
Zayn kini tengah merenung di dalam kamarnya, bagaimana tidak Zayn dibuat kalap oleh misi misterius ini. Zayn sudah dapat berkomunikasi dengan namanya tentang makam sahabat mamahnya itu, bagaimana ia tidak terkejut semuanya bertolak belakang dengan informasi yang sudah ia dapat.
Flashback on
" Halo mah, syukurlah Mamah akhirnya telepon Zayn juga" ucap Zayn pada Mamanya melalui tlpon.
" lyah maaf, Mama disini bantuin papa kamu ngurus berkas-berkas sayang"
" Zayn, itu bener makamnya Rhea sahabat Mamah?"
" lyah mah, bukankah jelas dari namanya?"
" Tapi..." Rosa menggantungkan pembicaraannya dari balik tlpon..
" Tapi apa mah?"
" kenapa tahun lahirnya tidak sama dengan tahun lahir dia melahirkan putrinya Zayn? jelas-jelas itu tahun dimana dia sudqh melahirkan putrinya satu tahun yang lalu.."
" Tanggalnya memang sama dengan tqnggal dia melahirkan tapi tahunnya tidak sama, makannya mamah sempat bingung"
Zayn terdiam, apa lagi ini tuhan? ujian baru kah? kenapa akhirnyq kembali jalan memutar. Bagaimana bisa tahu kematian di batu nisan itu menandakan satu tahun setelah Rhea melahirkan, bukankqh data dari rumah sakit menyatakan Rhea meninggal setelah melahirkan, kenapa sekarang jadi berbeda lagi atau dia salah memahami data-data rumah sakit itu..
" Mamah yakin?"
" Mamah yakin sayang, karena tahun Rhea melahirkan itu tahun dimana kamu baru berusia 1 tahun tidak mungkin salah, jika tahun di batu nisan Rhea itu tandanya kamu sudah umur 2 tahun sayang"
Benar juga, ditahun itu seharusnya dia berumur 2 tahun sekarang bagaimana cara dia menjawab pertanyaan baru ini, kepada siapa dia harus bertanya dan kemana dia harus mencari..
__ADS_1
" Sayang, kamu kok diam saja? are you oke son?"
Zayn pun tersadar dari lamunannya
" Zayn oke kok mah oke, Zayn bakal berusaha memecahkan teka teki baru ini, ..
" Yaudah Zayn tutup dulu yah mah, Mamah take care dimana salam buat papa juga"
Flashback off..
" Argghh" geram Zayn sembari menjambak rambut sendiri..
" Kenapa jadi gini?" lirih Zayn..
*
*
*
" Nona Ze cabang kita di italia kini sudah dirampas oleh Mafia disana, mereka menahan beberapa anggota kita dan beberapanya lagi tengah bersembunyi di tempat persembunyian rahasia kita dengan keadaan luka"
" Bagaimana bisa? kenapa mereka tidak becus seperti ini, saya tebak ada penghianat?"
" Benar nona Ze, Radix yang anda tunjuk sebagai pemimpin disana menghianati kita"
" Bajingan, dikasih hati minta jantung rupanya" ucap nona Ze dengan senyum smirknya terkesan horor bagi siapapun yang melihatnya yang tajam bak serigala yang tengah menatap musuhnya..
__ADS_1
" Kita kesana, kita ratakan mereka semua dan untuk Radix jangan biarkan dia mati, saya ingin bermain-main dengannya" ucap nona Ze sembari terkekeh namun bukan kekehan yang ceria melainkan kekehan horor..
" siapkan pesawat pribadi kita dan kerahkan semua anggota kita, kumpulkan semuanya tanpa terkecuali hari libur sudah selesai waktunya bekerja"
*
*
*
Perjalanan dari jakarta menuju kota Milan di italia menempuh waktu sekitar 18 jam lebih, hal itu membuat Zia bosan dalam pesawat. Dia hanya memandang foto Bundanya yang ia dapat dari Rosa Adhitama..
" Bun, doain Zia agar cepak mengetahui kebenarannya"
" Roger" panggil Zia kepada salah satu anak buahnya..
" Iyah nona Ze, ada apa?"
" Suruh penjaga mansion disana untuk menyiapkan sahabatku, sudah lama tidak bertemu aku akan membawanya berpetualang, aku yakin dia berpetualang bersamaku menghabisi petisi-petisi jahat di muka bumi" titah nona Ze..
" Baik nona" jawab Roger dan hendak beranjak pergi..
" Apa kita bisa membawanya ke indonesia? urus surat izin ke pemerintahan indonesia bukankah aku sudah memiliki surat izin dari kepemerintahan di italia mungkin bisa kau tunjukkan kepada mereka..
" Aku tidak bisa lagi membuat dia sendirian disana tanpa adanya diriku, hanya dia sahabatku"
" Baik nona, nanti akan saya urus"
__ADS_1
" Kak" panggil Ze pada Roger, Roger bukan hanya sekedar anak buah Ze, tapi Roger juga kakak baginya, Roger lah yang membuat Ze seperti saat ini Ze yang tangguh,kuat namun tetap lemah lembut untuk keluarganya..