'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Kegundahan Ezra


__ADS_3

Zia kini tengah berada di taman belakang hari ini kelas tengah jam kosong karena ada rapat guru, Zia lebih memilih tempat sepi Zia benci keramaian satu hal lagi, Zia sedang berfikir mengenai khasus ibunya. Terdapat informasi yang telah dihapus di jejaringan alamat rumah sakit tempat ia dilahirkan..


Zia merasa janggal, tidak ada waktu lematian ibunya, aneh bukankah semua rumah sakit akan mencatat tanggal dan waktu kandungan ibunya itu lemah hingga menyebabkan sang ibu meninggal..


Namun, melihat tahun kematian Bundanya dimakam beliau jelas itu bukan tahun dilahir, tahun itu dimana dia seharusnya tetap dia berusaha satu tahun, benar itu tanggal lahirnya namun tahunnya tidak, apakah ibunya meninggal di hari ulang tahun pertamanya? atau batunisan itu salah cetak?.. Apakah data rumah sakit juga di sabotase? kepala Zia pusing, terasa sangat berat, kepalanya berdenyut begitu ngilu, hingga suara seseorang menyadarkannya..


" Hai Zia" sapa seseorang membuat Zia menoleh..


" Hm" jawab Zia..


" Aku boleh ngobrol sama kamu gak?" ucap Luna dengan suara yang di imut-imutkan..


" Apa?" ucap Zia sewot..


" Kamu ada hubungan apa sama Zayn?"


" Gak ada"


" Serius?" ucapnya dengan mata berbinar

__ADS_1


" Hm"


" Kalau begitu aku boleh deketin Zayn?"


pertannyaan itu membuat Zia mengerutkan dahinya untuk apa gadis ini bertanya padanya toh bukan urusannya. Zia hanya mengangguk enggan menjawab..


" Kamu gak ada suka sama Zayn bukan?" tanya Luna memastikan..


Zia menghela nafas, sungguh gadis ini sangat menyebalkan bagi Zia untuk apa diw bertanyw sebegitu detelnya jelas-jelas dia tidak dekat dengan Zayn..


" Gak" jawabnya datar..


Gadis itu menjingkrak-jingkrakkan kegirangan membuat Zia memutar bola matanya malas..


Zia melihat gadis itu dari bawah hingga keatas dengan sebelah alis yang terangkat..


" Gak" Zia pun berdiri dan hendak beranjak dari tempat itu namun saat di samping gadis itu..


" Gue gak temenan sama cewe murahan" ucap Zia dingin membuat sang empuh merinding..

__ADS_1


" Ck, songong banget itu cewe, tapi kalau gue ngelawan dia juga bakal kalah, dia ajah bisa ngelawan Clarista apalagi gue?"


Di tempat lain..


Ezra Company, adalah prusahaan besar milik Ezra Zafeer Emmerson. Di usianya sendiri yang sangat sukses, dengan jerih payahnya di usianya yang terbilang masih muda ini kini telah bersetatus sebagai CEO di perusahaan besar di jakarta..


Laki-laki ini tengah menatap bingkai foto yang ada di meja kerjanya. Ezra menatapnya bingkai foto yang ada di meja kerjanya. Ezra menatapnya dengan tatapan yang sendu..


" Bun, sebenarnya apa yang terjadi? Ezra gak percaya kalau Zia penyebab Bunda pergi, tapi gak ada bukti yang mengarah bahwa Zia tidak bersalah?"


" Dek, apa benar kamu memiliki jiwa pshycopat? buat Abang percaya kalau bukan kamu pelakunya dek?"


" Seharusnya aku gak pergi hari itu, seharusnya aku diam saja di rumah dan gak pergi nongkrong sama teman-teman" lirih Ezra..


" Bun maafin Ezra, maaf kalau Ezra gak bisa menjaga Bunda, maaf kalau Ezra gak bisa menjaga Bunda, maaf karena Ezra bersikap kasar pada Zia bahkan memukulinya"..


" Maaf Bunda" ucap Ezra drngan terisak..


Hatinya kacau, hidupnya kacau dan tidak ada yang tahu jika seorang CEO muda terkenal ini memiliki masalalu yang kelam dan menyakitkan..

__ADS_1


" Ezra harus gimana Bun?" Ezra memandang foto favoritnya yang ia simpan dan ia pajang di meja kerjanya dan juga dua perempuan, satu laki-laki paruh baya, satu wanita paruh baya, satu anak laki-laki dan satu lagi bayi perempuan yang berada di gendongan wanita paruh baya di foto itu..


" Aku ragu jika bayi selucu ini adalah pembunuh, tapi tidak ada bukti apapun.."


__ADS_2