'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Benarkah Aku Yang Membunuhnya?


__ADS_3

Mansion Zia berada di kompleks yang sangat elit tentu saja yang tinggal disini hanya orang-orang yang kaya sehingga Zia bisa berjoging dengan leluasa bersama Leon karena jalanan di sekitar kompleks cukup sunyi..


"Leon kau suka bisa kembali bersama ku dan berjoging lagi kan?"


"Aku merindukan momen seperti ini, rasanya sudah lama kita tidak bersama-sama seperti ini ya Leon"


Mereka pun melanjutkan jogingnya dan sebelum Zia membaca arsip dan diary papanya dia harus menyiapkan mentalnya terlebih dahulu, jadi ia pagi ini bersenang-senang bersama Leon..


Setelah bersenang-senang bersama Leon kini Zia tengah berada di dapur untuk memasak, selain Zia pandai berkelahi Zia juga pandai memasak..


Kini ia memasak sarapan untuk dirinya dan juga Leon. Zia memasak di temani oleh Leon di sampingnya.

__ADS_1


pastinya setelah selesai memasak Zia pergi ke meja makan yang di ikuti oleh Leon. Mereka pun sarapan bersama Leon dengan berada di samping Zia, kini Zia telah memakan-makanannya yang ia masak tadi bersama Leon. Zia dan Leon sama-sama memakan steak daging..


"Aku senang kini aku bisa sarapan bareng kamu lagi Leon dengan adanya kamu disini aku gak kesepian lagi" ucap Zia dengan mengelus kepala Leon dengan sayang..


Setelah sarapan Zia kembali mengantarkan Leon ke pekarangan khusus hewan di Mansionnya, tempat dimana singa jantan itu tidur setelahnya Zia kembali ke kamarnya..


Kini Zia sedang berada di kamarnya dan Zia kini telah menyiapkan hatinya untuk mengetahui isi buku diary dan arsip yang ia dapatkan di ruang kerja papanya. Zia memutuskan untuk membaca diary dulu..


Lembar per-lembar Zia membuka dan membacanya tanpa ada satu pun terlewatkan hingga berada di lembaran dimana menceritakan tentang kepiluan hati sang papa ketika Bundanya meninggal..


Disana lah yang membuat hati Zia kembali ter-iris dengan sebuah pisau yang menancap di hatinya..

__ADS_1


'Rhea aku tidak menyangka kau pergi secepat ini tapi aku lebih tidak menyangka lagi jika putri kita yang telah membunuhmu,, katakan Rhea aku harus bagaimana? Apakah aku harus percaya jika Zia yang membunuhmu atau tidak.


Tidak ada bukti atau pun saksi, dan kau bahkan enggan bangun untuk menjelaskannya walaupun hanya sebentar untuk menceritakan tragedi yang sebenarnya secara logika memang sulit untuk di pahami bagaimana seorang bayi berumur satu tahun bisa membunuh, tapi saat itu hanya ada kau dan dia disana dan anak itu sedang memegang pisau di tangannya. Rhea Mas harus bagaimana?' begitu lah isi buku dalam diary itu yang Zia baca ..


"Jadi Bu,,bunda a,,aku yang bunuh" gumam Zia terbata sambil mengusap air mata yang mengalir dengan deras dan Zia memukul-mukuli dadanya yang terasa sesak itu..


"Bunda benarkah Zia yang membunuh Bunda?" lirih Zia..


Zia pun menangis dengan air mata yang membasahi pipinya dia tidak bisa menahannya lagi setelah tahu apa yang ada dalam buku diary itu dan Zia terus memukul-mukuli dadanya yang terasa sesak itu dan menjambak rambutnya dengan keras sampai beberapa kali..


***

__ADS_1


__ADS_2