'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 61


__ADS_3

"Zia gak tahu siapa yang salah, tapi apakah mungkin jika Bunda tidak menikah dengan Papa sampai saat ini Bunda akan masih ada di dunia ini.."


"Tapi...." Zia terisak dan memeluk batu nisan itu..


"Bunda, maafin Zia"


"Seandainya Bunda gugurin kandungan saat Zia masih di dalam perut Bunda, tahu kandungan Bunda lemah saat hamilin Zia supaya kita bisa bertemu dan mungkin saja seharusnya saat ini kita mungkin bisa bersama"


"Dari pada aku harus hidup seperti ini"


Zia kembali memeluk makam Bundanya"Bunda, Zia butuh pelukan, Zia belum pernah merasakan pelukan seorang ayah atau pun seorang kakak Bun, sekali aja Bunda peluk Zia.."


Tak berselang lama ada yang memeluk bahu Zia membuat Zia menoleh dan terkejut..


"Bang?"


Laki-laki itu tersenyum dan membenarkan anak rambut Zia..


"M,,maaf" cicit Zia pelan..


Laki-laki itu mengerutkan dahinya..


"Kenapa kamu minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf padamu dek"


"Maafkan aku telah bersikap tidak adil padamu, maafkan Abang yang telah mengabaikan kamu selama ini maafkan Abang yang telah menyakiti hatimu"


"Maaf Zia, maaf aku bukan Abang yang baik, aku hanyalah Abang yang kejam yang selalu menyiksamu, aku bersikap seperti itu di luar kendali ku, aku terlalu kalut dengan emosi dan amarahku karena ketidak becusan diriku"

__ADS_1


"Aku sudah gagal, aku adalah Abang yang paling gagal"


"Maafkan aku Zia, aku tahu kamu tidak akan memaafkan ku semudah itu atau bahkan kamu mungkin tidak akan mau memaafkan ku..hiks"


"Hukum saja aku Zia hukum aku,,hiks, terserah kamu mau hukum aku bagaimana aku akan terima Zia, silahkan" laki-laki itu menangis tersedu-sedu..


"Hukum aku Zia balaskan dendam mu"


"Bang, ini beneran Abang?"


"Abang Zia sayang sama Abang meski Abang selalu nyakitin Zia tapi hati Zia juga sakit Bang"


"Bang, Abaang"


"Abang" Zia membuka matanya..


"Hmm, aku masih di makam Bunda, jadi tadi cuman mimpi?"


"Tapi mimpinya terasa nyata banget, Abang kapan Abang mau aku Zia dan bicara sama Zia" lirih Zia..


"Andai itu nyata, andai-lah hanya andai"Zia kembali terisak ..


Rupanya semua itu hanya mimpi, Zia tertidur saat sedang memeluk makam Bundanya, saat Abangnya datang dan berbicara hanya dalam mimpi bukan kenyataan..


"Bunda, apa bener Zia barusan hanyalah mimpi? Abang gak datang kesini bicara sama Zia? atau abang lagi sembunyi sekarang? Bunda bilang ini semua bercanda'kan, yang tadi itu nyatakan Bun?"


"Zia, maaf" lirih seseorang yang ada di balik pohon, suaranya tak terdengar oleh Zia, selain cukup jauh orang itu berbicara dengan cara berbisik cuma bisa di dengar olehnya seorang..

__ADS_1


"Maafkan Abang Zia, kamu terlalu terluka, maafkan Abang?" lirihnya sambil mengelap air matanya dengan kedua tangannya..


"Abang ingin sekali memeluk kamu tapi Abang terlalu malu untuk menampakan diri di hadapanmu dek, begitu sakitnya kamu sampai terbawa kedalam mimpi?"


"Bunda, Zia pulang dulu yah, fikiran Zia semqkin kemana-mana sepertinya nanti Zia bakal balik lagi. Dah Bunda I love you" Zia mencium batu nisan Bundanya itu..


Setelah Zia pergi laki-laki yang bersembunyi di balik pohon itu mendekat kearah makam Bundanya, laki-laki itu memang hendak ke makam Rhea namun dia melihat Zia yang sudah berada di sana yang membuat laki-laki itu memilih bersembunyi terlebih dahulu..


"Assalamualaikum Bunda" ucap laki-laki itu sambil berjongkok..


"Eza tahu Zia habis dari sini bahkan sampai ketiduran dan bermimpi tentang Eza"


"Eza cukup kaget melihat Zia udah tahu makam Bunda, Bunda sakit yah Bun liat Zia kayak gitu"


"Bunda ngerasain sakitnya Zia dari sana kan? kata orang seorang ibu bisa merasakan rasa sakit yang di rasakan oleh anak-anaknya"


"Bunda maafkan Eza, Eza jahat terhadap Zia, maafkan Eza Bun.." ucapnya terisak..


"Eza sudah gagal jadi seorang anak, sekarang Eza juga gagal menjadi seorang Abang yang baik"


"Bunda kasih tahu Eza gimana caranya Eza memulai pembicaraan dengan Zia dan Eza ingin meminta maaf kepada Zia, Eza menyesal Bun"


"Bun, apakah Zia mau maafkan Eza? dan Bunda, apa Bunda juga mau maafin Eza,,hiks,,hiks,,"Eza menangis tersedu-sedu dan terduduk di samping makam bundanya..


***


terimakasih yang sudah mendukung cerita othor jangan lupa like,komen,vote,ratenya dan terimakasih sudah menunggu kelanjutan ceritanya,,

__ADS_1


Othor tidak ada apa apanya tanpa kalian..🙏🏻😊😊


__ADS_2