3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Ujian Hati


__ADS_3

"Grace Aslon?"


Grace yang masih duduk di ruang latihan sambil berselojor kaki, mendongakkan kepalanya. Seorang pria tampan berdiri di hadapannya sambil tersenyum manis.


Ya Tuhan, kenapa senyum pria ini mengingatkanku pada kak Caleb ya? Apakah karena aku merindukannya? Batin Grace.


"Ya. Saya Grace Aslon!" Grace berdiri lalu berdiri berhadap-hadapan dengan cowok itu.


"Saya Damian Dams."


Grace menyambut uluran tangan pria itu. "Ada keperluan apa ya?"


"Bolehkah kita berbicara sambil duduk?"


"Oh...ya, ayo ke ruanganku." Ajak Grace lalu melangkah lebih dulu, keluar dari ruangan latihan dan menuju ke ruang kerja Grace. Sekarang Grace adalah bendahara sanggar tari ini. Ia juga sebagai salah satu kerografer yang sangat terkenal di London ini.


Setelah membuka pintu ruangannya, ia mempersilahkan Damian duduk.


"Mau minum sesuatu? Sayangnya aku nggak punya kopi. Hanya minuman dingin!" Kata Grace sambil menunjukan kulkas transparan yang berisi berbagai macam minuman botol dan kaleng."


"Aku air mineral saja." Kata Damian.


Grace mengambil 2 botol air mineral. Satu dia berikan pada Damian dan satu langsung dibuka oleh Grace dan diteguknya sampai setengah.


"Aku ke sini untuk mengajak kerja sama."


"Kerja sama?"


"Aku adalah produser acara musik di stasiun TV XXX." Damian menyebutkan salah satu stasiun TV yang bukan hanya terkenal di London tapi juga di dunia.


"Ya. Aku suka menonton acara musik itu. Acaranya bagus dan tak membosankan seperti acara musik lainnya."


"Terima kasih." Damian terlihat senang dipuji oleh Grace. "Karena acara ini rantingnya turun dua peringkat jadi aku ingin membuat fariasi dengan menampilkanmu sebagai salah satu koreografer muda yang sangat terkenal di London ini. Dalam acara ini, kamu dan tim tarimu akan menampilkan tarian dance diiringi dengan lagu yang sedang hits di minggu itu. Bagaimana?"


"Waw..., menantang tapi juga bukan tugas yang mudah."


"Aku berharap kau tak akan menolaknya." Kata Damian dengan wajah penuh permohonan.


"Aku suka dengan tawaranmu. Namun aku harus membicarakannya dengan timku. Karena kami sudah terikat kontrak dengan Keegan Manola untuk tournya bulan depan di 5 negara. Memang tak semua tim akan hadir. Aku juga tak bisa ikut di 5 negara itu."


"Baiklah. Aku memberikanmu kesempatan untuk berbicara dengan timmu. Kapan aku bisa mendapatkan jawabannya."


"Besok."


"Sungguh? Aku harap jawaban yang terbaik yang akan kuterima." Ujar Damian. Sangat jelas terlihat bahwa ia begitu ingin agar Grace menerima tawarannya.


"Ya. Kebetulan malam ini kami ada rapat untuk membicarakan beberapa pekerjaan. Termasuk juga membicarakan tawaranmu ini."


Damian tersenyum sambil mengangguk. "Aku akan menunggu sambil berdoa."


"Ok." Grace tersenyum. Entah kenapa ia merasa senang berbincang dengan Damian.

__ADS_1


"Mau makan siang denganku?" Tanya Damian.


"Oh, aku masih belum lapar. Lagi pula ini belum jam makan siangku. Aku juga masih harus mandi setelah tadi sangat berkeringat karena latihan dari pagi."


Damian mengangguk. "Aku permisi dulu. Semoga lain kali kita bisa makan siang bersama. Soalnya kalau makan siang bersamamu, rasanya aku akan makan banyak."


"Oh ya?" Grace terkejut mendengar perkataan Damian. Biasanya ia akan marah pada pria sok gombal.Namun kali ini, perkataan Damian tidaklah terdengar menjijikan. Bibirnya memang bicara manis, namun tatapan mata dan bahasa tubuhnya tidaklah menunjukan bahwa ia cowok genit. Semua itu semakin mengingatkan Grace pada Caleb yang selalu bersifat cool dan apa adanya.


"Ya. Wajahmu membuat aku jadi lapar."


Grace jadi tertawa. "Kamu itu ya...bisa saja menggodaku. Memangnya wajahku mirip makanan?"


Damian jadi tertawa. "Maaf. Kamu cantik. Jangan tersinggung ya? Oh ya, aku pulang dulu. Selamat siang." Kata Damian lalu segera keluar dari ruangan Grace.


"Ah, aku pasti sudah gila kalau menyamakan dia dengan kak Caleb." Kata Grace pada dirinya sendiri. Ia pun segera duduk di depan meja meja kerjanya, memeriksa beberapa dokumen selama hampir 1 jam. Setelah itu Grace segera menuju ke kamar mandi yang ada di ruangannya.


