'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 5 Misi


__ADS_3

Kini Zia tengah berada di sekolah pagi-pagi sekali belum banyak siswa siswi yg datang. Dia kini tengah sendirian di kelasnya untuk menghilangkan bosan Zia mulai berusaha memecahkan kode kunci dari data rumah sakit dari kasus kliennya kemarin. Semalam dia tidak sempat berhasil memecahkan kode kincinya karena semalam Zia tidak punya banyak waktu karena dia menerima tawaran job balap motor.


Iyah, selain berprofesi sebagai hacker Zia juga berprofesi sebagai balap motor. Meski balap motor liar justru itu yg di cari, karena jika balap motor resmi ia tidak bisa menyembunyikan identitasnya. Lain jika ini bukan di indonesia, mungkin jika di negara lain privasinya tidak akan teringkar jika dia sudah menyembunyikannya namun berbeda jika di indonesia pasti ada saja media yg akan berusaha mengusik privasi orang.


Sebenarnya Zia tidak mau menerima tawaran balapan semalam tapi mendengar nilai hadiah yg di tawarkan cukup banyak justru itu membuat Zia tertarik. Meski ia punya banyak cukup uang bahkan lebih dari cukup, apa salahnya menambah pemasukan anggap sebagai cadangan jika suatu hari ada hal yg ia tidak duga.


Hal itu membuat pekerjaannya sedikit terganggu, semalai ia hanya meretas data-data rumah sakit itu dalam kurang waktu 3 jam saja karena paginya dia harus sekolah jadi ia harus beristirahat meski ia beristirahat jam 3 pagi yg sama sekali tidak bisa di katakan istirahat. Tapi setidaknya dia sudah istirahat waktu hanya sebentar saja.


Zia memang hacker yg handal meski dengan hpnya saja dia bisa meretas data. Zia terus berusaha memecahkan kode kuncinya, hingga akhirnya berhasil dan butuh waktu untuk dapat membuka data yg di kunci itu. waktu menunjukan pukul setengah 7 yg dimana sebentar lagi pasti akan ada siswa atau siswi yg datang.


Sehingga Zia mendengar suara beberapa orang yg mengarah ke kelasnya, dengan cepat Zia memasukan hpnya kedalam saku seragamnya. Tak lama dari itu masuk beberapa orang yg Zia dengar suaranya tadi, rupanya mereka adalah Anggota inti Alexand.


"Wah ,, pagi-pagi udah segar ajah nih mata menemukan bidadari yg sedang nyasar" celetuk Arbian yg melihat kehadiran Zia .


Galang menoyor kepala Arbian "lu masih pagi udah gombal ae, ntar anak orang kabur gegara tingkah laku lu "


" Lagian gue yakin kok bidadari yg satu ini tangguh ya gak princess." ucap Arbian yg jaraknya sudah cukup dekat dengan Zia. Sedangkan Zia hanya diam saja menatap lurus ke depan sedangkan Zayn masih diam seperti patung di depan pintu kelas sambil menatap kearah Zia dengan datar. Zayn heran, dia merasa berada tetap di depan mata Zia memandang netra gadis itu tidak menuju ke arahnya, lantas apa yg gadis itu tatap?


" Mampus di kacangin, enak gak bang di kacangin?" ujar Andrew sambil tertawa melihat tidak ada respon apapun dari Zia. Bahkan Zia benar" seperti boneka yg hanya diam saja tak bersuara dan tak bergerak.


Arbian tidak peduli celetukan dari teman-temannya dia malah semakin gencar untuk mendapatkan respon dari Zia, bahkan saat ini dia sudah duduk di kursi sebelah Zia yg dimana itu adalah kursi Zayn. Arbian yg melihat Zia hanya menatap ke depan lantas mengikuti arah pandangan dan Arbian menafsirkan sendiri bahwa Zia sedang menatap Zayn sebab laki-laki itu pun kini tengah menatap Zia.


" lagi natap abang Zayn ya Zi?" tanya Arbian sedikit berbisik di telinga Zia.


Tanpa menoleh Zia menjawab "Ga" dengan datar dan dingin.


Arbian sedikit meringis, sepertinya misinya akan sedikit susah sebab melihat respon gadis ini saja sudah cukup susah untuk dinotice apalagi misinya untuk menjodohkan teman sekaligus basnya itu kepada gadis ini.


Galang dan Andrew yg melihat akan hal itu pun merinding, bulu kuduk mereka berdiri karena merasa kedinginan di tambah ruang kelasnya yg terdapat 2 AC semakin membuat mereka merasa kedinginan.


Zayn yg masih berdiri di depan pun mendengar jawaban Zia, setelahnya dia beranjak kearah bangkunya.


