'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 75


__ADS_3

"Kamu bahagia'kan Zia?"perkataan Rosa membuat Zia terdiam, tak berapa lama Zia menganggukan kepala'nya, Zia sendiri tidak tahu bagai mana merasakan kebahagiaan yang sebenar'nya, namun Zia hanya bisa mengangguk saja. Zia tidak ingin banyak orang yang tahu tentang permasalahan hidup'nya, tak berselang lama pelayan Adhitama menghampiri mereka.."Tuan,Nyonya, makan siang'nya sudah siap"ucap pelayan yang baru datang kedalam ruang keluarga itu..


"Baik bi, terimakasih yah, oh iya bi tolong panggil'kan Zayn untuk turun kebawah dan bilang kalau makan siang'nya sudah siap dan bilang juga kalau semua orang sudah menunggu dan sudah ada di meja makan"ucap Rosa pada pelayan itu dan pelayan itu pun mengangguk dan pergi dari ruangan itu..


"Ayo semua'nya makan, Zia ayo kita makan siang bersama" ucap Rosa lagi..


"Baik tante"jawab Zia .


Setelah'nya mereka pun bangkit dari ruangan itu dan berjalan kearah ruang makan dan semua'nya pun kini sudah berada di meja makan, hanya Zayn seorang'lah yang belum turun dari kamar'nya,,tak berselang lama muncul'lah Zayn dia berjalan santai meski'pun semua orang sudah berada di meja makan ...


"Zayn sini sayang, kita makan siang bersama"ucap Rosa yang melihat Zayn berjalan ke'arah'nya..


"Iya Ma.."Zayn pun duduk di sebelah Zafira dengan muka malas'nya..


Bagaimana tidak malas, biasa'nya ia yang duduk di sebelah sang Mama, dan kini harus tergeser karena kehadiran seorang gadis yaitu Zia..

__ADS_1


"Sumpah kalau bukan demi Mama gue dah seret tuh anak pergi dari situ, nyesel gue selama ini baik sama dia dan kasih perhatian dikit hanya karena demi Mama, nyesel gue meski sebenar'nya gue terpaksa lakuin itu semua kepada Zia hanya karena mikirin kondisi Mama" batin Zayn dengan raut wajah yang sedikit memerah dan tanpa di sadari oleh semua orang yang berada disana..


Dan semua orang yang berada di meja makan pun sibuk dengan aktivitas makan'nya masing-masing, dan Zayn sekali-kali melirik ke'arah Zia dan Mama'nya yang nampak akrab seperti ibu dan anak kandung'nya. Perhatian Rosa kepada Zia membuat Zayn geram dan iri, seharus'nya Zayn lah yang di perlaku'kan seperti itu oleh sang Mama bukan gadis yang baru datang ke'kehidupan mereka..


Setelah acara makan siang selesai, Zayn langsung bangkit dari duduk'nya dan hendak kembali ke'kamar'nya, tapi sebelum itu Zayn melirik ke'arah Mama'nya. Namun naas Mama'nya hanya memperhatikan Zia seorang dan itu membuat Zayn berdecak kesal lalu meninggal'kan meja makan itu dengan perasaan cemburu terhadap Zia yang sudah merebut perhatian Mama'nya..


"Zia boleh kah tante berbicara berdua saja nanti di kamar tante, mau yah sayang?"ucap Rosa pada Zia yang masih berada di meja makan..


"Iya tante boleh kok" jawab Zia..


"Tante mau curahin isi hati tante boleh"tanya'nya minta persetujuan dan Zia pun mengangguk."Boleh kok tante"


"Tante RINDU Zayn yang dulu"ucap Rosa yang sedikit lirih..


Zia diam hanya menyimak dan menunggu apa yang ingin di ceritakan Rosa pada'nya..

__ADS_1


"Dulu Zayn anak yang ceria, hanya saja saat dia kehilangan teman pertama'nya dia jadi berubah"lanjut Rosa..


"Kenapa berubah tante"tanya Zia sedikit penasaran dengan apa yang terjadi kepada Zayn..


"Awal mula'nya Zayn berteman setelah Zayn mengalami kecelakaan di saat sedang bermain, tapi untung'nya Zayn selamat dari ke'celakaan itu dan di situ ada seorang gadis kecil yang sangat cantik dan imut dia menyelamat'kan Zayn saat itu. Sehingga dia masih selamat hanya kaki'nya saja yang terluka, setelah kecelakaan itu dia memakai kursi roda"


"Gadis yang sudah menyelamat'kan Zayn, dia masih mau menemani Zayn hingga Zayn bisa berjalan lagi seperti semula, sejak Zayn masih memakai kursi roda hingga Zayn memakai tongkat, gadis itu selalu menyemangati Zayn belajar berjalan lagi dengan menggunakan tongkat"jelas Rosa dengan senyuman di wajah'nya dan menerawang jauh ke'masa kecil'nya Zayn..


"Tapi setelah Zayn kembali sehat gadis itu hilang entah kemana kami tidak pernah melihat dia muncul kembali dan hal itu membuat Zayn sedih dan marah, bahkan Zayn meminta kepada Papa'nya untuk mencari gadis itu tapi tidak bisa di temukan, sehingga membuat Zayn dingin dan kaku seperti sekarang"lanjut Rosa yang terlihat murung dan ia menunduk sembari mengelus kalung yang ia pegang sejak tadi.."Ini adalah kalung milik gadis itu, kalung ini di temukan di taman sekitar komplek ini, kami semua tidak tahu apa yang terjadi pada gadis itu"


***


sampai sini dulu yah cerita'nya


maaf bagi yang komen othor gak bisa bales semua, jangan di ambil hati ya 🙏🏻🙂

__ADS_1


__ADS_2