
Setelah tubuh Randi telah di telan habis oleh Leon Ze berbalik badan menghadap Alano " Bagaimana Mr ? kau ingin bernasib seperti temanmu atau kau ingin bernegosiasi?"
" Cepat putuskan sebelum aku berubah pikiran" lanjut Ze dengan Leon yang sudah berjalan kembali ke sisi Ze..
" Bernegosiasi untuk apa?" tanya Alano..
Ze lagi lagi mengeluarkan smirknya sambil menatap Alano " Jika kau setuju bergabung dengan tim ku dan mau menjadi anak buahnya aku akan memaafkanmu, mungkin hanya hukuman ringan seperti penjara bawah tanah atau yang lainnya"..
" Tapi..." Ze sengaja menggantungkan kalimatnya membuat Alano menaikkan sebelah alisnya..
" Jika kau berkhianat seperti Randi, aku jamin kau akan bernasib yang sama atau bahkan lebih menyedihkan dari Randi.." ucap Ze begitu tajam membuat anak buah Alano meneguk ludahnya dengan susah payah..
" Apa yang aku dapatkan jika bekerja sama denganmu dan menjadi bawahanmu" ucap Alano, rupanya laki laki itu masih berlagak sombong..
" Kehidupan " jawab Ze datar
" Ckckckck, kau sudah ku beri kehidupan kau masih ngelunjak rupanya. seharusnya kau bersyukur aku masih memberikan mu kesempatan bernegosiasi dengan ku, jika tidak kau sudah menyusul Randi saat ini.."
" Sekarang kau pilih, hidup atau mati?" tanya Ze mutlak melihat Alano telah berfikir membuat Ze jengah dan memutar bola matanya malas..
" Jangan terlalu lama berfikir atau Leon akan segera menerkam" ucapnya yang tak mau di bantah..
" O..oke.. deal, aku pilih hidup aku akan bekerja untukmu.." jawab Alano dengan terbata bata..
__ADS_1
" Nice, pilihan yang tidak buruk" ucap Ze
" Kau tenang saja, setelah masa hukumanmu selesai kau tidak akan jatuh miskin. kau akan mendapatkan gajih dariku tapi setelah kau berhasil menyelesaikan misi yang akan ku berikan nanti, right understand ?" Ze tersenyum miring " Good boy "
" Galvin kau dan pasukanmu urus mereka, Roger perintahkan separuh pasukanmu membantu pasukan Galvin untuk menguras Anggota baru Cruel Lion King, separuhnya ikut dengan mu bersama ku" titah Ze yang langsung di angguki oleh anak buahnya...
Anggota Cruel Lion King begitu banyak hingga Ze membagi per'tim, setiap pasukan memilik pemimpinnya masing masing jika semua pasukan di satukan maka pemimpin pasukan akan menjadi sebagai panglima dan semacamnya karena pemimpin besar mereka adalah Ze...
Anggota Cruel Lion King bukan hanya kumpulan pria saja tapi juga ada wanitanya, mereka semua menjadi satu kesatuan dan pastunya handal dalam bertarung..
Terdapat pasukan khusus juga yang Ze bentuk, dimana pasukan khusus ini berisik hanya para wanita yang juga di pimpin oleh wanita..
Pasukan khusus wanita ini terdiri 35o orang, sedangkan jumlah pasukan biasa berjumlah 2oo orang yang berisikan pria saja atau campuran pria dan wanita ..
Ditambah kini mereka memiliki Anggota baru yang akan di lantik menjadi Anggota Cruel Lion King yang belum di data berapa jumlahnya...
*
*
*
Di tempat lain lebih tepatnya di sekolah
__ADS_1
Inti Alexand bertanya tanya kemana Zia, mengapa gadis itu tidak masuk hari ini dan tidak ada keterangan ..
itu karena mereka empat hari lagi mereka akan tampil untuk menyelesaikan tugas kesenian mereka..
" Tuh anak kemana dah ngilang ajah, kita baru latihan tiga kali, awas ajah tuh anak lama ngilangnya pas datang gue tendang sumpah" ucap Arbian..
" Emang lo berani?" tanya Galang..
" Yah jelaslah engga" jawab Arbian sontak membuat Galang dan Andrew tertawa, Rafael hanya tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya..
Sedangkan Zayn? dia seperti sebuah manekin di toko pakaian, hanya diam saja tak bergerak maupun berduara..
Zayn sibuk dengan fikiranya sendiri banyak pertanyaan di kepalanya. Tentang apa yang terjadi pada sahabat mamahnya belum lagi Zia yang tiba tiba menghilang dan nona Ze mengatakan bahwa dia sedang berada diluar negri karena urusan bisnis jadi belum bisa bertemu untuk beberapa waktu..
' Bagaimana bisa di waktu yang bersamaan?' tanya Zayn dalam hati..
Ini sebuah kebetulan atau hanya Firasat Zayn .. kepala Zayn serasa ingin pecah, belum lagi masalah perusahaan papanya yang berada di jakarta dan juga dia harus bisnisnya sendiri...
Sungguh Zayn kelimpungan, isi kepalanya serasa ingin meledak, belum lagi teror yang di dapat di prusahaan papanya, sungguh Zayn membutuhkan jurus membelah diri agar ia bisa menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan cepat dia sungguh lelah, pikirannya lelah..
Rafael yang melihat Zayn diam saja ia mengerti sahabatnya itu telah merenung, dia telah memikirkan masalah yang telah menimpanya ..
Rafael pun beralih duduk di bangku Zia dan menepuk nepuk bahu Zayn..
__ADS_1
" Semua akan baik baik saja, kita selesaikan satu persatu secara bertahap oke?" ucap Rafael berusaha menenangkan sahabatnya itu...