
Zia membelalak, tidak ... tidak mungkin, ini tidak mungkin bukan? jelas hanya ada dua yang cocok sedangkan keluarga Erizon sepertinya tidak mungkin, karena laki-laki paruh baya bermarga Erizon ini memiliki keluarga yg lengkap istri dan anak-anaknya jelas ada bersamanya, bahkan tidak ada data-data yg di tutup-tutupi.
Satu lagi nama marga laki-laki paruh baya ini ada kemungkinan adalah suami dari Rhea Prameswari, tapi apakah ini mungkin? Emmerson, Abraham Ardana Emmerson. Nama lengkap laki-laki paruh baya itu.
Tidak, tidak mungkin dia itulah yg slalu Zia pikirkan. Zia mencoba mencari lagi barangkali ada yg terlewat pasti ada marga berawalan hurup E lainnya.
Namun ternyata nihil. Dan satu lagi nama depannya pun cocok dengan nama yg ia dapat dari Rosa Adhitama.
" Abraham nama depan suami Rhea Prameswari.
Tangan Zia gemetar, dahinya berkeringat, jantungnya berdetak dengan kencang. Tidak bukan ini tidak mungkin Abraham Ardana Emmerson adalah Ayah kandung Zia Aliana.
Iya nama marga Zia yaitu Emmerson, nama marga yg selama ini dia sembunyikan dari khalayak umum.
"I-itu berarti?" gumam Zia gemetar.
" D-dia adalah i-ibuku?"
" B-bunda?" mata Zia berkaca-kaca, Zia mulai terisak, dadanya sesak. kebetulan macam apa ini?..
......................
Zia kini tengah berada di tempat yang dia sediakan untuk bertemu kliennya, kali ini Zia tidak bisa bertemu dengan kliennya itu di tempat klien itu.
Apalagi kliennya ini adalah ibu dari teman sebangkunya, tunggu, apa? teman? benarkah Zayn adalah temannya?..
Setelah mendapatkan informasi yang bahkan itu juga membuat Zia syok, namun Zia berlarut-larut maka akan lama untuk memecahkan teka-teki kasus ini yg bisa saja berkaitan dengannya juga.
Zia semakin penasaran apakah benar Rosa Adhitama adalah sahabat ibunya dan Rhea Prameswari adalah istri dari Ayahnya?.
Zia tidak sabar bertemu dengan Rosa Adhitama, dia benar-benar ingin segera mengetahui yang sebenarnya.
setelah 15 menit lamanya dia menunggu, akhirnya Rosa Adhitama pun tiba.
" Bagaimana nona Ze? apa informasi yang anda dapat" tanya Rosa setelah duduk.
Zia menyodorkan berkas yang terdapat informasi diagnosis Rhea Prameswari.
" Terdapat nama belakang inisial E dimana dan juga fakta bahwa dia di racuni hingga membuat kandungannya lemah," terang Zia saat Rosa membaca berkas itu.
" Dan ini daftar nama-nama yang saya cari untuk menemukan siapa nama suaminya dan yang cocok menurut saya adalah dia" lanjut Zia sembati memberikan berkas lain dan menunjuk salah satu nama yg ada di berkas itu.
" Abraham Ardana Emmerson" gumam Rosa
__ADS_1
" Apakah dia suami nyonya Rhea Prameswari? apa anda pernah bertemu dengan suaminya?" tanya Zia dia ingin segera meyakinkan.
" saya tidak pernah bertemu secara langsung karena saat pernikahan Rhea saya sedang berada di luar negri urusan bisnis, saya sering bolak-balik ke beberapa negara secara random karna urusan bisnis. Dan ketika saya ada waktu dan meluangkan waktu saya untuk meet dengan Rhea sulit bisa bertemu dengan suaminya karena suaminya pebisnis yang sangat sibuk sama seperti suami saya".
" Tapi saya setuju dengan pendapat anda nona Ze, kemungkinan pak Abraham Emmerson adalah suami Rhea karena bukankah kabarnya istri beliau juga meninggal. Tapi sayangnya tidak ada kabar bahwa dia memiliki seorang putri dan juga kematian istrinya dirahasiakan" lanjut Rosa.
