
Saat keduanya memasuki kamar hotel itu, Erhan langsung menutup pintunya dengan menggunakan kakinya. Ia lalu mendorong tubuh Chloe sehingga bersandar di dinding dan mulai menciumi gadis itu lagi dengan lembut namun dipenuhi hasrat yang seakan tak terbendung lagi.
Chloe langsung melingkarkan tangannya di leher Erhan. Ia menyukai ciuman ini. Ia begitu mendambakannya.
Tas yang ada di pundak Chloe sudah jatuh ke lantai. Gaun yang dipakainya pun sudah terlembar entah kemana. Erhan sudah membawa gadis itu ke atas tempat tidur, mencumbunya dengan mesra.
"Paman, sepatuku belum di buka." Bisik Chloe saat menyadari bahwa sepatunya yang berbentuk tali melingkar masih terpasang di kakinya.
Erhan menatap kaki Chloe. Tawanya langsung pecah. "Maaf, aku sepertinya kurang sabar sampai melupakan sepatumu."
Dengan gerakan lembut, Erhan membuka sepatu Chloe dan melemparkannya ke lantai. Setelah itu ia kembali memposisikan dirinya untuk berada di atas gadis itu.
Tak ada yang bisa menolak ketika cinta dan napsu bersatu.Tak ada yang mampu menahan, hasrat yang sudah lama terpendam dan ingin segera dituntaskan. Chloe tak bisa menahan erangan keluar dari bibirnya saat tangan Erhan menyentuh semua bagian tubuhnya yang sensitif. Ini suatu sensasi yang tak pernah Erhan miliki dengan semua perempuan yang pernah bercinta dengannya, dan ini suatu rasa yang pertama untuk Chloe.
"Paman...., pelan-pelan ya...,ini yang pertama untukku." Kata Chloe saat Erhan sudah bersiap untuk memasuki dirinya.
Erhan terkejut. "Chloe....aku pikir bahwa kau..."
"Aku memang sudah berulang kali pacaran.Namun aku menjaganya untuk orang yang tepat."
Erhan mencium dahi Chloe dengan rasa bahagia. Ia menjadi yang pertama bagi Chloe.
"Aku janji sayang, akan sangat lembut melakukannya." Kata Erhan lalu secara perlahan menyatukan dirinya dengan Chloe.
*********
Suasana kamar yang tadinya panas kini berganti dingin setelah penyatuan itu selesai. Erhan menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan Chloe.
"Sakit?" Tanya Erhan sambil membelai kepala Chloe yang bersandar di dadanya.
"Sedikit..." jawab Chloe sedikit malu.
"Apakah aku tadi melakukan dengan kasar padamu?"
"Tidak paman. Kau sangat lembut."
"Aku sungguh tak menyangkah Chloe, diusiamu yang sudah 22 tahun dan kau masih perawan?"
Chloe hanya terkekeh. "Aku tahu kalau cowok-cowok yang dulu mendekatiku hanya ingin merakan tubuhku. Namun kau berbeda, paman. Kau punya banyak kesempatan untuk mendapatkan tubuhku namun kau tak menggunakannya."
Erhan mencium pucuk kepala Chloe dengan perasaan bahagia. "Aku ingin statusku jelas, Chloe. Untunglah setelah pasangan lesbian Amora datang, dia akhirnya mau melepaskan hubungan kami. Makanya aku langsung ke sini untuk mencarimu."
"Bagaimana dengan orang tua kalian?"
"Mamaku sudah tahu segelanya. Dan dia mengerti. Hanya papa yang belum tahu karena papa sedang sakit. Namun aku yakin, dengan kekuatan cinta yang kita miliki, semuanya pasti mampu kita lewati."
Chloe mengangguk. Ia juga harus menjelaskan segalanya pada bunda dan daddynya. Namun ia yakin semua akan baik-baik saja selama Erhan dan dia bersama.
Erhan menautkan jari mereka lalu mencium tangan Chloe dengan lembut.
__ADS_1
"Sayang, jika kontrakmu di sini selesai, aku ingin menikah denganmu. Aku ingin menjadi milikmu selamanya."
Chloe tersenyum bahagia. "Aku mau, paman."
"Jangan panggil paman lagi. Kelihatannya aku sudah tua sekali."
Chloe terkekeh. "Baiklah sayangku."
"Itu kedengarannya manis."
Keduanya pun tertawa bersama. Hati mereka yang bahagia membuat mereka yakin untuk semakin kuat didalam ikatan ini.
********
Hari ini, Caleb dan Joel akan mengadakan pemeriksaan pada bangunan hotel yang sementara di bangun. Bangunan itu letaknya di pinggiran kota dengan pemandangan danau yang sangat indah.
Sejak kejadian di mana Caleb mencium Grace di dalam mobilnya, Grace seakan menghindar dari Caleb. pesan Caleb hanya di balas dengan singkat oleh gadis itu.
"Kamu kenapa? Kelihatannya beberapa hari ini seperti uring-uringan." Tanya Joel saat keduanya baru tiba di lokasi pembangunan hotel.
