'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Misi Part ll


__ADS_3

"kok gue ngerasa aneh ya dari si nona Ze itu, seharusnya bukanya bisa yah dia ngelakuin itu. kaya ada alasan lain yg buat dia ga meretas data suami dari sahabat nyokap lo Zayn.


" Benar Gal, atau mungkin ga sih kalo ternyata nona Ze orang suruhan suami sahabat nyokap lu".


" Almarhummah" celetuk Arbian.


" Ck, iya iya Almarhummah, mau nambah profesi lagi lu Ar?" tanya Andrew.


" Apalagi?"


" jadi Ustadz" Andrew tertawa terbahak-bahak..


" Arbian mah ga cocok jadi Ustadz yang ada makin sesat" ucap Galang..


" Ck, udah, udah lanjut ke topik ngapa sih, ngeroasting gue mulu kalian berdua"..


Galang dan Andrew seketika terdiam dan saling memandang satu sama lain, tidak seperti biasanya Arbian akan seserius ini ketika tengah bercanda.


" Gue setuju sama Galang" ucap Rafael..


" Apa mungkin nona Ze ada kaitanya dengan suami sahabat nyokap lo?"..


" Siapa sih suami sahabat nyokap lo Zayn?" tanya Arbian.


" Tuan Emmerson tapi ini masih praduga aja makanya butuh di selidiki lebih dalam lagi, dan ini satu kesempatan gue buat tahu siapa Ze dan siapa Zia"..


" Gal, gimana lu udah bisa retas data-data Zia?" tanya Zayn..


" Gak bisa zayn malah aksesnya tiba-tiba gak gue temuin lagi,vapa mungkin gue di blokir atau entahlah bisa-bisanya data yg kemarin pas gue bukan lagi malah error"..


" itu artinya Zia lebih handal dalam hal IT dari pada li Gal, sumpah keren sih.. Apa nyokapnya Zia ini dulu pas hamil Zia ngidam Albert Einstein ya tokcer bener otaknya" ucap Arbian..


"Bener, semua nilainya gak ada yang mengecewakan cuy selalu sempurna, angka 1oo iti langka dalam nilai selalu lu sama Rafael sekarang ada Zia, bahkan kalian masih ada celahnya ga semua mafel selalu dapat 1oo tapi Zia semua mapel dapat 1oo dia" sambung Andrew..


" Sabi kali yah ulangan nyontek ke Zia" celetuk Arbian..


" Emang lu yakin Zia bakal ngasih?" tanya Andrew..


" Hehe gak yakin sih"..


" Eh eh tuh, itu Zia bukan sih?" ucap Arbian sembari begitu menunjuk ke bawah di tengah lapangan sekolah..


Inti Alexand kini tengah berada di rooftop..


" Iya benar ga salah lagi, tapi kenapa dia di hukum ya ?" tanya Andrew..


" Apa dia telat masuk?"

__ADS_1


" Mungkin" jawab Rafael datar..


Sedangkan Zayn hanya memperhatikan Zia dengan diam sendiri, ada satu perempuan lagi yg berada di lapangan itu. jika Zia tengah hormat ke bendera 1 perempuan lagi-lagi menyintari lapangan..


" Itu Clarista bukan sih ?" ucap Andrew..


" Beuhh iya nenek lampir, itu sih tikang bully kan?" sahut Arbian..


" Apa Zia di hukum karena berantem sama Clarista ya? tapi apa alasannya, ga mungkin Zia di bully Clarista" ucap Galang..


Rafael yg sedari tadi bermain ponsel kini memperlihatkan layar ponselnya ke teman-temannya.


Terdapat video yg diunggah oleh akun instagram khusus berita sekolahnya, video yang menunjukan tindak bullying.


" Clarista lagi lagi ngebully murid yg lemah dan cupu huh" dengus Andrew..


