3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Pernikahan Erland dan Meloddy


__ADS_3

"Erland, kamu jangan bercanda, ya? Usiamu saja baru 23 tahun." Ujar Ezekiel.


"Hampir 24, dad. Satu minggu lagi." Ralat Erland.


"Tapi, nak. Apakah kamu sudah memikirkan matang-matang? Lagi pula paman Ed belum memberikan kamu restu kan?" Faith terlihat khawatir.


"Bunda, bukankah bunda menikahi daddy saat usia bunda 19 tahun?" Erland tersenyum.


"Bunda perempuan, sayang. Saat itu usia daddy hampir 29 tahun. Jadi nggak masalah."


"Aku nggak mau kayak daddy. Ketuaan nikahnya usia 29 tahun. Aku ingin menikah muda supaya kalau anak-anakku dewasa, aku masih terlihat gagah, bun. Ayolah, Meloddy juga sudah setuju." Erland menarik tangan Meloddy agar mendekat padanya dan boleh terlihat di kamera.


Ezekiel dan Faith saling berpandangan. "Apa benar kamu sudah setuju, Mel?"


"Iya, bibi. Aku mencintai Erland."


"Bagaimana jika ayahmu marah?"tanya Faith dengan wajah khawatir. Ia tak mau hubungannya dengan keluarga Kim menjadi rusak.


"Makanya, daddy dan bunda nggak perlu datang. Supaya adil. paman Ed dan bibi Le nggak akan marah." Kata Erland membuat Faith dan Ezekiel kembali saling berpandangan. Erland adalah anak mereka. Bagaimana mungkin mereka tak akan mengahiri pernikahan Erland?


"Bunda takut jika kalian akhirnya bertengkar dan berpisah jika dikemudian hari ternyata nggak cocok." Faith masih berusaha membujuk anaknya agar tak sembarangan mengambil keputusan.


"Bun, aku memang play boy. Namun semua itu kulakukan karena aku tak bisa memiliki Meloddy. Kini Meloddy sudah menerima cintaku, aku nggak akan menyia-nyiakannya. Lagi pula aku tahu di keluarga Thomson, tak boleh ada perceraian. Please, restui aku dan Meloddy ya?" Mohon Erland.


Faith hanya bisa menarik napas panjang. "Lakukanlah jika itu membuat kalian bahagia."


"Makasi bunda. Love you!" Erland tersenyum senang. Mereka lalu mengahiri panggilan videocall.


Caleb yang sedang duduk di sofa bersama Grace tersenyum. "Akhirnya, bunda merestui kan?"


"Iya. Bunda memang yang paling baik."


Meloddy menunduk. Ia ingat dengan kedua orang tuanya.


"Ada apa?" Tanya Erland sambil mengusap pipi Meloddy dengan punggung tangannya.


"Andai saja daddy ku seperti orang tuamu. Pasti kita akan berbahagia sekarang ini."


Erland langsung membawa Meloddy ke dalam pelukannya. Ia mencium puncak kepala kekasihnya itu dengan sangat lembut.


"Kita pasti akan mendapatkan restu mereka sayang." Kata Erland sambil membelai rambut indah Meloddy.


"Kita ke kamar yuk!" Ajak Caleb pada Grace. Istrinya itu mengangguk. Mereka merasa tak ingin menganggu kemesraan Meloddy dan Erland. Perlahan, keduanya meninggalkan ruangan kantor.


"Apakah kau merasa pusing?" Tanya Caleb saat keduanya sudah berada di kamar.


"Sedikit."


"Tidurlah." Caleb menuntun istrinya menuju ke ranjang. Setelah Grace membaringkan tubuhnya, ia mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Grace.


"Kak....!" Grace menahan tangan Caleb yang akan pergi.


"Ada apa?"


"Maaf ya?"


"Mengapa minta maaf?"


"Aku sudah 2 hari ini tak bisa melayanimu."


Caleb tersenyum. Ia mengambil tangan Grace dan menciumnya dengan sangat lembut.


"Aku memang selalu berhasrat saat ada di dekatmu. Namun, aku juga tak ingin membuatmu lelah. Buah cinta kita harus tumbuh sehat di dalam perutmu." Kata Caleb dengan tatapan penuh cinta lalu tangannya membelai perut Grace yang masih rata.


Grace terharu mendengarnya. "I love you my husband."


"I love you too." Caleb menghadiahkan satu kecupan di dahi Grace.


Grace pun memejamkan matanya. Ada rasa damai di hatinya merasakan kasih sayang dan perhatian Caleb.

__ADS_1


********


Lusa adalah hari pernikahan Erland dan Meloddy. Taman belakang hotel The Thomson sudah disterilkan untuk pelaksanaan pemberkatan nikah sekaligus pelaksanaan resepsinya. Yang hadir hanyalah beberapa orang saja.