Zia tahu sangat tahu akan hal itu. Ayahnya memang tidak mau mempublish Zia sebagai putrinya dan tentang kasus ibunya dia sama sekali tidak tahu, mungkinkah ini waktu yang tepat dia meretas data-data ayahnya? sedangkan dia tahu ayahnya pun menyembunyikan data-datanya menggunakan hacker yang handal juga.
jika dia meretas data-data ayahnya hacker pribadi Ayahnya akan mengetahuinya dan bisa saja hacker itu balik menyerangnya.
" kalau begitu mungkinkah dengan meretas data-data tuan Abraham kita dapat mengetahui kebenaranya ?" tanya Zia.
Zia berharap Rosa bisa melakukannya sendiri, bukankah keluarganya punya hacker pribadi juga seperti ayahnya dan Zia juga tahu jika inti Alexand pandai dalam bidang itu juga. Bagaimana Zia bisa tahu? karena salah satu inti Alexand berusaha meretas datanya namun di gagalkan oleh Zia sendiri dan dia balik meretas orang itu dan ternyata pelakunya adalah Galang.
" Mungkin bisa saja saya akan menyuruh orang kepercayaan saya untuk berusaha meretasnya untuk membantu anda selebihnya mungkin pasti ada berita mengenai istri dari tuan Emmerson yang mungkin sudah di sembunyikan, munkin anda bisa melakukan itu, bagaimana tawaran saya?"
Sesuai keinginan Zia, Zia tersenyum miring " Begini bu Rosa menurut saya, saat saya mencoba mencari data-data tuan Emmerson data-data beliau tersembunyi, saya rasa dia juga menyewa hacker untuk menyimpan data-datanya. Dan jika kita ingin meretas tanpa ketahuan salah satu caranya adalah di perlukan kerja sama, dimana satu orang mencoba meretas dan satu lagi akan memasang virus kekeamanan data tuan Emmerson, sehingga dapat menyamarkan siapa yang sudah meretas dan bisa juga tidak terlihat jika data-datanya telah di retas"..
" jadi maksud anda?" tanya Rosa.
Berat rasanya Zia mengatakan ini, namun dia juga tidak mau mengambil resiko jika benar Rhea Prameswari adalah ibunya maka Rosa Adhitama ini adalah sahabat ibunya, dia tidak bisa mengambil resiko dengan menumbalkan sahabat baik ibunya.
" Jadi saya dan orang kepercayaan bu Rosa yg ahli dalam bidang ini kita akan bekerja sama di tempat yg sama saat akan meretas data tuan Emmerson." ucap Zia sedikit berat. Bagaimana tidak berat? untuk pertama kalinya dia akan bekerja sama dengan orang lain sedekat saat ini.
Zia berharap orang yg di suruh Rosa bikanlah anak dan teman-temanya sendiri, semoga saja audit keamanan pribadi keluarga Adhitama yang akan bekerja berdampingan debgannya.
"Bagaimana jika sabtu minggu?"
" kenapa harus sabtu minggu?" tanya Rosa.
" karena saya masih menempuh pendidikan saya di hari aktif"
Rosa mengangguk tanda mengerti " Of course, deal, nanti saya akan hubungi anda kelanjutannya".
......................
Rosa yang baru kembali dari pertemuannya dengan sang hacker Ze di sambut oleh putranya yg sedang menunggunya di teras rumah.
" Ma, mama kenapa gak kabarin Zayn sih kalau mau bertemu sama nona Ze lagi? kan Zayn udah bilang mama cuma boleh ketemu sama nona Ze bersama Zayn ma. Zayn khawatir ma" ucap Zayn dengan nada cemas.
" Zayn sstt, mama tidak apa-apa, maaf jika mama tidak mengabari kamu, mama lupa karena dia juga mengajak bertemu secara mendadak" jelas Rosa.
" Tapi ada satu kabar yang harus kamu ketahui" ucap Rosa.
__ADS_1
" Apa ma?"
" Kita akan meretas data yg diduga adalah suami Rhea namun data itu memiliki keamanan IT dan nona Ze berkata untuk menerobos datanya kita harus menerobos secara samar".