" Berarti gak ada urusannya sama Zia?" tanya Galang..


karena dalam video itu sama sekali tidak ada keberadaan Zia. Namun tak lama kemudian ponsel mereka berlima sama-sama berbunyi, saat mereka mengecek ternyata ada perasaan masuk grup besar sekolah. pesan itu adalah sebuah video..


" Ohh bidadari pahlawanku" celetuk Arbian seketika setelah melihat video itu.


Video itu adalah lanjutan dari video bullying yang di lakukan Clarista, yg dimana aksinya di cegah oleh Zia. Zia memiting tangan Clarista yg hendak menampar gadis cupu itu, Zia tidak menjambak rambut Clarista melainkan sedikit memotek leher Clarista. Meski sedikit dan tidak menyebabkan patah tulang tak membuat patah namun tetap ngilu bagi Clarista...


" Baru pertama kali liat Zia mau nolong orang di sekitarnya biasanya tuh anak cuek aja seakan-akan orang disekitarnya itu makhluk gaib, tak terlihat."..


......................


Meskipun bekerja sama Zia tetap memilih bekerja di kantornya sendiri, yah Zia memiliki kantornya sendiri dengan hasil jerih payah dari pekerjaan Zia bisa membangun kantor untuk profesi rahasianya ini.


Zia pun mengatakan bahwa mengerjakan di kantornya lebuh efektif karena terdapat banyak alat yg canggih oleh sebab itu Rosa dan Zayn menyetujuinya. Namun Zia belum mengetahui jika Zayn lah yang akan menjadi partner kerjanya.


Disisi lain telah sampai di kantor Zia, dia memakai mobil kali ini. setelah memarkirkan mobilnya di parkiran Zayn masuk ke kantor Zia yang bernama "Ze Corporation"..


Ze Corporation terdaftar sebagai prusahaan jasa, yg dimana perusahaan ini menangani jasa seperti agen rahasia salah satunya.


selain agen rahasia juga jasa ART, Baby sitter, supir pribadi yg dimana orang-orang yg mencari pekerjaan sebagai ART akan mendaptar ke prusahaan Ze Corporation yg nantinya akan di carikan tempat untuk mereka bekerja untuk mereka begitupun sebaliknya. orang" yg membutuhkan jasa-jasa itu dapat menghubungi Ze Corporation untuk mendapatkan pekerjaan.


Zayn yg melihat kantor nona Ze tertegun, tidak menyangka nona Ze memiliki perusahaan yg besar, Gedungnya yg tinggi dengan Arsitektur yg unik dan elegan. Zayn semakin bertanya", jika nona Ze adalah Zia maka artinya prusahaan ini adalah milik Zia yg dimana gadis itu masih menginjak bangku SMA. Zayn pun sebenarnya memiliki prusahaan hasil usahanya sendiri, Zayn sejak menginjak bangku SMp sudah di ajarkan berbisnis oleh Ayahnya, seringkali Ayahnya mengajak Zayn bekerja di prusahaannya entah sebagai aaistennya ataupun pegawai paruh waktu. Namun tetap sesuai kualifikasi dari Zayn juga yg langsung di wawancara oleh seketaris Ayahnya Arkana Delvin Adhitama. Meski Zayn adalah putranya seperti karyawan lainnya. Arkana benar" mengajarkan Zayn dari bawah agar Zayn tahu bagaimana ausahnya dunia bisnis.


" selamat pagi pak, ada yg bisa di bantu?" tanya security pada Zayn.


" Saya ada janji dengan nona Ze"


" Baik mari saya antarkan ke ruangannya nona Ze"


Zayn pun mengikuti security itu, banyak karyawan perempuan di perusahaan tersebut menatap Zayn dengan tercengang. Bagaimana tidak mata ambernya mampu memikat siapapun yg menatapnya, hidung mancung, kulit putih bersih, bulu mata lentik, rahang yg tegas, bibir yg berwarna merah muda natural yg tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal sangat pas, tubuh yg tinggi dan atletis, perempuan mana yg tidak tertarik, mungkin hanya perempuan yg penyuka sesama jenis saja.