Siang ini, Caleb, Grace, Erland, Meloddy, Serafina dan Joel sedang makan siang bersama sambil membicarakan acara pernikahan.


"Itu kan Chloe dan Erhan!" Kata Joel sambil menunjuk ke arah pintu restoran.


Semua menoleh ke arah pintu masuk. Beberapa orang juga ikut menoleh. Siapa yang tidak kenal super model Chloe Thomson yang walaupun sudah memiliki 2 orang anak namun masih terlihat cantik dan seksi.


"Kakak?" Erland langsung berdiri dan menyambut kakaknya.


"Kamu jahat ya? Merencanakan pernikahan secepat ini." Chloe langsung menumoahkan rasa kesalnya. Ia juga menatap Caleb. "Dan kamu...., kenapa menyembunyikan ini dariku? Memangnya Erland hanya adikmu?"


"Tuh kan, aku juga yang kena marah." Caleb menatap Erland.


"Maaf, kak. Aku hanya ingin menikah dengan Meloddy secepat mungkin. Aku bukan kak Caleb yang bisa bertahun-tahun menunggu Grace. Aku memang sudah lama menunggu Meloddy. Makanya saat ia menerima cintaku, aku tak mau menunda lagi memilikinya."Kata Erland dengan wajah penuh permohonan.


Chloe langsung memeluk adiknya itu dengan mata yang sudah basah. "Bodoh! Sekalipun seluruh dunia menentang pernikahanmu dengan Meloddy, kau tahu kalau aku akan selalu mendukungmu. Kau kan adikku satu-satunya. Masa kan aku tak akan menyaksikan hari bahagiamu."


"Makasi kak..." Erland ikut terharu. Inilah yang membuatnya bahagia. Ia tumbuh diantara kasih sayang yang melimpah. Baik dari orang tuanya maupun dari kedua kakaknya.


Setelah moment yang mengharukan itu selesai, Chloe pun mendekati Grace dan memeluknya erat. "Selamat ya. Tak sabar menunggu ponakanku lahir."


"Makasi, kak."


Suasana makan pun bertambah ramai saat menjelang malam, Ezekiel dan Faith datang.


"Bunda akan menyesal seumur hidup jika tak melihatmu menikah, nak." Kata Faith sambil membelai kepala anaknya.


"Maafkan aku, bunda."


Ezekiel menatap semua yang ada di ruangan itu. "Daddy minta maaf jika tak dapat menyembunyikan rahasia ini dari keluarga Kim. Kita adalah keluarga terhormat. Kita sudah bersahabat dengan keluarga Kim selama bertahun-tahun. Daddy tak ingin Edward dan Lerina Kim merasa kecewa dengan kita. Makanya, daddy memberitahukan pernikahan ini. Besok orang tua Meloddy akan ke sini."


"Tapi, dad. Aku nggak mau pernikahanku gagal. Aku mencintai Meloddy." Kata Erland sambil memegang tangan Meloddy dengan erat.


"Pernikahanmu tak akan gagal, Erland. Daddy akan berjuang bersamamu untuk mendapatkan restu. Setidaknya kalian harus memikirkan bagaimana sedihnya perasaan orang tua Meloddy saat tahu kalau anaknya menikah tanpa sepengetahuan mereka." Ujar Ezekiel membuat Meloddy dan Erland tertunduk. Mereka tahu apa yang dikatakan Ezekiel benar adanya.


*********


Wajah Edward terlihat emosi saat melihat Meloddy dan Erland yang berdiri di hadapannya sambil berpegangan tangan.


"Meloddy, daddy memintamu untuk datang ke Jakarta supaya kau bisa menjauhi Erland. Namun kenapa justru kalian bertemu dan merencanakan pernikahan di sini? Apakah kau sudah tak mau menjadi anak daddy lagi? Kau mau keluar dari keluarga Kim?" Kata Edward dengan kata-kata yang melengking tinggi.


"Maafkan aku, daddy. Tapi aku sungguh-sungguh mencintai Erland." Kata Meloddy sambil menahan tangisnya.


"Daddy tidak setuju dengan pernikahan kalian. Kamu ikut pulang bersama daddy sekarang atau kamu saya keluarkan dari keluarga Kim!" kata Edward tegas.


"Paman, saya dan Meloddy saling mencintai. Saya memang masih muda namun saya tidak main-main dengan perasaan saya pada Meloddy." Kata Erland.


"Siapa yang akan menjamin kalau kau tak akan menyakiti anakku? Kau kan mantan play boy." Edward mencibirkan bibirnya.


"Saya yang akan menjaminnya." Kata Ezekiel sambil berdiri lalu melangkah dan berhenti di tempat Erland dan Meloddy berdiri.


"Eze.....!" Edward jadi tak enak hati melihat Ezekiel ikut mendukung Meloddy dan Erland.