" Maksudnya ma?"
" Jadi begini kita akan meretas data suami Rhea dan nona Ze akan melindungi data kita dengan memberi virus kepada data keamanan suami Rhea".
Seperti mendapat berlian runtuh ini adalah kabar yg sangat mengejutkan dan tak terduga sama sekali.
Akhirnya dia bisa bertemu secara langsung dengan nona Ze..
" Baiklah nona Ze, sepertinya tidak lamanya kita akan tahu apakah nona Ze dan Zia adalah satu orang yg sama" batin Zayn
" Kalau begitu biar Zayn aja ma yg jadi partnernya nona Ze" ucap Zayn semangat.
Zayn mungkin di sekolah dan di luaran sana dia akan dingin sedingin kutub utara, namun jika bersama orang yang dia sayang dia akan sehangat matahari.
Rosa menggelengkan kepalanya, putranya ini tidak pernah seantusias ini ketika akan bekerja sama dengan sosok perempuan. Entah apa alasannya kali ini Rosa berharap hal ini bisa mengubah hidup Zayn.
......................
Zia kini tengah berada di jalanan, dia sedang mencari makan dengan jalan kaki karena dia ingin mencari tempat makan sekitar apartemennya saja.
Zia menggunakan hoodie over size yang menggelamkan tubuhnya yang kecil, kepalanya pun di tutupi tak lupa masker hitamnya.
Ketika tengah asik bekerja menikmati angin malam tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong, Zia yang mendengar pun langsung mengedarkan pandangan. Hingga dia melihat seorang ibu yg sedang berusaha mempertahankan bayinya dan seorang laki-laki yang ingin merebutnya.
Zia menghampiri mereka namun sebelum Zia berhasil mendekati laki-laki itu berhasil meraih belakang baju laki-laki itu Zia pun memukul leher belakang laki" itu dan dengan sigap merebut bayi itu dan membawanya kedalam gendongannya, kakinya ia tendangkan ke kepala laki-laki itu. Namun rupanya laki-laki itu tidak menyerah dia bangkit lagi, Zia yg sembari menggendong bayi itu ia memutuskan menggendong bayi itu dengan sebelah tangannya dan sebelahnya lagi ia gunakan untuk menghajar laki-laki itu.
Zia nampak sudah terbiasa menggendong bayi dengan aebelah tangannya bayi itu yg tadi menangis kini hening berada di dekapan Zia, Zia yg berkelahi dengan satu tangan dan kakinya tidak membuat bayi itu menangis.
laki-laki itu berusaha menentang Zia namun langsung di tangkis oleh Zia, dengan sebelah tangannya Zia memegang kaki laki" itu dengan tangan kanannya dan langsung ia putar dan membanting laki" itu ke tanah.
Tanpa melepaskan kaki laki" itu Zia mengangkat kaki laki" itu dan dia beranjak mendekati setelah itu Zia menginjak paha bagian bawahnya dan aset utama kehidupannya berkali-kali secara bergantian.
setelah dirasa lawanya tak sadarkan diri Zia lantas menghempaskan kaki laki" itu sembari mendekati ibu sang bayi, Zia menepuk-nepuk sang bayi dengan sayang. Bayi yg berada dalam gendongan Zia nampak nyaman dan tertidur dengan nyenyak, setelah sampai di depan ibu sang bayi Zia menyerahkan bayi itu kembali pada ibunya.
" Terimakasih neng sudah menyelamatkan bayi saya, saya tidak tahu jika tidak ada neng disini tadi'" ucap ibu itu sembari menangis.
" Tidak masalah bu, lain kali jika sudah malam jangan keluar membawa bayi, bahaya" ucap Zia halus namun tetap masih terkesan datar.
" Saya akan menelepon polisi sebelum pencuri itu bangun" ucap Zia sembari mengeluarkan ponselnya..
__ADS_1
" ibu tadi sudah menghubungi polisi neng, mungkin sebentar lagi polisi akan datang" ucap sang ibu..
Tanpa Zia sadari bahwa semua kejadian tadi di saksikan oleh sepasang mata yang tajam dan datar dari jarak yg tidak terlalu jauh darinya..