__ADS_1


Ruangan nona Ze berada di lantai 9, setelah sampai di depan satu ruangan security itu menekan tombol dan berbicara di depan tombol itu.


" nona Ze ada tamu untuk anda katanya telah memiliki janji dengan anda nona" ucap security itu .


Lalu setelahnya lampu di samping alat komunikasi itu menyala warna hijau dan security mempersilahkan Zayn masuk keruangan. Dan pintu pun terbuka otomatis seperti pintu lift, Zayn lagi-lagi tertegun fasilitas di prusahaan ini benar" canggih.


Mungkinkah karena nona Ze ini ahli IT jadi semua fasilitas dan keamanan disini menggunakan teknologi IT. setelah Zayn masuk security kembali ke tempatnya bekerja..


" Selamat pagi nona Ze" sapa Zayn setelah berada di depan meja nona Ze..


Nona Ze duduk membelakangi Zayn sehingga Zayn belum bisa melihat nona Ze. Nona Ze pun berbalik menghadap kearah Zayn, Zayn pun memandang nona Ze dengan Intens.


'sial' gerutu Zayn dalam hati..


Bagaimana tidak kesal Zayn berharap bisa melihat wajah nona Ze setidaknya dapat melihat matanya namun nona Ze sangat tertutup meski berada di kantornya sendiri. kaca mata hitam, masker hitam, topi hitam, dan hoodie yg di pakai nona Ze, mungkin kah ...


" Selamat pagi, dengan siapa ini?"


" Saya Zayn Theo Adhitama putra dari Rosa Adhitama yg akan menjadi partner kerja anda dalam misi ini."


" Anda pandai dalam bidang IT?"


Zayn hanya mengangguk..


" Baiklah, langsung saja?" tanya nona Ze yg diangguki oleh Zayn..


" Baik ikit saya" setelahnya nona Ze bangkit dari mejanya menuju lemari yg berada di dalam ruangan ini..


Dan ternyata lemari itu bukan hanya lemari biasa, setelah nona Ze menekan sesuatu yg tidak bisa diliat oleh Zayn, lemari itu terbuka dan di baliknya terdapat pintu lift. Rupanya prusahaan ini juga banyak rahasia dan misteri seperti kepribadian nona Ze..


Nona Ze dan Zayn pun masuk kedalam lift yg entah akan membawa mereka kemana. tak lama kemudian lift itu berhenti dan mereka berada di lantai paling atas kedua dari perusahaan ini yg di atasnya masih ada 1 lantai lagi entah ruangan apa lagi yg ada di prusahaan berbagai macam alat elektronik, Zayn kini merasa sedang berprofesi sebagai agen rahasia nengara..


" kau duduk di sebelah sini dan aku di sebelah sana, kau tunggu aba-abaku supaya alamat dan data mu amat saat menerobos akses keamanan tuan Emmerson".


" Dan yah di komputer itu kau menggunakan alamat rahasiamu dan aku akan memberikan virus mengenakan alamatku"..


'suara ini tidak asing, apakah benar dugaanku selama ini?'' gumam Zayn dalam hati.


Mereka pun melakukan tugasnya masing-masing dengan fokus..


" Zayn sekarang coba masuk"


Zayn sedikit terkejut nona Ze memanggilnya dengan namanya, namun Zayn tetap profesional dan melanjutkan masuk mengakses keamanan tuan Emmerson"..


Zayn mengangguk tanda mengerti, Zayn mengotak-atik komputer itu dengan handal, dia memasukkan coding dengan lancar..


" Berhasil dapat" ucap Zayn setelah berhasil mendapat data tuan Emmerson.

__ADS_1


Nona Ze pun langsung beraksi dengan menyebarkab Virus kepada keamanan alamat tuan Emmerson.


" Nice" ucapan Zebsetelahnya..


__ADS_2