
Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak 15 menit yang lalu. Namun Zia masih tetap berada di tempat duduknya, hanya tersisa dirinya saja di dalam kelas itu, gadis itu diam dengan tatapan yang sulit di artikan.. Dalam tatapannya itu terdapat penyesalan terdapat kekecewaan..
Dia kecewa karena baru kali pertama dia gagal dalam bidang yang sudah ia tekuni selamq hampir lima tahun, baru kali ini ia gagal menjadi hacker, mungkin kliennya mengira misinya berhasil namun bagi Zia tidak misinya gagal.. karena sekarang misi kliennya bukan hanya misi klien itu saja tapi juga misi pribadinya dan ia gagal.
Kemana dia harus bertanya, kemana dia harus mencari lagi. Zia kehilangan arah dia tidak tahu harus berjalan kearah mana..
Setelah dirasa sekolahnya sepi Zia bangkit fan beranjak dari kelas menuju parkir sekolah. Zia yang sudah berada di motornya langsung menancap gas meninggalkan pekarangan sekolahnya, dengan pikiran yang berkecamuk penuh tanda tanya..
Zia tidak ingin pulang kerumahnya, dia butuh waktu sendiri jadi dia akan tinggal di apartemennya sementara waktu. saat perjalanan menuju apartemennya Zia melihat seregombol preman yang memiliki tubuh besar tengah mengukung seorang gadis..
Zia memicingkan matanya ia seperti tidak asing bagi Zia, setelah Zia perhatikan lebih seksama ternyata gadis itu adalah gadis yang satu sekolah dengannya.
Sebenarnya Zia akan pergi begitu saja tapi mengingat Bundanya dia pun berniat ingin menolong gadis itu. Zia pun meninggalkan motornya..
" Heh kalian" ucap Zia sembari berjalan mendekati kearah mereka..
" Eits ada pahlawan kesiangan nih"
" Tapi cewe mah bisa apa, sini cantik ikut main sama kita-kita" ujar pereman itu..
" Cih, banci kalian beraninya sama cewe, sini hadapin gue" bentak Zia..
" Udahlah cantik dari pada kamu repot-repot lawan kita nanti sakit semua mending kita kasih yang enak-enak"
Zia geram preman-preman ini banyak basa basi Zia malas berkata lama pun langsung menghajar mereka, Zia menendang, memukul, membanting,emiting bahkan sampai mematahkan kaki salah satu preman-preman itu..
Meski tiga banding satu bukan tandingan bagi Zia meski ukuran badan mereka jauh lebih besar dari Zia. mereka bertiga pun tumbang dan berlari meninggalkan Zia..
" Cih, sok kuat badan ajah di gedein, lawan gue ajah gak becus" gumam Zia..
__ADS_1
Zia yang hendak kembali kemotornya seketika berhenti melangkah..
" Tunggu" ucap gadis yang di tolong Zia
Zia berhenti dan berbalik menghadap kearah gadis itu..
" Makasih ya Zia sudah nolonhin aku"
" Hm" Zia pun kembali berjalan menuju motornya ..
" Z..zia tinggu"
Zia menggeram dalam hati gadis ini selalu saja membuat Zia kesal, ingin sekali Zia membanting gadis ini, sudah cukup seharian ini dia mengganggu ketenangan Zia..
" Apa?" tanya Zia tanpa membalik badan..
" G..gue boleh nimpang sama lo gak?"
" Yah ayo" jawab Zia yang langsung menaiki motornya. saat hendak naik gadis itu kembali bertanya..
" l..ini gimana cara naiknya"
" Ck, dasar cewe manja dari tadi ribet banget sih lo heran gue, lama banget gue pengen cepet-cepet pulang" ucap Zia sewot..
" l..iyah maaf" gadis itu pun naik keatas motor Zia karena motor Zia tinggi membuat roknya tersingkab..
Zia yang melihat itu langsung melepaskan jaketnya dan memberikan pada gadis itu .
" Pake" ucap Zia datar
__ADS_1
" Hah?" jawab luna bingung
" Ck pake, rok lu kebuka, lelet amet sih lo Lun"
Luna pun menuruti Zia dan menerima jaket lalu ia gunakan untuk menutupi pahanya..
" Rumah, lo tunjukin jalannya nanti"
" iya Zi"
setelahnya Zia melajukan motornya, luna pun mengarahkan jalan menuju kerumahnya kepada Zia..
tak berapa lama mereka pun sampai sampai di rumah Luna..
" Makasih ya Zi atas tumpangannya dan udah nolongin gue tadi" ucap Luna setelah turun dari motor Zia..
" Hm, jaket" ucap Zia yang seketika membuat Luna segera mengembalikan jaketnya..Zia pun langsung memakainya kembali..
" Makasih sekali lagi yah Zi, gue gak nyangka meski lo ciek lo masih mau bantu gue meski gue tadi bersikap gak sopan ke lo pas di kantin"
" Hm" setelah berdehem Zia langsung melajukan motornya. sungguh Zia muak terlalu banyak basa basi, dia ingin segera pulang fan kembali menyelesaikan teka-teki kehidupannya..
" Gue gak nyangka Zi, meski lu orang yang cuek, judes dan sedikit kasar tapi lo masih mau bantuin gue yang bahkan sempat bersikap gak sopan ke lu, coba orang lain di posisi lu gak bakal banyuin gue.."
" Kayaknya gak ada salahnya gue temenan sama lo Zi, gue gak pernah ada teman. walau mungkin sulit semoga lo mau jadi teman gue Zi" ucap luna yang masih memandang letempat dimana Zia menghilang dari pandangannya..
" Gue tahu hati lo selebut sutra meski sikap yang lo tunjukin gak mencerminkan itu Zi, gue yakin pasti ada sesuatu lain yang gue atau siapapun gak ketahui dengan sikap lo yang kayak fill facenya...
Laki-laki itu menyaksikan semua tindakkan yang Zia lakukan, semenjak Zia menghajar preman-preman hingga gadis itubmengantarkan Luna ke rumahnya, dia mengikuti Zia ..
__ADS_1
" Udah dua kali gue liat lo nolong orang sekitar, hati lo gak sepenuhnya beku makanya lo masih nolong orang di sekitar"
Iyah laki-laki itu adalah orang yg sama dengan orang yang melihat Zia membantu seorang ibu-ibu yg anaknya akan di culik tempo lalu..