
Ezra menangis begitu pilu, air matanya mengalir deras begitu pun dengan Zia. Zia ikut menitikan air matanya kala melihat Abangnya menangis karena perbuatannya di masa lalu. Ia tidak menyangka bahwa Abangnya akan berlutut seperti ini dan memohon maaf padanya ..
Zia pun ikut berlutut dan memegang kedua bahu Abangnya dengan kedua tangannya.
"Abang. Abang jangan begini, jangan berlutut di kaki Zia itu gak pantas. Abang lebih tua dari Zia, nanti Zia dosa Bang, Abang gak kasihan ama Zia, kalau Zia nanti di hukum sama Allah, karena membiarkan Abang berlutut pada Zia dengan cara seperti ini."
"Enggak Dek, justru Abang yang banyak dosa ke kamu Dek. pasti Allah akan menghukum Abang yang telah lalai menjaga adiknya dan telah menyiksa mu"ucap Ezra dengan berderai air mata ..
"Abaangg"lirih Zia dengan mata berkaca - kaca .
"Kenapa Dek?"ucap Ezra sambil melihat ke arah Zia..
"Peluk Zia " seketika Ezra langsung memeluk Zia dengan begitu erat sambil menangis.
Kakak beradik itu saling berpelukan dengan tangisan pilu dan juga tangisan penuh dengan kasih sayang .
"Zia maafin Abang kok, lagi pula Zia paham kok siapapun akan marah kalau melihat seorang ibu yang terbunuh".ucap Zia yang berada di pelukan Ezra sambil menangis karena tidak bisa menahan air matanya lagi ..
__ADS_1
"Tapi kita satu ibu Dek, mana ada anak yang membunuh ibunya sendiri. dan lagi Abang begitu bodoh dengan mempercayai itu semua, maafkan Abang yah Dek yang selama ini telah menyiksa mu"
"Gak Bang, Abang gak bodoh, Abang cuma kalut dengan apa yang terjadi dan itu semua Zia mengerti akan sikap Abang yang seperti itu"
"Dek hati kamu terbuat dari apa? Kamu memaafkan Abang begitu saja padahal Abang selalu menyakiti fisik mu maupun hati kamu".ucap Ezra dengan mengelus punggung Zia sambil menangis.
"Gak papah Bang, setidaknya Abang sudah menyadari kesalahan Abang dan itu sudah cukup bagi Zia" Ezra melepas pelukan Zia dan menatap mata Zia.
"Bunda pasti kecewa banget sama Abang dengan apa yang Abang lakukan pada begitu sangat buruk".
"Bunda pasti ngerti kok dengan apa yang terjadi, seorang ibu gak akan lama marah sama anaknya sendiri. Bunda pasti tahu semuanya kok Bang. Bunda pasti melihat semua yang terjadi di sini"
"Abaang"lirih Zia.
"Udah cup - cup - cup sayang jangan nangis lagi"ucap Ezra menenangkan Zia sang adik. Tapi Zia malah menangis tersedu - sedu kala mendengar Abangnya ini memanggilnya dengan sebutan sayang .
"Kok malah nangis lagi"lanjut Ezra.
__ADS_1
"Abang juga nangis, jadi Zia ikut nangis"ucap Zia yang mengelap air mata Ezra dengan kedua tangannya dan Ezra pun sama dengan apa yang Zia lakukan padanya..
"Maaf, Dek selama ini kamu tinggal dimana? hidup kamu baik kan? Makan kamu juga ter'aturkan?"tanya Ezra memberondong pertanyaan.
"Abang ih, satu - satu dong nanyanya udah kaya wartawan ajah, bingung Zia nih mau jawab yang mana dulu"ucap Zia mengerucutkan bibirnya..
"Habis Abang khawatir sama kamu Dek, Abang nyari keberadaan kamu tapi tidak pernah ketemu"
"Zia baik kok Bang, Abang gak perlu khawatir"
"Abang mau tahu tempat tinggal Zia sekarang"lanjut Zia..
"Mau kok Dek kalau Adek ngebolehin".
"Boleh dong Bang, tapi Abang harus jaga rahasia, gak boleh ada yang tahu rumah Zia siapa pun itu. Abang harus simpan sendiri apa yang Abang ketahui dari Zia, gimana Bang?"tanya Zia memandang Abangnya..
"Iyah baiklah Abang akan jaga rahasia yang penting ini, Adek gak usah khawatir. Kamu aman saja itu udah lebih cukup buat Abang".
__ADS_1
"Oke deh Bang"
......