
Di sekolah SMA Garuda lebih tepatnya di lapangan..
"Gila sih pak samsul kaki gue kebas banget coy keras banget rasanya kelamaan berdiri, ceramahnya panjang bener heran gue gak ada habisnya yang dia omongin" sahut Arbian..
"Tau tuh ada aja, malah segala cerita gak jelas lagi. itu bukan amanat namanya melainkan bercerita seperti menceritakan buku dongeng banyak bener"
"lu bayangin kalau lu jadi anaknya pak samsul, pasti lu bakalan di ceramahin mulu kalau lu ada masalah."
"Tertekan dah gue kayaknya, mungkin tiap hari di ceramahin mulu."
Begitulah keluh kesah dari Arbian dan Andrew sejak beranjak dari lapangan upacara hingga berada di kelas kedua laki-laki itu tidak ada hentinya berbicara.
"lya juga sih, eh btw si Zia nya mana?" Andrew dan Galang hanya mengedikkan bahu tanda tidak tahu..
Disisi lain seperti di lapangan Zayn yang sedang hormat ke bendera bersama beberapa anak yang lain tiba-tiba merasa ada pergerakan di sampingnya..
"Zia, lu ngapain di sini?" tanya Zayn setelah melihat bahwa gadis itu kini berada di sampingnya ikut hormat ke tiang bendera...
"Harusnya gue yang di hukum bukan lu dan gue yang gak bawa topi bukan lu" sahut Zia tanpa menoleh..
"Tujuan gue kasih topi ke lu buat lu biar gak di hukum" jawab Zayn dengan kesal..
__ADS_1
"Kenapa lu lakuin itu? lu kira gue lemah? gue gak butuh rasa simpati lu, sebaiknya lu pergi ke kelas" sahut Zia.
"Lu keras kepala banget" ucap Zayn
"Lu gak nyadar lu juga sama" sahut Zia
"Mending lu masuk ke kelas orang gue yang gak bawa topi tenang kalau ada pak Ridwan gue bakal bilang kok" sahut Zia yang melihat kearah Zayn dan kembali menghadap ke arah tiang bendera..
"Enggak, lu aja sana yang ke kelas, jangan sia-siakan pengorbanan gue" sahut Zayn kesal..
"Dih kenapa lu.." belum sempat Zia melanjutkan pembicaraanya dia sudah terpotong dengan seorang pria yang menghampiri mereka dan berkata..
"Pak sebenarnya.." ucapan Zia terpotong oleh Zayn..
"Dia mau nemenin saya pak, katanya gak tega liat saya di hukum" jawab Zayn.
Seketika Zia merengutkan dahinya dan menoleh kearah Zayn dengan ekspresi wajah kesal..
'Apa apaan ini orang, gila apa dia kesurupan ?' batin Zia heran dengan sikap Zayn.
"Enggak pak, seharusnya saya yang di hukum karena saya yang gak bawa topi bukan Zayn. dia yang telah pinjamkan topi nya kepada saya jadi saya yang salah disini" sahut Zia yang melirik kearah Zayn dan bealih melihat pak Ridwan..
__ADS_1
"Benar begitu?" Zayn yang hendak menjawab pertanyaan pak Ridwan langsung di potong oleh Zia..
"Benar pak, kalau bapak tidak percaya bapak bisa tanyakan ini kepada teman-temanya" jawab Zia
pak Ridwan mengangguk "Baiklah Zayn kamu masuk ke kelas biar Zia yang di hukum karena memang seharusnya dia bukan kamu" sahut pak Ridwan..
"Tapi pak" sahut Zayn.
"Kenapa?" jawab pak Ridwan.
"Tidak pak, iya saya masuk pak permisi"ucap Zayn langsung pergi dari sana.
Zia tersenyum miring, bukan apa-apa Zia melakukan ini karena ia tak mau berhutang budi pada siapapun.
"Baik, kalian lanjutkan hukuman kalian hingga jam pelajaran kedua baru kalian boleh masuk"
"Baik pak" ucapnya serempak yang berada di lapangan itu dan juga termasuk Zia yang menggantikan Zayn..
***
hayy semuanya ini othor udah ap 3 bab . othor maksain ap karena othor kasian sama pembaca yang selalu nungguin othor ap..
__ADS_1