Arbian yg melihat Zayn mendekat pun mengambil inisiatif pindah ketempatnya sendiri, sebab ia tidak mau mendapat semprotan dari Zayn. Sedangkan Zia sendiri dalam hatinya ia merasa sedikit cemas, bagaimana perkembangan pekerjaanya, apakah data tersebut berhasil terbuka atau malah gagal. Tangannya gatal ingin mengambil hpnya, namun niatnya ia urungkan ketika Zayn sudah duduk di sebelahnya..


......................


Zayn dan Anggota inti lainnya kini berada di markas setelah dari sekolahnya. Mereka sedang berkumpul karena ada sebuah misi yang akan di berikan oleh ketua mereka yaitu Zayn.


" Gimana caranya kita cari informasi anak hilang sedangkan kita gak tahu apa-apa tentang tuh anak, fotonya ajah gak ada dan lebih parahnya lagi sudah belasan tahun yg mana umurnya cuma beda 1 tahun sama kita". ucap Arbian sedikit frustasi.


" kenapa nyokap lu baru cari sekarang Zayn". tanya Rafael.


" nyokap gue sudah berusaha nyari tapi selama 1 tahun gak ada kejelasan dan jalan buntu terus juga di situ gue masih umur 2 tahun dan juga kakak gue yg udah mulai masuk sekolah dasar jadi karena itu nyokap gue ngepokusin ke anak-anaknya tapi di sisi lain nyokap gue sambil nyari di bantu sama bokap gue tapi tetap jalan buntu" jelas Zayn panjang.


Andrew, Arbian, dan Galang melongo melihat Zayn berbeda dengan Rafael yg menyimak dengan serius.


" keren baru kali ini dengar Zayn ngomong panjang kali lebar" celetuk Galang.


Sedangkan Rafael dia tidak terlalu terkejut dengan hal itu, Rafael sudah berteman dengan Zayn sejak masih kecil jelas dia sangat mengenal seperti apa Zayn.


" Jangan mengalihkan topik dan fokus pada topik utama" titah Rafael tegas.

__ADS_1


Hal itu membuat ketiga laki-laki itu kembali pokus dengan wajah yg serius. Mereka memang terlihat seperti pelawak namun jika memandang situasi yg serius maka mereka akan benar-benar mode serius.


" nyokap gue kemaren bertemu dengan hacker handal, dan hacker itu setuju menangani kasus yg di anjurkan nyokap gue dari sekian percobaan hacker itu yg mau membantu nyokap gue" lanjut Zayn.


" terus kalo udah nyewa hacker terus kita ngapain?" tanya Andrew


" Gua baru tahu kemarin kalo nyokap gue nyewa seorang hacker, andai gue tau dari awal gue gak bakal biarin nyokap gue nyewa hacker".


" kenapa?" tanya Galang.


" karena lu ga mau keluarga lu kena masalah lagi ?" ucap Rafael seketika.


Hal itu membuat ketiga laki-laki menoleh kearah Rafael tidak mengerti apa yg di maksud orang Rafael, yg dimana diangguki oleh Zayn.


" tunggu-tunggu, maksudnya keluarga lu kena masalah, masalah gimana maksudnya kok Rafael tau kita gatau" kali ini Arbian yg bertanya.


" jadi dulu pas gue masuk Smp nyokap gue nyewa hacker dan ternyata hacker itu hanya kedok, faktanya dia musuh terselubung keluarga Adhitama" jawab Zayn.


" tunggu kita kan dari smp bareng-bareng Zayn, parah lu yah gak ngasih tahu kita"


" Ar lu gak ingat kalian anak pindahan waktu itu?" tanya Rafael.


" oh paham-paham, jadi kejadian itu sebelum gue sama dayang-dayang gue pindah toh"


Andrew dan Galang yg tadinya manggut-manggut seketika terbelalak atas ucapan Arbian dan lqngsung melotot kearah Arbian. Mereka berdua hendak protes namun terhenti karena suara deheman.


" Ekhemm" dehem Rafael


" meraka meneror keluarga gue tanpa henti bahkan sampe nyilik kakak gue dan kejadian itu buat nyokap gue depresi" Zayn menghentikan pembicaraannya lalu menghela nafasnya berat.


" Gue gak mau trauma lama nyokap gue balik, gue gak tega, gue gak mau kecolongan lagi" lanjut Zayn.


" jadi?" tanya Rafael.


" selain kita bantu nyokap gue nyari informasi tentang gadis itu kita juga nyari informasi dari hacker yg nyokap gue sewa, gue gak mau kecolongan lagi".


" bagi tugas kalau gitu" sahut Galang


" Gal lu coba cari informasi soal suami dari sahabat nyokap gue, Rafael lu coba retas data-data rumah sakit, gue akan cari informasi soal hacker yg nyokap gue sewa karena gue setidaknya bisa seolah-olah nemenin nyokap supaya bisa pertemu sama tuh hacker" ujar Zayn.


