
Larassati Ayu Maharani sedang menyusun rencana untuk bisa menaklukkan hati Abraham Ardana Emmerson.
Wanita itu telah mengejar Abraham menikah dengan orang yang dia cintai laras sakit hati melihat Abraham menikah dengan perempuan lain yang notabenya sahabatnya sendiri..
" Bahkan meski Rhea sudah lama mati pun Mas Abraham masih ajah memikirkan Rhea " geram laras..
laras sangat terobsesi pada Abraham, karena hanya Abraham yang tidak terpesona akan kecantikannya ketika masih jaman mereka sekolah dulu. sehingga membuat laras penasaran dan terobsesi untuk mendapatkan Abraham..
" Sebenarnya apa yang Rhea punya yang gak aku punya? jelas-jelas aku lebih cantik dari Rhea, aku juga pintar, bahkan aku sangat seksi dari Rhea"..
" Mas Abraham tidak pernah melirik kearah ku.."
" Ada apa sih Clarista kenapa kau teriak-teriak ini bukan hutan"
" Mi, Clarista lagi kesal sama satu murid cewe di sekolah.."
" Tumben? bukanya biasanya kamu bakal bully murid yang bikin kamu kesal dan bukanya kami bilang kalau kamu punya kuasa di sana dan murid-murid disana tunduk sama kamu?"
" Iyah tapi.."
" Tapi apa?"
" Tapi ada satu cewe yang cukup kuat, gak bisa Clarista lawan"
" Ck, jangan jadi lemah, Mami gak mau akui kamu anak Mami kalau kamu lemah"
" Ishh Mami, masalahnya dia itu hampir bikin tangan Clarista patah Mi" rengek Clarista..
" Cewe atau cowo yang kamu maksud?"
" Yah cewelah Mi"
" Dia tomboy?"
Clarista mengedikkan bahunya " Entahlah tapi Clarista liat dia kesekolah pake motor CBR..
Laras teronjak kaget " Cewe pake motor CBR"
" Apa dia anggota geng?"
" Clarista gak tahu Mami"
" Siapa nama anak itu?"
" Zia Mi"
" Zia siapa?"
" Zia Aliana"
" Hanya itu?"
" Iyah cuma itu"
" Aneh, dia dari keluarga mana?"
" Ga ada yang tahu, satu sekolah gak ada yang tahu bahkan kepala sekolah pun"
" Apa kamu tidak coba lapor ke kepala sekolah mengenai hal ini?"
" Kepala sekolah gak bertindak apa-apa Mi, dia cuma kasih hukuman biasa"
__ADS_1
" Yasudah kamu tenang dulu, Mami akan cari identitas tentang anak itu, selagi itu kamu harus menjauhi anak itu jangan coba-coba melawan dia atau kamu sendiri yang akan terluka"
" Jangan lama-lama"
" Iyah-iyah ya sudah sana mandi sama ganti baju mu sana"
" Siapa gadis itu?"
*
*
*
Hari ini di kantin SMA Garuda heboh, siswa siswi yang ada di kantin saung berisik karena pemandangan yang mereka liat sangat langka dan pertama kalinya, bagaimana tidak inti Alexand kini sebangku dengan seorang gadis biasanya bangku mereka bersih dan gadis jika mereka di kantin tapi kali ini gadis itu AQ dalah gadis misteriusnya SMA Garuda Zia Aliana, biasanya juga gadis itu duduk sendirian dikantin, sebenarnya memang tadi gadis itu duduk sendirian dan inti Alexand yang baru masuk ke kantin langsung duduk di bangku Zia berada...
Banyak yang iri melihat Zia di hampiri inti Alexand, hingga membuat mereka bertanya tanya ada hubungan apa inti Alexand dengan Zia..
" Tatapan anak-anak disini serem deh, kayak lagi natap setan tau gak" ucap Arbian..
" Iya lo setannya" celetuk Galang..
" ****** sekate-kate lu.." ucap Arbian terpotong ketika ada suara yang menyapa mereka..
" Hai" sapa gadis lembut berambut panjang dan cantik yang berdiri disebelah Zayn .
" Ehh ada neng Luna, ada apa neng" ucap Andrew..
" A..aku, aku mau kasih bekal buat Zayn" ucap luna gugup dengan malu-malu sambil menyodorkan bekal kepada Zayn..
Zayn tanpa melihat kearah menerima bekal itu membuat Luna sumbringah namun seketika senyumannya memudar saat melihat bekalnya di lemparkan ke Abrian..
" Makan Ar" ucap Zayn dingin..
" Gue gak nyuruh lo bawain gue bekal" jawab Zayn dengan tajam..
" Kan aku berinisiatif masak buat kamu"
" Gak peduli"
" Setidaknya hargai effort aku Zayn"
" Effort apa?" tanya Zayn dengan tangan bersidekap di dadanya sembari melayangkan tatapan tajam mematikan kepada Luna..
" Effort lu sebagai wanita penggoda?" ucap Zayn sangat tajam dan menusuk uluj hati Luna..
