
Air mata lolos begitu saja di pipi Zia, tak kuasa menahan tangisan meski dia sudah berusaha untuk menahannya tapi percuma air mata itu turun dengan begitu deras.
"Keadilan harus segera di tegakkan, jika pengadilan tidak bisa memberikan keadilan buat Bunda maka Zia sendiri yang akan memberikan keadilan itu buat Bunda, Zia janji Bun"
Setelah itu Zia tidak sengaja melihat pemandangan yang membuat Zia senang dan juga sedih, Zia melihat seorang anak perempuan bersama Ibunya yang kini tengah bermain di pinggir pantai sambil membuat istana dari pasir.
Zia menatap lurus ke arah Ibu dan anak itu dengan senyuman di bibirnya namun air mata Zia terus mengalir di pipinya.
"Bahkan ketika aku seusia anak itu aku sudah tinggal sendiri. Bunda sudah tidak ada di saat aku seusia anak itu, bahkan aku tidak merasakan momen yang di rasakan anak gadis itu" gumam Zia sedih..
"Untuk semua orang yang telah membunuh Bunda bersiaplah kalian untuk diadili oleh seorang anak perempuan yang Ibunya telah kalian bunuh" ucap Zia yang mengeratkan kepalan tangan nya dengan erat sampai buku - buku tangan Zia memucat..
Zia menengadahkan wajahnya serta mengangkat kedua tangannya "Ya Allah, berikanlah izin kepada hamba_mu ini yang akan memberikan keadilan untuk Bunda Zia"
Zia yang diketahui terkenal sadis oleh orang - orang yang mengenalnya yang sebenarnya itu hanyalah topeng. Tahukah kalian setiap Zia membunuh seseorang maka tiap malamnya ia akan meminta ampunan kepada penciptanya meski ia hanya membunuh orang - orang yang jahat dan keji.
Setiap kali Zia menebas seseorang hingga sampai mati ditangannya Zia selalu memejamkan matanya dan tak melihat korban yang ia bunuh. Zia melakukan pekerjaan itu hanya untuk menghidupi dirinya dan untuk mencapai tujuannya agar bisa memberikan keadilan untuk Bundanya. Dan setelah Bundanya mendapatkan keadilan ia akan beralih profesi itulah yang selalu ia simpan dalam hatinya.
"Setelah Bunda mendapatkan keadilan aku akan berjuang menegakkan keadilan di jalanmu Ya Allah"
"Rendi liat Zia gak?"tanya Ezra.
"Gak, belum pulang kali"jawab Rendi.
"Itu si Leon kenapa kayak lagi galau gitu yah" ucap Ezra yang melihat kearah Leon yang tengah merenung.
"Masa sih"
Ezra pun mengangguk "Serius, sini kalau gak percaya"
__ADS_1
Mereka berdua pun masuk ke rumah khusus Leon, memang terlihat singa itu tengah menempelkan dagunya di lantai dengan begitu sangat lesu dan terlihat murung.
"Si Leon kenapa yah?" Tanya Rendi.
"Laper kali dia" sahut Ezra asal.
"Lah kalau laper terus kenapa itu makanannya gak ke sentuh tuh liat masih utuh kan"jawab Rendi sembari menunjuk ke wadah makanan khusus untuk Leon.
"Kenapa yah, apa jangan - jangan dia sakit, gue mencoba menelpon Zia dari tadi tetapi ponselnya mati"
Dan tak selang beberapa lama seseorang pun datang .
"Assalamualaikum" salam seseorang dari ruang utama.
"Waalaikum salam"jawab Ezra dari dalam "Itu kayaknya Zia deh, ayok kita liat"lanjut Ezra.
"Dek kamu dari mana ajah?" Tanya Ezra..
"Habis dari pantai, emang ada apa sih bang Zia habis menenangkan pikiran"jawab Zia lesu.
"Zia kok lesu gitu ada apa?" Rendi ikut bertanya.
"Gak papah kok kak Ren"
Ezra dan Rendi pun menghela napas berat bersama - sama dan mereka berdua pun duduk di sebelah kanan dan sebelah kiri Zia.
"Kenapa kalian berdua lesu begitu"
"Anak kesayangan adek gak mau makan tuh" sahut Ezra dan
Saat Zia Mendengar itu Zia langsung bangkit dari duduk nya dan berlari menuju rumah Leon dan saat sampai di sana! Dan benar saja singa itu nampak lesu dengan wadah makanannya yang masih lengkap dan penuh itu.
__ADS_1
Setelahnya Zia masuk ke dalam rumah Leon dan menghampiri Leon. Leon yang melihat Zia datang singa itu mulai menegakan kepalanya.
"Leon sayang, kamu sakit? Kenapa kok gak mau makan?" Tanya Zia sembari mengelus kepala Leon dengan penuh kasih sayang.
Leon yang di elus kepalanya dia pun bergelayut manja kepada Zia, sepertinya Leon merasakan kesedihan yang di alami Zia .
Zia pun mengulangi kegiatannya dengan mengelus kepala Leon dengan sayang yang ditunjukan Zia "Leon makan yah, kalau Leon sakit nanti Zia sama siapa?" Leon mengangguk dan Leon pun mulai mau memakan makanannya itu.
"Dek, kamu dari mana aja?"tanya Ezra.
"Dari laut lepas"jawab Zia yang langsung pergi menuju ke kamarnya..
Ezra yang melihat itu pun langsung mengelus dadanya "Sabar - sabar, ternyata kelakuan adek gue meski sangar gitu jadi kang lawak juga ya makin kesini - kesini"
"Makanya suruh siapa adik sendiri di cuekin dikira Zia kacang tanah"celetuk Rendi.
"Lo jangan bikin gue mewek lagi dong"ucap Ezra dengan gaya bicara yang di imut - imut kan..
"Sumpah Naudhubillahhimindhaliqk Nazis - nazis" teriak Rendi yang langsung meninggalkan Ezra sendirian .
Ezra yang sadar jika ia di tinggal sendirian di rumah Leon dia langsung bergidik ngeri " Ehh jangkung kok gue di tinggal sendiri heh gimana kalau gue di capluk ama si Leon"ucap Ezra yang sedikit berteriak sambil berlari mengejar Rendi. .
\*\*\*\*
hay semuanya maaf othor baru bisa up lagi dan othor baru bisa pegang hpnya soalnya suami othor baru ajah pulang. mohon maaf jika othor kelamaan up nya . mudah² kedepannya othor bisa sering² up nya terimakasih..
selamat menunaikan idul adha🙏🏻😊
__ADS_1