"Aku juga percaya kalau Erland serius dengan Meloddy. Aku juga mendukung anakku." Faith ikut berdiri.


"Aku percaya dengan kesungguhan Erland pada Meloddy." Chloe juga berdiri.


"Aku juga mendukung adikku." Caleb juga ikut berdiri.


Semua keluarga Thomson ikut berdiri dan mendukung saudara mereka. Terlihat jelas kalau keluarga ini saling menyayangi.


Edward terlihat bingung. Tanpa ia duga, Min Jun yang ada di ruangan itu pun berdiri. "Dad, aku mendukung Meloddy menikah dengan Erland. Kasihan, mereka saling mencintai tapi tak bisa bersatu."


Lerina menatap suaminya. "Sayang, biarkan Meloddy bahagia. Kita kan tak bisa menentukan dengan siapa Meloddy harus jatuh cinta. Kalau memang jodohnya adalah Erland, kita harus apa?"


Edward diam sesaat. Lalu kemudian ia berdiri di hadapan Erland dan menatap anak muda itu dengan tatapan tajam."Jika kamu sedikit saja menyakiti anakku, maka....."

__ADS_1


"Aku yang akan memukulnya lebih dulu." Ezekiel menyela kalimat Edward.


Kedua sahabat itu saling berpandangan. "Aku pegang janjimu." Kata Edward membuat keduanya saling berpelukan dengan hangat.


"Terima kasih mau menjadi besanku." Kata Ezekiel sambil menepuk pundak Edward.


Meloddy tak dapat menahan air matanya. Ia langsung memeluk daddynya dengan perasaan haru. "Makasi, dad!"


Edward menatap putrinya. "Kau audah yakin dengan pilihanmu?"


Meloddy mengangguk.


"Daddy merestuimu." Ujar Edward lalu kembali memeluk putri kesayangannya itu.


Semua tersenyum lega. Akhirnya Erland berhasil mempersunting gadis pujuaannya.


*********


Pernikahan itu ditunda sehari pelaksanaannya karena menunggu Jisoo, adiknya Meloddy untuk datang.


Pernikahan itu dilaksanakan secara tertutup di halaman belakang hotel itu. Faith jadi ingat dengan pernikahan Daniel dan wanita bulenya hampir 29 tahun yang lalu. Saat itu Faith patah hati dan bertemu dengan Ezekiel.


"Ada apa sayang?" Tanya Ezekiel sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Aku jadi ingat pernikahan kak Daniel yang juga dilaksanakan di sini."


"Malam di mana aku menemukanmu mabuk?"


Faith terkekeh. "Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Jika diingat-ingat lagi, aku bersyukur dipaksa menikah olehmu karena akhirnya aku memilikimu, pernah merasakan kasih sayang opa dan oma, dan memiliki 3 buah hati yang kini semuanya sudah menikah."


"Kamu masih sama di mataku."


Faith membalikan tubuhnya. "Kau tetap terlihat tampan seperti malam itu. I love you, bule."


Ezekiel tersenyum bahagia. Baru saja ia akan menunduk untuk mencium istrinya, tiba-tiba Erland mendekati mereka.


"Dad, mom, seharusnya malam ini aku dan Meloddy yang menjadi pusat perhatian. Mengapa justru kalian yang menjadi pusatnya?" tanya Erland sambil menunjuk semua mata yang sedang tertuju ke arah mereka.


Ezekiel dan Faith hanya tersenyum. Lalu melanjutkan ciuman mereka yang tertunda.


*********


Meloddy sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Ia duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Pintu kamar terbuka. Ternyata Erland yang masuk.


"Hallo sayang, kau sudah mandi?" Tanya Erland. Ia mendekati Meloddy dan mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Aku mandi dulu ya? Kita akan memulai malam ini dengan sangat romantis." Kata Erland sambil mengedipkan matanya.


Meloddy tersipu malu. Ia hanya memandang punggung suaminya yang menghilang dibalik pintu.


Sementara Erland mandi, Meloddy merasa ada yang tak beres dengan perutnya. Ia bahkan merasa ada sesuatu yang keluar dari inti tubuhnya. Ia buru-buru berdiri dan mengangkat gaun tidurnya. Meloddy langsung melotot.


What??


Pintu kamar mandi terbuka. Erland keluar hanya menggunakan boxer. "Ada apa sayang?"


"Sayang, bolehkah kamu ke supermarket yang ada di sebelah hotel ini?"


"Memangnya ada apa?"


"Aku butuh pembalut."


"Pembalut? Untuk apa?" Perasaan Erland mulai tak enak.


"Aku baru saja datang bulan."


Erland menepuk jidatnya sendiri. "Gagal dong?" pekiknya frustasi.

__ADS_1


Ha....ha.....


sabar dulu ya bang Erland....


__ADS_2