" Terus kita nyapain?" tanya Arbian dan Andrew bersamaan sembari menunjuk diri mereka sendiri.


" kalian bantuin gue, jadi saat nyokap gue ada temu janji sama tuh hacker kalian awasi diam diam di tempat tamu janji nyokap gue sama tuh hacker jadi saat hacker itu balik kalian ikutin itu hacker.


Andrian dan Andrew mengangguk-anggukan kepala, meski mereka banyak bicara, tukang gosip tapi dalam hal mengintai dan mengendap-endap mereka ahli yah skill-skill malinglah yah.


Anggota inti Alexand ini handal dalam hal IT, paling handat yaitu Zayn ketua Alexand sendiri, dan wakil Alexand Rafael dan juga Galang, Arbian dan Andrew juga handal, namun jika mereka tidak kunjung berhasil cenderung banyak ngeluh, ngomel yah seperti ibu-ibu ibaratnya. Namun mereka berdua memiliki jiwa intel yg kuat, mereka berdua juga akan mendalami peran seakan akan mereka adalah seorang detektif.


Setelah diskusi penting Zayn memiliki pulang ke rumah untuk menerima mamahnya bertanya tentang hacker yg di sewa mamahnya, namun di tengah perjalanan dia melihat sesosok perempuan yg familiar baginya. Zayn memicingkan matanya dan ternyata itu adalah teman sebangku Zia.


Gadis itu berhenti di bahu jalan sambil berjongkok menatap ban motornya. Zayn pun menepikan motornya di belakang Zia dan memarkirkan motornya.

__ADS_1


Zayn berjalan mendekat kearah Zia " kenapa?"


" bocor" jawab Zia tanpa melihat kearah Zayn dan tetap fokus menatap ban motornya.


" itu ban gak akan balik bener dengan lu yg memandanginya doang"


Zia mendengus kesal lalu berdiri dan menghadap kearah Zayn, namun seketika Zia sedikit terkejut tidak menyangka jika laki-laki di depannya adalah Zayn, namun ekspresi wajahnya tetap datar.


" tau" balas Zia datar.


" Ayo" ajak Zayn.


Zia mengangkat alisnya sebelah.


"Gue anter" lanjut Zayn setelah melihat ekspresi Zia


" Gausah" tolak Zia tegas


" Bengkel jauh"


" lu mau jalan 3 km?" lanjut Zayn melihat Zia yg akan menuntun motornya karena tidak ada jawaban dari Zia. Zayn mendengus kesal " Ga usah bandel, gue anter'.


" Terus motor gue?" sahur Zia sewot


Bukanya malah menjawab Zayn malah menelepon seseorang.


" Halo, bisa bantu saya? tolong urus motor yg berada di trotoar jalan alamatnya saya share lock" ucap Zayn pada seseorang di telepon.


' segera" titah Zayn tegas.


" Dah, gue udah suruh orang gue buat urus motor lu" ucap Zayn pada Zia.


" Ayo " ajak Zayn lagi.


" ntar di colong" ucap Zia sembari memandang motornya.


" Ga akan, percaya 5 menit kagi suruhan gue kesini", ucap Zayn sembari memotret motor Zia.


" Ngapain lu ?" tanya Zia mengintimidasi


" Ngasih tau plat nomor ke orang suruhan gue"


" Dah ayo cepat, lelet" lanjut Zayn sembari kembali ke motornya dan menaiki motornya.


Zia yg melihat Zayn telah duduk di motornya dan memakai helm masih sedikit ragu untuk menyetujui ajakan Zayn. Dia tidak pernah dibantu siapapun selama ini, sehingga dia masih merasa aneh. Zia yg tak sadar sedang melamun terkejut mendengar druman motor Zayn. Zia memutar bola matanya males mengambil helmnya dan memakainya sembari berjalan ke arah Zayn .


Setelah dirasa Zia sudah duduk dengan benar di motornya Zayn bersiap melajukan motornya.


" pegangan " titah Zayn


Zayn yg mendengar merasa bingung. dia harus berpegangan dimana Zayn yg melihat Zia sedang celingak-celinguk ke bawah melalui kaca sepionnya pun mengulurkan tangannya ke belakang dan meraih tangan Zia untuk di lingkarkan ke perutnya. Zia tidak menolak dan membantah sedikitpun , dia hanya diam, setelahnya Zayn melangkah melanjutkan motornya.

__ADS_1


(lu cewe pertama yang gue bonceng selain kakak gue ) ucap Zayn dalam hati tanpa berniat mengutarakannya pada Zia.


__ADS_2