'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Bertemu Di Rumah Sakit


__ADS_3

Zia kini tengah berada di taman rumah sakit, duduk sendiri memandang pemandangan di sekitar dan sesekali memandang langit..


"Huh, kenapa jadi begini Tuhan kuatkan-lah Zia." Zia menghela nafasnya dan menghirup udara sembari memejamkan matanya, berharap bisa meringankan beban berat yang ada di benaknya..


"Tuhan, tidak bisakah aku mendapatkan kebahagiaan walaupun hanya sesaat saja, sebentar saja beri Zia kebahagiaan sebelum Zia pergi menyusul bunda"


"Zia ingin merasakan kasih sayang keluarga Zia, Zia ingin merasakan di peluk sama orang yang menyayangi Zia, Zia ingin merasakan usapan tangan seorang Ayah atau pun Kakak, Zia.." lirih Zia.. Zia tidak kuat melanjutkan pembicaraannya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menahan isak tangis yang akan keluar dari mulutnya."


"Zia" panggil seorang laki-laki..


Mendengar namanya di panggil seketika membuat Zia membuka matanya dan tepat di hadapannya berdiri seorang laki-laki..


"Lo ngapain di sini?" ucap Zia kaget tapi tidak di perlihatkan..


"Seharusnya gue yang nanya, lo ngapain disini" sahut pria itu..


"Gu,,gue, gue habis jengukin sodara" ucap Zia gugup..


"Kok lo gugup" tanya Zayn..


"Bukan urusan lo, lo sendiri ngapain disini"..


"Gue nemenin nyokap gue Check up ponakan gue"


"Oh" singkat Zia..


"Terus kenapa lo masih duduk disini?"


"Kenapa emangnya, gak boleh?"


"Yah gak papa sih"

__ADS_1


Zia kini kembali diam, sedangkan Zayn mengerutkan dahinya.."Kertas apa itu?"tanya Zayn..


Zia langsung melipat kertas itu dan memasukkannya kedalam amplop putih..


"Bukan apa-apa, gak usah kepo lu" jawab Zia..


"Kalau bukan apa-apa kenapa langsung di masukin" curiga Zayn..


"Kenapa bukan urusan lo" ketus Zia..


"Gue boleh duduk disini?" tanya Zayn..


"Duduk aja" Zia pun bangkit dari duduknya saat hendak pergi Zayn mencegahnya dengan mencekal pergelangan tangannya..


"Lo tetap duduk di sini" ucap Zayn yang menarik tangan Zia..


"Ngapain" tanya Zia singkat..


Zia yang malas berdebat pun akhirnya menurutinya dengan menghela nafasnya berat, Zia pun kembali duduk di ikuti oleh Zayn yang duduk di sampingnya..


Lama mereka hanya duduk diam tanpa ada yang membuka suara, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing Zia yang sibuk dengan memikirkan kehidupannya dan Zayn yang sibuk memikirkan perasaannya terhadap Zia, Zayn berusaha merasakan gejolak di hatinya sendiri..


"Zii" Zayn membuka suaranya..


"Hm" sahut Zia dengan deheman..


"Lo punya pacar?" tanya Zayn ragu..


Zia mengernyitkan dahinya, kenapa laki-laki ini tiba-tiba bertanya hal seperti itu..


"Gak ada" jawabnya singkat..

__ADS_1


"Kenapa" tanya Zayn..


"Gak butuh" ketus Zia..


Zayn menganggukan kepalanya..


"Sebenarnya rumah lo dimana Zii?" tanya Zayn kepo..


"Sejak kapan?" tanya Zia..


"Hah?"


"Sejak kapan lo kepo sama gue" tanya Zia..


"Gak kepo, cuman basa basi" sahut Zayn..


"Tumben orang kayak lo bisa basa basi, lo kesambet apa, gimana sih Zayn?" tanya Zia kesel..


"Gue juga sendiri gak tau apa yang terjadi sama gue Zia" jawab Zayn datar..


"Mumpung di rumah sakit sebaiknya lo periksakan deh" sahut Zia kesal..


"Hah" tanya Zayn melongo..


"Lo dari tadi hah heh hoh mulu, gak ada jawaban lain apa?" tanya Zia kesal..


"Sebaiknya lo periksakan ke dokter mumpung lagi ada di rumah sakit" ucap Zia lagi..


***


hay semuanya othor udah ap 4 bab nih, othor maksain ap karena othor kasian sama kalian .. salam sayang sama othor🤗🤗

__ADS_1


Dan Do'akan juga othor yah semoga penyakit othor cepat sembuh, sakit lambungnya udah sembuh dan di ganti dengan sakit gigi.. kalian pasti tau lah kalau sakit gigi rasanya gimana apa lagi kalau ada yang berisik pasti ingin nendang orang.😁


__ADS_2