'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Zia Pingsan


__ADS_3

Jam pelajaran pertama pun telah usai kini waktunya jam pelajaran kedua dan Zia yang kini telah kembali ke kelas..


"Haii bidadari dingin kek kulkas, astaga" pekik Arbian saat melihat Zia masuk kedalam kelas membuat Zayn yang tadi menunduk kini mendongakkan kepalanya melihat Zia yang baru datang..


"Bidadari dingin kok pucet, sakit ya?" tanya Arbian lagi ..


Zia hanya membalas dengan gelengan kepala. Zayn menatap Zia dengan tajam dan intens hingga gadis itu duduk di sampingnya..


"Lu sih bandel" ucap Zayn pelan yang bisa di dengar oleh Zia..


Namun Zia hanya diam enggan untuk menjawab pertanyaan Zayn, kepalanya begitu pusing..


Setelah jam pelajaran kedua selesai kini waktunya istirahat seperti biasa murid-murid berangsur keluar dari kelasnya masing-masing..


"Zia lo mau ngantin bareng kita?" tanya Andrew..


"Enggak" jawab Zia singkat.


"Ayo bidadari dingin harus makan biar gak pucet" ucap Arbian..


"Ya nanti" jawab Zia singkat..


"Ya udah deh ayo cabut ntar kalau laper dia bakalan ke kantin sendiri Ar" ucap Galang..


Inti Alexand pun memutuskan untuk ke kantin..


"Zayn lu gak ikut?" tanya Andrew yang melihat Zayn masih betah dalam duduknya..


"Duluan nanti gue nyusul" sahut Zayn..


mereka pun mengangguk dan berangkat pergi ke kantin. setelah melihat inti Alexand pergi, kini Zia pun pergi meski ia tahu Zayn masih berada di sampingnya..


Zia pergi ke toilet ia ingin mencuci mukanya berharap agar rasa pusing itu hilang tanpa Zia sadari Zayn telah mengikuti Zia dari belakang.


Zayn menunggu Zia di luar toilet, cukup lama menunggu tapi gadis itu tidak kunjung keluar hingga salah satu siswi yang baru masuk ke kamar mandi berteriak..


Zayn yang di luar terkejut mendengar teriakan siswi yang baru masuk ke dalam toilet dan siswi itu pun keluar lebih dulu..


"Ada apa?" tanya Zayn dingin..


"I..itu kak a..ada yang pingsan" jawab siswi itu gugup..


Setelah mendengar itu Zayn langsung berlari masuk ke dalam toilet perempuan dan benar saja di situ ada seorang gadis yang pingsan..

__ADS_1


"Zia" ucap Zayn terkejut..


Zayn langsung menghampiri Zia, Zayn pun mengangkat tubuh gadis itu dan menepuk pelan pipinya agar gadis itu terbangun..


"Ze, bangun Zia lo kenapa" merasa tak ada tanda-tanda Zia akan bangun Zayn memutuskan untuk membawa gadis itu ke UKS..


Siswa siswi yang berlalu lalang di koridor sekolah terkejut melihat Zayn lari sambil menggendong Zia, terlihat gadis itu memejamkan matanya..


Zayn tidak memperdulikan tatapan di sekitarnya, yang ia pedulikan saat ini adalah kondisi Zia yang berada di gendongannya..


"Tolong, siapa pun tolong, ada yang pingsan" teriak Zayn saat memesuki UKS dengan raut wajah khawatir..


"Iyah ada apa kak?" tanya siswi yang sedang berjaga di UKS..


"Mana dokternya, panggilkan dia kesini cepat" kata Zayn sembari membaringkan Zia pada salah satu berangkar yang berada di ruangan UKS itu..


Siswi itu pun pergi untuk memanggil dokter sekolah..


"Ada apa ini?" tanya dokter yang memasuki ruang UKS itu..


"Dok, dia pingsan, tadi dia ke toilet terus tiba-tiba di temukan oleh anak-anak dia sudah pingsan di dalam toilet" jelas Zayn dengan nada khawatir..


Dokter pun mengangguk dan dia mulai memeriksa Zia, Zayn menemani Zia di samping gadis itu..


"Dia sepertinya kelelahan, perutnya juga kosong dan sepertinya gadis ini lagi banyak pikiran hingga membuat daya imunnya melemah" jelas dokter itu..


"Saya akan kasih obat dan Vitamin, saat dia bangun beri dia makan dan minumkan obat dan Vitamin yang saya berikan" lanjut dokter itu yang memberikan obat dan Vitamin pada Zayn..


"Baik dok terimakasih, tidak ada yang parah kan dok?" tanya Zayn..


"Saya rasa hanya itu saja, saya juga tidak punya alat-alat yang lengkap untuk memeriksa lebih detail" jelas dokter itu..


Zayn hanya mengangguk..


**Di kantin**


Satu notipikasi ponsel masuk dari salah satu inti Alexand .. Galang menerima chat dari Zayn dan dia pun membuka chat itu..


"Siapa Gal?" tanya Arbian..


"Zayn minta di bawain bubur sama air putih tapi kok di suruh di bawa ke UKS? apa Zayn sakit?" Galang membaca isi chat itu..


"Hahh UKS Gal? Yang bener-lah Gal, masa kulkas bisa sakit?" tanya Andrew tak percaya..

__ADS_1


"Liat aja sendiri nih chatnya kalau tak percaya" ucap Galang sembari menyodorkan ponselnya..


"Ehh iya bener UKS, wah ayo cepat"


Mereka pun menyusul Zayn ke UKS dengan pesanan yang Zayn minta ..


Mereka pun pergi keluar kantin dan buru-buru memasuki ruangan UKS itu..


"Zayn, Zayn lo kenapa?" teriak Arbian saat sudah memasuki ruangan UKS itu..


"Hehh codot ini di UKS jangan teriak-teriak, yang ada nanti anak orang denger suara lo yang cempreng itu hehehe"


"Yah namanya juga panik"


Mereka akhirnya pun menemukan Zayn, namun tunggu bukan-lah Zayn yang berbaring di brangkar UKS, Zayn kini tengah duduk di samping brangkar dengan menggenggam tangan orang yang tengah berbaring itu. Rupanya seorang gadis yang tengah berbaring itu adalah Zia ...


"Zayn, Zia kenapa?" tanya Galang..


"Gak tau, dia tadi pingsan" jawab Zayn..


"Hah pingsan?" tanya Andrew terkejut..


"Kok bisa?" tanya Arbian..


"Dia tadi pergi ke toilet, gue liat dia masih baik-baik aja terus ada satu siswi yang masuk ke dalam toilet itu dan dia berteriak katanya ada yang pingsan, ehh gak taunya Zia yang pingsan" jelas Zayn..


"Udah di periksa?" tanya Rafael..


"Udah" jawab Zayn singkat..


"Apa kata dokter?"tanya Rafael lagi..


"Katanya dia kelelahan dan banyak pikiran belum lagi perutnya kosong" jelas Zayn..


"Jadi pesanan lo ini buat Zia?" tanya Galang..


Zayn hanya menganggukkan kepalanya saja..


"Lo sendiri gak makan Zayn?" tanya Galang lagi..


Zayn hanya menggeleng"Enggak selagi Zia belum baik-baik saja gue gak napsu makan" ucap Zayn yang masih menggenggam tangan kanan Zia..


Sontak membuat teman-teman Zayn terkejut, sejak kapan laki-laki itu peduli pada seorang gadis selain keluarganya sendiri..

__ADS_1


***


__ADS_2