'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Pelukan teletabis


__ADS_3

"Bersiaplah Rio tiga hari lagi kita akan menyerang Adhitama, kau beri kabar saja dulu kepada mereka"


"Baik kakak siap, setelahnya aku akan menyerang kediaman Emmerson"


Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka di dengar oleh dua tim yang berbeda, tim pertama adalah tim Anggota inti Alexand dan tim kedua tim Zia. Yah tanpanya mereka saling mengetahui jika mereka sedang memantau orang yang sama, Zia dan Galang sama-sama memasang alat penyadap suara di kantor Deri dan Rio tidak akan bisa lolos karena yang mengincar mereka pun bukanlah orang biasa..


"Enggak kakak gak adek sama-sama menjijikan, di kira kalian bakal berhasil menghancurkan Adhitama lalu bisa menghancurkan keluargaku hah, jangan harap kalian" gumam Zia meremehkan..


"Tidak akan terjadi selama Zia masih ada di dunia ini:


"Tidak semua itu untuk menghancurkan orang-orang yang Zia sayang haha" gumam Ziq sembari tersenyum HoRor..


***


"Zayn lo yakin gak minta bantuan kepada nona Ze?"


"kata papa sih gak perlu, anak buah papa dari bawah tanah sudah cukup lagi pula papa gak mau buat keributan dan meresahkan warga sekitar"


"Tapi kalau dari mereka yang brutal gimana?"


"Apa polisi yang akan bantu kita juga"


"Ya udah deh terserah, padahal gue pengen ketemu sama nona Ze"


"Kenapa lo pengen ketemu sama nona Ze?"

__ADS_1


"Ya kan kepo aja pengen tau orangnya kek gimana Gal, emang lo gak penasaran?"


"Iya gue juga penasaran" sahut Andrew..


"Gue gak kayak kalian yah kepoan sama orang"


"Idih gak seru lo Gal"


"Jadi kita bakal ikut kearahan anak Alexand lainya Zayn?"


"Jangan, gue gak mau anak-anak kenapa-napa karena lawan kita kali ini Mafia. kalian juga cukup diam aja, biar gue sama anak buah keluarga gue yang urus semua ini" ucap Zayn..


"Gak bisa gitu dong Zayn, kita tuh bukan cuma teman tapi udah kayak sodara Zayn, jadi masalah lo masalah kita juga, kita harus terus bersama sampai kapan pun ingat itu Zayn sahabat gue" ucap Arbian serius..


"Gue setuju sama mereka yakan Raf" Rafael hanya menganggukan kepalanya saja. tanda setuju..


"Makasih kalian udah mau bantuin Gue dan selalu ada buat gue baik susah maupun senang"


"Gak usah makasih lah kawan dalam persahabatan gak ada kata makasih jadi kita jalanin aja sama-sama, lo juga udah banyak bantu kita-kita yah masa kita gak bantuin lo."


Mereka ber-lima pun berpelukan seperti teletabis..


"Zayn, lo udah mulai suka sama Zia?" celetuk Arbian tiba-tiba..


"Gue gak tau"

__ADS_1


Mereka pun melepaskan pelukannya..


"Apa yang lo rasain saat dekat Zia atau saat jauh dari Zia?"


"Entahlah gue kayak gelisah kalau gak tau kabar Zia dan gue ngerasa lega kalau liat Zia baik-baik aja.Gue sendiri juga gak tahu kenapa gue bisa sepanik itu kemaren liat dia pingsan kayak gitu"


"Itu tandanya benih-benih udah pada muncul"


"Benih-benih apa coba jangan asal ngomong Ar" cetus Galang..


"Ceilah ya benih-benih cinta-lah, lu aja yang ngeres" ucap Arbian..


"Dih, paan sih lo, lo tuh ngomongnya gak jelas"


"Terus cara mastiinya gimana?"


"Cara mastiin, lebih tepatnya kita tunggu beberapa bulan gimana perkembanganya, karena ya mungkin aja bisa karena lo pertama kali berintraksi sama cewe setelah beberapa abad hehe.."


"Lo yah masih aja belakangnya ngelawak, orang dengernya serius"


"Tapi bener juga kata Andrew, bisa aja karena ini pertama kali lo berintraksi sama cewe dan juga karena dia duduk sebangku sama lo"


"Gitu yah"


****

__ADS_1


__ADS_2