
"Sebenarnya apa alasan lo gabung jadi Mafia Ze? mau sampai kapan?" tanya Zayn pada Zia..
"Lo nyelidikin gue sampai segitunya?" tanya Zia balik.. Zayn hanya menggelengkan kepala"Kan gue udah bilang gue juga di bidang yang sama kayak lo, Mama juga dulu tahu tapi semenjak dia depresi dan masuk Rumah Sakit Jiwa dia lupa tentang hal gelap profesi lain papa itu sebabnya kita gak bisa blak-blakkan di depan Mama"Zayn menghela nafasnya dalam karena terlalu banyak bicara..
"Bukannya seharusnya sesama Mafia tahu identitas Mafia lain, tapi gue tahu lo bodo amatan jadi selama orang itu gak ngusik lo, lo gak akan ikut campur apapun dan gak bakal nyari tahu apapun tentang orang itu" lanjut Zayn menjelaskan..
"Lumayan detail juga lo tahu informasi tentang gue"ucap Zia yang sambil memanggut-manggutkan kepalanya..
"Jadi lo juga Mafia? sejak kapan?"tanya Zia..
"Dari kecil gue udah di ajarin sama bokap gue udah berlatih sejak kecil dan gue beneran terjun waktu Sma kelas X, itu juga karena keadaan darurat" jawab Zayn..
"Zia mengangguk"Kakak lo tahu?" tanya Zia..
"Ya iyalah"
"Tahu soal hue Mafia?" pekik Zia..
"Kalau itu belum"
"Makasih yah" ucap Zayn..
"Makasih buat apa?" tanya Zia
"Makasih udah menyelamatkan Ansel"
"Sama-sama"
"Apa rencana lo selanjutnya?" tanya Zayn..
__ADS_1
"Gue mau menyelidiki soal adiknya bokap Rafael dan temen Bunda gue"
"Nyokap gue?"
"Ckk bukan, temen Bunda gue kan ada beberapa, namanya Laras dia berkali-kali berusaha godain bokap gue, minta di nikahin" jelasnya..
"Terus?"
"Ya gak pa pa gue harus waspada bukan, bisa jadi dia atau orang lain, tapi belum begitu pasti"
"Lo pernah ketemu sama Laras_Laras itu?"
"Udah, dia pernah sekali ke Mansion papa, gak jelas mana pakaiannya kayak pelacur yang ada di bar"
"Zia"
"Hem"Zayn menyerahkan benda berbentuk kotak berwarna hitam..
"Lo coba dengerin dulu"
"Buat apa?"
"Itu waktu Rafael gak sengaja ngeliat lo sama abang lo di makam, ini hasil rekaman suara yang di dapatkan sama Rafael," ucap Zayn dan ..
Zia menerima benda itu"Ok thanks ya nanti gue dengerin di kamar" jawab Zia..
"Hmm"
"Emm, Roger siapanya lo?"
__ADS_1
"Dia udah kayak abang buat gue dan yang selalu ada buat gue, gak ada hubungan darah tapi dia udah kayak keluarga bagi gue"
"Lo bisa kayak sekarang karena dia?" tebak Zayn dan di angguki oleh Zia..
"Terus Leon?"
"Gue melihara dia semenjak dia berusia 2 tahunan kalau gak salah, saat itu dia kehilangan ibunya, karena nasibnya sama kayak gue ya gue pelihara deh"
Zayn terkekeh kecil" Agak beda yah sama cewe normal lainya"
"Maksud lo, gue gak normal gitu, wah kurang asem lo" ucap Zia kesal..
"Ehh bukan gitu, lo di atas normal bahkan mungkin gak ada cewe yang kayak lo, lo itu limited edition"
"Gak usah gombal lo"
"Tuh kan beneran limitid edistion, gak gampang blushing" ucap Zayn membuat Zia melotot kepadanya..
"Jadi sela 1o hari ini lo di italia?" tanya Zayn..
"Gak cuma 8 hari doang kok, gue nyampe indo dua hari kemaren"
"udah"
"Apanya?"
"Masalahnya udah Clear?"
"Udah"
__ADS_1
"Zia, lo gak rindu sama gue gitu?" tanya Zayn tiba-tiba..
***%