'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 94


__ADS_3

"Abang tau itu ulah siapa?".


"Engga, mereka gak bilang, emang kamu tahu itu ulah siapa?"tanya balik Ezra..


"Iya bang Zia tahu, itu ulahnya Rio dan Deri"


"Hah? Yang kemaren buat kegaduhan dengan keluarga Adhitama itu, bukannya mereka berada di penjara?".


"Iya mereka berdua, mereka melarikan diri dari penjara beberapa hari yang lalu"


"Tapi kenapa mereka sekarang malah mengincar abang?"


"Awalnya setelah mengincar keluarga Adhitama, mereka ingin mengincar Papa, namun karena rencana mereka gagal sepertinya mereka main aman dengan mengincar Abang terlebih dahulu sekarang"


"Bagaimana kamu tahu soal semua ini Dek?"


"Zis bakal kasih tahu ke abang dan abang harus bisa jaga rahasia. Zia juga pengen abang belajar beladiri lebih dalam lagi dan belajar caranya menggunakan senjata"


"S,,,senjata? Bukannya itu ilegal Dek?"


"Justru karena itu makannya dengerin dulu ihh abang".


"Hehehe iya iya abang dengerin, sok atuh cerita"


Zia pun mulai menceritakan segalanya tentang pekerjaan dirinya dan tentang dirinya juga seorang mafia sekaligus agen rahasia Kepercayaan negara dan tentang pertemuan Zia dan Roger Zia menceritakan semuanya kepada Ezra..


Saat setelah Zia menceritakan segalanya Roger dan Rendi datang, Ezra yang melihat kedatangan Roger ke taman Ezra menghampiri Roger.


"Gue mau ngucapin terimakasih sama kalian berdua, terimakasih lo pada udah jagain adek gue padahal gue sendiri sebagai abangnya malah nyakitin perasaannya dia. Makasih atas segala dukungan lo ke adek gue yang gak pernah gue kasih ke dia"ucap Ezra dengan mata berkaca - kaca ..

__ADS_1


"Gue udah anggap Zia sebagai adek gue sendiri, gue dulu juga punya adek perempuan jika dia masih hidup mungkin seumuran dengan Zia dan mungkin mereka jadi teman. Gue tahu gimana rasanya penyesalan pernah menyia - nyiakan seorang adek dan gue saat itu benar - benar hancur yang dimana kehilangan seorang adek yang gue sayangi dan sekarang gue gak mau kehilangan seorang adik lagi jadi gue jaga Zia karena Zia sudah gue anggap seperti adek gue"ucap Roger panjang lebar..


Ezra yang mendengarkan itu dia mengulurkan tangannya "Sekarang lo mau kan bekerja sama dengan gue buat jagain Zia?"tanya Ezra.


Roger pun membalas uluran tangan Ezra "Tentu, gue pastinya setuju"


"Tapi sebelum itu ajarin gue ilmu bela diri hehe".


"Baiklah"


∆∆∆∆∆


Setelah kejadian Deri dan Rio yang ingin menculik Ezra kini mereka sering mendapatkan teror di tempat persembunyian nya. Tiap harinya mereka mendapat teror yang berbeda di mulai dari penyelundup yang masuk ke rumah mereka dan membunuh beberapa penjaga yang bekerja di kediaman Deri dan Rio, lalu teror dengan terdapatnya banyak ular di dalam rumah, dan tertulis surat ancaman yang di sertai dengan tiga bangkai tikus itu terdapat beberapa tusukan pisau di bagian perut tikus - tikus itu.


Di lanjut dengan ada badut serem yang mendatangi mereka mengancam mereka membuat Deri dan Rio sulit beristirahat apa lagi mendapatkan ketenangan. Di tengah kekhawatiran kakak beradik itu menjadi kesenangan bagi Zia, selain kakak beradik itu Zia juga melontarkan teror kepada Laras.


"Ini baru permulaan, tidak ada hukuman yang lebih baik dari penyiksaan seorang pembunuh"


"Anak sama ibu sama - sama pelacur, sama - sama simpanan pria hidung belang, bagaimana jika hal itu diberitakan di sosial media atau enggak ke televisi"


"Reputasi kalian pasti akan hancur, seperti kalian yang menghancurkan reputasi Papa ku dulu maka aku akan melakukan hal yang sama. Bahkan lebih"monolog Zia, tanpa izin air mata Zia mengalir begitu saja sembari memandangi foto Bundanya.


Zia pun memeluk foto Bundanya dengan erat "Bunda, Zia harap Zia tidak membuat Bunda kecewa disana"


Saat mendengar langkah kaki seseorang Zia pun menghapus buliran bening yang berada di pipinya dan memasukan kembali foto Bundanya ke dalam tasnya.


Kini Zia tengah berada di kelas. Murid - murid kelas XII IPA I mulai berdatangan satu persatu.


Tak lama bel masuk dan pelajaran akan segera di mulai. Zia belajar dengan diam dan fokus, tanpa di sadari sesekali Zayn meliriknya sudah beberapa hari ini Zia tidak bisa belajar bersama dengannya dan setelah ini mereka akan libur selama dua minggu untuk menyiapkan ujiannya..

__ADS_1


Bel istirahat selesai guru pun menyudahi pelajarannya dan para murid pun mulai berangsur keluar kelas, berbeda dengan Zia yang tidak ingin beranjak dari kelasnya.


Saat Zayn dan teman - temannya ingin pergi Luna masuk ke dalam kelas dan menghampiri Zia.


"Zia aku bawain kamu bekal buat makan siang"ucap Luna yang menyodorkan kotak makannya ke depan Zia..


"Gak usah gue bawa bekal sendiri, mending lo makan sendiri tuh bekel lo"jawab Zia ketus..


"Mana buktinya kalau kamu bawa bekal sendiri?"tanya Luna gak percaya.


Zis memutar bola matanya malas Zia meraih tasnya dan mengeluarkan kotak makan dari dalam tasnya "Nih, masih gak percaya? Udah berapa kali gue bilang gue gak mau nerima apapun dari lo dan gue gak mau berteman sama lo, karena gue gak butuh teman seperti lo. Lo ngerti kan maksud gue apa atau masih perlu gue jelasin hah?"


Semua yang masih berada di kelas mereka terperangah mendengar Zia berbicara begitu panjang untuk pertama kalinya. Bahkan Luna pun terkejut, usahanya tidak ada hasil. Bahkan Zia semakin gencar menolak menjadi teman.


"Berhenti mengganggu hidup gue dan bersikap lah seperti awal yang tidak saling mengenal karena emang kita gak pernah saling mengenal. Lo tahu gue cape terus di ikutin sama lo tau gak?"ucap Zia lagi lalu beranjak pergi dari kelas dengan membawa kotak makannya yang ia bawa dari rumahnya..


Zayn dan teman - temannya hanya diam menyaksikan drama korea yang ada di depannya..


***


hay,,hay,,hay maaf author navisha baru up lagi, karena akhir - akhir ini othor sering sakit bahkan anak - anak othor juga gak ada yang rawat,.. mohon doanya dari kalian semua dan mohon dukungan dari kalian juga tanpa dukungan kalian othor gak ada apa - apanya terimakasih.. jangan lupa


like


vote


kritiknya


favorit

__ADS_1


dan


rate juga bintang 5 nya yah di tunggu🙏🏻😅😅


__ADS_2