'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 81


__ADS_3

Zia menatap gelang yang di berikan Zayn tadi, Zia terus menatap liontin berbentuk salju itu berkali-kali,,


sekarang ini Zia tengah berada di rumahnya..


"Liontin salju"


Zia memejamkan matanya, sekilas Zia melihat bayang-bayang buram yang terlintas di dalam tidurnya.


Zia kembali membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya..


"Ada hal yang aneh"pikirnya..


Zia membuka laptopnya, kembali memantau pergerakan Laras. Rupanya wanita itu tidak memiliki ide lagi untuk mendapatkan papanya, Zia tersenyum miring..


"Ayo tante kita bermain, sekarang giliran aku yang akan beraksi"ucap Zia menyeringai ..


Zia mengambil topengnya "Sepertinya kita akan cukup bersenang-senang Mak lampir"..


"Tunggu kehadiranku".Zia mengambil ponselnya


"Halau ini saatnya, jalankan rencana A sekarang"ucap Zia kepada seseorang.

__ADS_1


Setelah itu Zia menutup ponselnya begitu saja, tentu anak buah yang Zia telpon mengerti apa yang di maksud Zia.


Zia pun akan mengawasi melalui Cctv yang di pasang oleh anak buah Zia yang berpura-pura bekerja di rumah Laras..


"Gue udah muak liat lo ketawa ketiwi, tersenyum tanpa adanya beban, sekarang gue bakalan buat hidup lo gak tenang"..


"Dihukum dengan nyawa itu gak sebanding dengan apa yang lo buat gue di siksa sama Papa dan Kakak gue, sekarang gue akan membuat lo menderita dan merasakan penderitaan yang sama, bahkan lebih karena lo udah berani bunuh Bunda gue"...


Zia selalu mengawasi melalui Cctv, dan terlihat anak buahnya sudah melakukan apa yang sudah di rencanakan oleh Zia..


"Perfeck"ucap Zia puas dengan apa yang anak buahnya lakukan..


"Kita tunggu target ke tkp"..


Saat Laras membuka pintu kamarnya dan seember cairan berwarna merah yang mengguyur tubuhnya sontak Laras terkejut dan berteriak.."Aaaaaa,,,apa ini berasal darimana cairan merah ini"teriak Laras sambil mengelengkan kepalanya dan menutup kedua telinganya


Laras langsung masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamarnya ..


"Kenapa bau amis, apakah cairan ini adalah darah?"monolog laras yang sudah masuk kedalam kamar mandi untuk mebersihkan tubuhnya..


Zia terkekeh"Yahh benar tante itu darah.Darah tikus yang masih segar, aku harap kau suka dengan hadiahku itu"ucap Zia yang menyaksikan kejadian itu di dalam laptopnya..

__ADS_1


Laras pun melangkah menuju meja riasnya,saat Laras sampai di meja riasnya dia berteriak lagi.."Aaaaa .." Laras terkejut melihat cermin di meja riasnya terdapat tulisan dengan cairan berwarna merah, tulisan di cermin itu bertuliskan 'Laras kau harus mati, nyawa di bayar dengan nyawa' hal itu membuat Laras berteriak histeris.


."Tooloong,,, Bi Ratih, penjaga siapapun tolong"teriak Laras..


Sedangkan Zia yang melihat kejadian itu dari cctv tersenyum miring.


Tak lama kemudian terlihat satu wanita dan laki-laki masuk kedalam kamar Laras. Tanpa Laras ketahuiBahwa penjaga laki-laki itu adalah anak buah kepercayaan Zia.. "Kena kau Mak Lampir haha"


kembali lagi di kediaman Laras


"Bawa aku keluar, a,,aku tidak mau disini. Bi Ratih kau bersihkan kamarku"


"Baik nyonya"ucap Bi Ratih..


"Robbi antar aku keluar"titah Laras pada Robbi..


"Baik nyonya, nyonya mau saya antar kemana?"tanya Robbi..


"Aku ingin jalan-jalan saja untuk menenangkan pikiran".


"Baik nyonya, mari"ucap Robbi dan mempersilahkan Laras untuk berjalan duluan..

__ADS_1


Laras pun pergi bersama Robbi, dan hal itu malah membuat Zia memiliki kesempatan..


...


__ADS_2