"Grace sepertinya menghindar."
"Kan ada Zelina."
"Zelina juga selalu mengatakan sibuk."
"Dengan Monica saja kalau kedua gadis itu menghindar. Mereka bosan mungkin karena kamu tuh belum juga menentukan pilihan."
"Tentukan sekarang, Cal. Jangan nanti kau kehilangan mereka semua."
Caleb menggunakan helmnya. "Aku takut salah satu diantara mereka akan terluka. Ah, sungguh pusing rasanya."
Joel hanya tersenyum. Keduanya langsung memasuki lantai satu.
"Ini lobby hotel. Di sudut sana adalah cafe. Sedangkan restorannya ada di lantai 2.
"Aku mau beriksa parkiran bawa tanah dulu ya. Kau mau ke atas?" Tanya Caleb.
Joel mengangguk. Ia segera menaiki tangga meninggalkan Caleb yang juga sudah turun ke bawa.
Baru 10 menit ia berada di atas, tiba-tiba Joel merasakan gedung yang ia naiki bergetar. Sepertinya terjadi gempa bumi yang lumayan dasyat. Joel langsung berlari turun ke bawa dengan beberapa pekerja.
"Caleb.....!" panggil Joel.
Tak ada sahutan.
Tiba-tiba ruangan pembatas antara lantai satu dan ruangan bawa tanah ambruk. Joel langsung berlari keluar karena lantai satu juga mulai roboh.
Joel jadi panik saat melihat semua pekerja dan tidak ada Caleb diantara mereka.
__ADS_1
Apakah Caleb tertimbun di ruangan itu??
*********
Hari ini Erhan akan kembali ke London untuk menyelesaikan pekerjaannya. Chloe yang tinggal di apartemennya sedang menyiapkan makan siang untuk dia dan Erhan.
"Ah.....!" Baskom yang dipegang Chloe tiba-tiba saja jatuh.
"Sayang, ada apa?" Erhan yang sedang menonton TV langsung pergi ke dapur.
Chloe terpana melihat baskom yang pecah itu. Perasaan hatinya menjadi tidak enak. Erhan mengambil sapu dan membersihkannya.
"Sayang, ada apa?" Tanya Erhan sambil memegang bahu Chloe.
"Aku tiba-tiba ingat Celeb. Sepertinya sesuatu yang buruk sedang terjadi.padanya. Aku pernah merasakan seperti ini waktu aku berusia 15 tahun. Waktu itu Caleb mengalami kecelakaan saat menolong Grace yang jatuh dari panggung."
Erhan memeluk kekasihnya. "Mungkin hanya perasaanmu saja."
"Tidak. Kami saudara kembar. Jadi bisa saling merasakan jika terjadi sesuatu."
"Cobalah telepon."
Chloe menghubungi ponsel Caleb.Tersambung namun tidak diangkat. Ia kemudian menghubungi ponsel Joel karena ia tahu kalau Joel selalu bersama dengan Caleb.
"Apa? Caleb tertimbun di dalam bangunan yang roboh? Bagaimana keadaannya Joel? Ya...baiklah..." Chloe meletakan hp nya dengan wajah pucat. Air matanya sudah membasahi pipi mulusnya.
"Sayang.....!" Erhan memegang lengan Chloe.
"Jadwalku 3 hari ini kosong. Aku harus pulang London."
"Baik sayang. Kita pulang bersama." kata Erhan sambil kembali memeluk Chloe untuk menenangkannya.
************
Di depan hotel itu sudah berdiri Faith Thomson dan suaminya Ezekiel Thomson. Ada juga anak mereka Erland yang sedang memeluk bundanya yang tampak histeris.
"Tenang bunda....! Mereka sedang berusaha mengeluarkan kakak." Hibur Erland.
"Mengapa lama Sekali? Aku hampir gila dengan situasi ini. Anakku, dia pasti terluka di dalam sana. Ponselnya tak juga diangkatnya. Oh...Tuhan, kenapa ini terjadi?" Air mata wanita berusia 42 tahun itu keluar tanpa bisa ditahannya. Sebagai ibu, ia merasa bahwa sesuatu yang buruk sedang dialami oleh anaknya.
Tak jauh dari situ, Zelina dan Grace sedang berdiri juga dengan wajah yang gelisah. Mata Zelina bahkan sudah agak bengkak karena banyak menangis.
"Petugas pemadam kebakaran dan regu penyelamat sedang mengatur strategi bagaimana mengeluarkan puing-puing itu dan tidak menyebabkan menimpah Caleb. Sebab dari alat pendeteksi panas, mereka melihat ada sesuatu yang tertimpah puing-puing gedung." Kata Ezekiel menjelaskan pada istrinya yang hampir histeris karena merasa petugas penyelamat itu agak lambat.
Zelina melangkah, menjauhi keramaian. Ia merasa harus melakukan sesuatu.
Sorry ya...aku up agak pendek.
putri kecilku sakit dan harus dirawat di Rumah sakit.
__ADS_1
Semoga di maklumi 😥😥