
Laras pun akhirnya pergi dari rumah itu bersama Robbi, dan hal itu malah membuat Zia memiliki kesempatan untuk memulai permainannya kembali..
"Lest see Mak Lampir, permainan selanjutnya akan segera di mulai"ucap Zia tersenyum miring..
"Robbi nyalakan lokasi mu"ucap Zia dengan alat monitor yang ia gunakan di bagian telinganya..
Zia pun bergegas keluar dengan mengendarai motornya, ia juga membawa sebuah topeng yang akan ia gunakan untuk mengerjai Mak Lampir itu..
Laras saat ini tengah berada di sebuah salon langganan nya untuk treatmentnya
Zia pun saat ini sudah berada tepat di depan salon,
Zia saat ini sedang berbicara dengan Robbi orang kepercayaannya yang bekerja menjadi supir Laras..
"Apa kau sudah mengondisikan dengan orang salonnya?"ucap Zia..
"Sudah nona Ze"ucap Robbi dari balik monitor..
"Bagus, kau jaga di depan pintu salon, Aku akan masuk lewat pintu belakang".
"Baik nona Ze"
setelahnya Zia pun mulai memasuki salon itu dengan melalui jalan pintu belakang salon.
Dan Laras membooking salon itu sehingga tidak ada pengunjung lain selain dirinya, dan hal itu justru malah membuat Zia lebih mudah untuk menjalankan aksinya ..
Zia mulai masuk ke dalam salon perlahan-lahan, Zia pun memberi kode kepada para staf salon yang melayani Laras itu dan para staf salon itu mengangguk dan mundur perlahan, Zia mendekat dan menggantikan pekerjaan staf salon itu. Staf salon itu pun mulai bersembunyi atas perintah Zia..
__ADS_1
Laras yang saat ini tengah memejamkan mata nya pun tidak sadar akan situasi di sekitarnya..
Zia mulai mengambil botol yang berada di saku kemejanya dan Zia mulai menuangkan isi botol itu ke rambut Laras hingga mengalir ke permukaan wajah Laras. Laras pun mulai merasakan ada perihal yang aneh karena cairan itu sampai ke wajahnya,..
Laras pun mulai membuka matanya dan dia marah dan bangkit dari duduk nyamannya..
"Mbak, bagaimana sih kok tidak becus ker..."ucap Laras terkejut dan tidak meneruskan bentakan itu kepada staf dan saat Laras melihat manusia bertopeng itu dan teryata iya berada di belakangnya, Laras merasa takut hanya saja iya tidak mau menunjukannya..
"K,,,kau sssiapaa, ma,,mau aapa kaau"ucap Laras terbata..
"P,,pelayan, mana pelayan salon ini, kenapa kau"ucap Laras sambil menunjuk Zia dengan takut .. "Sssst, percuma kau berteriak tidak akan ada orang yang membantumu di sini"ucap Zia sambil menempelkan telunjuknya ke bibir Laras .
Zia mengeluarkan pisaunya yang berada di saku jaketnya..
"A,,aapa yang akan kau lakukan?"ucap Laras terbata..
"Bbbermain aapa" Zia mendekatkan pisau itu ke pipi kiri Laras.
."Bermain dengan kulit yang selalu anda rawat ini"
Laras diam tak berkutik, keringatnya bercucuran di bagian keningnya"S,,siapa kau?"ucap Laras terbata dan menunjukkan jarinya ke wajah Zia yang memakai topeng..
"Aku? Aku malaikat pencabut nyawa Mu"bisik Zia tepat di telinga Laras..
Laras berusaha memberontak namun Zia malah semakin mendekatkan pisaunya itu ke bagian leher Laras..
"Tapi tenang saja, bukan sekarang. Aku masih akan memberikan Mu waktu, jika kau mau mengakui semua kesalahan Mu dan menyerahkan diri mu kepada polisi aku akan melepaskan Mu, dan jika tidak maka aku yang akan menghabisi Mu"ucap Zia sambil tertawa dalam topengnya dan Zia berada di belakang Laras sambil memegang pisau di bagian leher Laras yang membuat Laras tidak bisa bergerak..
__ADS_1
"TO,,,TOLOOONG,,"teriak Laras..
Zia pun memukul Laras hingga Laras tersungkur dan pingsan ..
Setelah itu Zia keluar dari salon itu, dan memberikan uang lebih kepada staf salon tadi..
"Robbi sudah kau siapkan kotak kejutanku?"ucap Zia kepada Robbi..
"Sudah nona Ze, saya sudah menyiapkan nya dan kotak itu sudah berada di dalam mobil"ucap Robbi kepada Zia dan Zia mengangkat kedua jempolnya..
"Baguss, kalau begitu aku balik dulu"
Saat Zia sudah keluar Laras tersadar dari pingsannya dan Laras langsung berlari ke dalam kamar mandi, betapa terkejutnya ia melihat bagian kepalanya yang ada cairan merah berbau amis ..
Saat Laras keluar dari kamar mandi betapa terkejutnya lagi ia sudah menemukan staf salon itu lagi..
"Hehh pelayan kalian dari mana saja? Kalian tidak becus sampai ada penyusup yang masuk ke salon ini"omel Laras pada staf salon itu .
"Penyusup siapa ya Bu?"ucap staf salon itu pura - pura tidak mengetahuinya..
"Ya mana saya tahu, dia tadi tiba-tiba masuk dan mengucurkan cairan merah berbau amis ke bagian kepala ku, kalian bisa liat bekasnya di kursi itu"ucap Laras menunjuk kursi yang di dudukinya tadi...
"""*****
jangan lupa like , vaforitkan dan dukung terus cerita Zia yang akan membalas dendam atas kematian Bundanya,, mari kita lihat di sesi berikutnya😌
sampai jumpa sampai ketemu lagi..
__ADS_1