" Z..zayn kok kamu gitu"
Zayn mengangkat sebelah alisnya, dia sudah muak dengan Luna, cukup dua tahun dia selalu diusik oleh perempuan itu yang dimana selama dua tahun mereka selalu satu kelas dan kali ini akhirnya dia terlepas dari jangkawan Luna namun rupanya gadis itu tidak pernah membiarkanya hidup tenang, ingin sekali dia membanting gadis di depannya ini namun mengingat Luna adalah seorang perempuan..
" Apa karena perempuan kulkas ini kamu giniin aku?" ucap Luna sembari menunjuk Zia..
Zia yang sedari tadi diam menikmati makanannya tiba-tiba melirik kearah Luna. Apa-apaan gadis itu dia sejak tadi diam saja kenapa dia jadi sasaran objek gadis ini, Zia sebenarnya muak melihat tingkah laku Luna. Baginya perempuan yang mengejar laki-laki hingga perempuan itu mengesampingkan harga dirinya bagi Zia itu adalah hal menjijikan..
Bagi Zia mencintai seseorang dan mengejarnya itu boleh tapi jika sampai rela harga dirinya diinjak-injak dan di permalukan bukankah itu murah dan juga bodoh? Zia tidak habis pikir dengan perempuan yang masih mengejar laki-laki yqng sudah jelas-jelas menghina dirinya di depan banyak orang..
" Gausah bawa-bawa gue" ucap Zia dingin..
Luna merinding mendengar suara Zia lalu tiba-tiba ada yang menyenggolnya dan membuatnya tersiram air minum..
" Upss soryy gak sengaja" ucap Clarista
__ADS_1
yah gadis yang menabrak Luna itu adalah Clarista..
" Lain kali hati-hati" ucap luna pada Clarista..
" Lagian suruh siapa lo gatel sama Zayn hah? lawan gue dulu kalau lu mau deketin Zayn"
" Kenapa harus lawan kamu, kamu bukan pacarnya Zayn kan, iya kan Zayn?"
" Sialan lu ******" Clarista pun menjambak rambut Luna..
Zia yang geram melihat adegan jambak-jambakkan itu pun melerai keduanya dengan memegang tangan mereka yang saling menjambak, tangan kiri Zia memegang sebuah tangan Clarista dan tangan kananya ia memiting tangan mereka..
" Kalian berdua berisik tau gak, ganggu gue makan" bentak Zia..
" Jangan jadi cewe murahan yang ngejar-ngejar cowo udah tau cowonya gak peduli, kalian emangnya hewan anj*ng apa suka ngejar-ngejar orang?"
" L..lepas, s...sakit" rintih keduanya..
Zia melepaskan cekalannya " Jadi cewe jangan bertingkah murah b*tch, bikin nafsu makan gue hilang ajah". Zia pergi meninggalkan area kantin..
Orang-orang yang berada di kantin tercengang menyaksikan action dari Zia, gadis itu cukup gagah, what gagah? dia seorang gadis namun terlihat gagah, tapi memang seperti itulah adanya..
Zayn kini tersenyum miring namun sangat tipis " lu emang paling beda Zi, salut gue" batin Zayn..
Disisi lain di Emmerson Corp.
" Mas Abraham ini masakan khusus buat Mas loh aku buat penuh dengan cinta"
" Saya sudah makan" jawab Abraham datar..
" Setidaknya cicipilah Mas"
" Laras saya bilang saya sudah makan kenapa kau terus mengganguku hah" bentak Abraham..
" Kenapa mas selalu nolak aku apa kurangnya aku Mas?"
" Apa kau tidak mengaca Laras?"
" Apanya apa Mas?"
" Sejak dulu hanya kau yang tidak melirikku, ketika semua anak di SMA kita dulu mengidolakan aku kenapa kamu tidak?"
" Kamu yang kenapa seharusnya Mas, apa kamu rabun sampai tidak bisa melihat aku yang nyaris sempurna seperti ini?"
Laras mulai berjalan mendekat kearah Abraham dan meliuk-liukkan tubuhnya, setelah berada di samping Abraham yang tengah duduk di kursinya lantas berjongkok..
" Mas apa kau tidak tergoda dengan tubuhku ini hem?" tanya laras yang tengah berjongkok sembari memegang tangan Abraham dan mengarahkan tangan Abraham ke aset kembar miliknya.
saat tangan Abraham semakin dekat dengan gunung kembar milik Laras, Abraham langsung menepis Laras kuat hingga Laras jatuh terduduk dilantai..
" Kau tidak sadar atau hatimu memang sudah gelap Laras hah?" bentak Abraham sembari berdiri..
" Kau mau tahu apa kekuranganmu? kau terlalu murah, liat tindakanmu barusan tidak ada bedanya dengan ****** di luaran sana"
" Sekarang kau keluar dari ruangan saya atau saya panggilkan security untuk menyeretmu?"
Laras pun keluar dari ruangan Abraham dengan kesal, diq berjalan dengan menghentak-hentakan kaki..
" Awas saja kau Mas, aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku"..
......................
__ADS_1
Halo readers, terimakasih kalian sudah membaca ceritaku ini.. maaf jika alurnya kurang berkenan dengan pemikiran kalian.. jangan lupa like, komen, dan vaporitkan(❤️) ceritaku ini..