, sungguh Ziq gak ingat apa-apa"
"Kalau memang Zia terbukti bersalah, Zia gak akan maafin diri Zia sendiri gak akan, Bunda tenang aja Zia akan menghukum diri Zia jika Zia yang memang membunuh Bundanya sendiri. Bahkan Tuhan pun telah menghukum Zia, Bun hiks" Zia kembali menangis dengan memeluk pusara makam Bundanya..
"Bun, Zia melihat sahabat Bunda Zia ngerasa kayak melihat Bunda, pengen banget rasanya Zia memeluk tante Rosa, tapi Zia gak bisa. Zia gak bisa kasih tau kalau Zia anak Bunda.."
"Zia gak mau mereka tahu tentang kehidupan Zia apa lagi kalau Zia beneran yang ngebunuh Bunda.."
"Apa lagi Zayn, dia pasti kecewa banget sama Zia.."
"Bun, Zayn akhir akhir ini sering perhatian sama Zia, Zayn itu teman sebangku Zia sekaligus anaknya tante Rosa sahabat Bunda"
"Bun, Zia gak masalah kalau gak ada yang sayang sama Zia sekarang, karena kalau ada yang sayang sama Zia, Zia pasti akan sulit untuk pergi dari dunia ini dan bakalan sulit untuk bisa menyusul Bunda hiks"
"Bun, Zia kangen sama Bunda, kapan misi Zia akan selesai, Zia cape Bun, Zia pengen istirahat"
** Di tempat lain
"Gue kasih tau gak yah sama Zayn soal Zia?"
__ADS_1
"Tapi.."
"Arghhh, gue bingung" ucap seorang laki laki yang tengah frustasi di dalam kamarnya..
"Mungkin setelah Mafia itu kelar aja deh yah gue bakal kasih tau Zayn dan juga tante Rosa.."
"Setidaknya setelah keadaan menjadi tenang kembali, baru gue akan kasih tahu mereka"
***
Zia terbangun dari tidurnya, tidak di sangka is masih berada di pemakaman Zia tertidur sembari memeluk makam Bundanya..
"Duhh kenapa Gue bisa ketiduran lagi"
"Bun, Zia pamit pulang dulu yah, Zia seneng bisa tidur bareng Bunda" Zia mencium batu nisan Bundanya dan Zia berkata "I LOVE YOU Bunda dan tunggu Zia di sana" setetes air mata lolos dari mata birunya, Zia pun pergi dari pemakaman itu..
"Tuan Deri dan tuan Rio, gue jamin hidup kalian gak akan bisa tenang" guman Zia tersenyum Horor...
****
Hari ini adalah hari yang menegangkan dimana Arkana Delvin Adhitama akan berurusan dengan segerombol Mafia, tanpa musuh ketahui Adhitama telah siap sedia untuk membalas serangan mereka..
"Om, tante Rosa, kak Zafira dan Ansel mereka ada di mana?"
"Mereka sudah berada di tempat yang aman"
__ADS_1
"Bagus deh kalau begitu"
"Om yakin kan musuh gak akan bisa mengetahui keadaan mereka"
"Tentu, pastinya"
Ketika mereka tengah asik berbicara mereka mendengar suara ledakkan..
"Anjritt suara ledakkan, jangan bilang mereka bawa bom.."
Mereka semua pun langsung keluar dari Markas dan semua keadaan benar benar kacau..
"Adhitama menyerah lah dari pada kau terluka, lebih baik serahkan semua harta kalian tanpa paksaan maka kalian tidak akan terluka dan tidak akan mengekuarkan tenaga" teriak laki laki paruh baya dari luar, yang tak lain adalah Deri dan segerombolan Mafia..
"Buset, ini mereka bawa rombongan dari mana banyak bener njritt, kalah jumlah kitee"
"Bagaimana Adhitama dengan penawaranku?" ucap Deri pada Adhitama yang sekarang sudah berada di liar..
"Saya tidak akan menyerahkannya"
"Serang" para Mafia itu mulai menyerang Adhitama. peperangan antara the geng Adhitama, segerombol Mafia, tidak seimbang jumlah mereka selisih banyak. Namun bagi inti Alexand maupun anak buah Adhitama tidak gentar dan bahkan bisa mengalahkan Mafia itu satu per-satu. Adhitama pun ikut bertarung dan komplotan Mafia itu terdiri dua pemimpin hingga Adhitama dan Zayn yang berurusan dengan mereka, satu per-satu komplotan Mafia ter jatuh dan ter geletak tak berdaya. Bahkan bisa di bilang jumlah mereka semakin menipis..
***
Terimakasih kepada yang sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, kalau kalian suka bisa dong kasih bintangnya hehe, 😀😀
__ADS_1