Selesai mandi, Grace mengenakan celana jeans dan t-shirt ketat berwarna putih, ia mengambil tas dukungnya dan segera meninggalkan sanggar untuk mencari makan siang. Namun betapa terkejutnya Grace melihat Damian sedang bersandar di pintu mobilnya. Mobil Damian diparkir tepat di samping mobil Grace.


"Hei, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Grace. Ia bingung dengan cowok itu.


"Menunggumu. Siapa tahu kau mau makan siang denganku. Kau bersedia?"


Grace tak bisa berkata apapun. Sungguh tatapan mata Damian, senyum dan gayanya yang bersandar di pintu mobil seperti itu mengingatkan Grace pada Caleb.


"Baiklah!"


Wajah Damian langsung bersemi. "Ok. Ayo!" Damian membuka pintu mobilnya.


"Apakah kita akan naik mobilmu?"


"Iya. Naik mobilku saja. Aku takut jika naik mobilmu, kau akan menculikku." Kata Grace lalu membuka pintu mobilnya.


"Wah, apakah aku terlihat berwajah seperti penjahat?"


Grace hanya tertawa. Ia segera duduk dibelakang stir sedangkan Damian duduk di sampingnya. Grace menjalankan mobilnya meninggalkan halaman sanggar.


*********


"Kak, aku lihat semalam kau sangat akrab dengan Dania di club. Kakak suka dengan Dania?" Tanya Erland. Ia dan Caleb ada di ruangan kerja tim The Thomson yang disiapkan oleh perusahaan Briliant.


Caleb yang baru saja mengirim pesan pada Grace mengangkat wajahnya. "Maksudmu?"


"Selama hidupmu, yang aku tahu kalau kakak hanya dekat dengan Grace dan Zelina. Memang ada gadis lain seperti Monica. Tapi kakak tak pernah seperti tadi malam. Aku melihat kakak dan Dania hampir saja berciuman. Secepat itukah melupakan Grace?"


Caleb tertegun. Ia ingat dengan kejadian semalam. Dania menjemput dia dan Erland untuk pergi ke salah satu club malam. Awalnya mereka hanya berbincang biasa sambil menikmati minuman. Dania bercerita bahwa club malam itu adalah milik sepupunya. Saat lagu dansa mengalun, Dania tiba-tiba saja menarik Caleb untuk berdansa. Awalnya Caleb menolak namum saat melihat wajah Dania yang penuh permohonan membuat Caleb akhirnya mau turun ke lantai dansa. Mungkin terbawa suasana lagu yang romantis, Dania memeluk Caleb dengan erat dan wajah mereka menjadi semakin dekat. Bibir mereka hampir saja bertemu untungnya Caleb cepat sadar.


"Maaf, Dania. Aku tak bisa." Kata Caleb malam itu. Wajah Dania nampak sangat kecewa. Namun ia akhirnya tersenyum sambil mengangguk. Jadilah malam itu mereka berpisah tanpa terjadi apapun.


"Kak....!" Panggil Erland membuyarkan lamunan Caleb tentang kejadian tadi malam.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Ponsel kakak berbunyi."


Caleb melihat ponselnya. Ternyata balasan Grace atas pesannya tadi.


Caleb :


Grace, lagi buat apa? Kangen..


Grace :


Lagi makan siang dengan teman. Kakak sudah makan siang? Jangan lupa jaga kesehatan ya?


Caleb :


Aku baru mau makan dengan Erland. Kamu juga jaga kesehatan di sana. Jangan terlalu capek latihannya.


Caleb meletakan kembali ponselnya lalu menatap adiknya. "Aku tetap mencintai Grace. Mungkin karena wajah Dania agak mirip Grace, tomboynya juga sama sampai membuat aku sedikit merasa nyaman dekat dengannya."


Erland hanya tersenyum. "Aku hanya tak ingin 3 tahun penantianmu menjadi sia-sia. Dania memang cantik dan menarik. Tak kalah dengan cantik dengan Grace. Kesamaan wajah memang sering membingungkan namun jangan sampai membuat kita terbuai. Dania gadis yang penuh pesona dan dia kelihatannya menyukaimu, kak."


"Ayo kita makan!" Ajak Caleb. Ia tak ingin Erland membicaraka Dania lagi.


*********


Rapat bersama timnya sudah selesai. Semua setuju untuk menjadi tim tari di acara musiknya Damian. Grace sudah yakin kalau timnya akan suka karena acara itu sangatlah terkenal.


Selesai rapat, seorang tukang bersih sanggar mengatakan kalau ada tamu yang menunggunya di ruangannya.


Sambil berjalan, Grace melihat jam tangannya. Sudah jam 9 malam. Siapa yang bertamu di jam seperti ini?


Saat pintu ruangannya terbuka, Grace terkejut melihat siapa yang sedang duduk sambil bermain hp.


"Damian? What are you doing, here?"


"Menunggumu untuk makan malam. Sekalian saja menunggu jawaban timmu. Sudah selesai rapatnya kan?"


Grace tersenyum. "Kamu nekat menunggu aku sampai malam seperti ini?"


"Ya. Sesuatu yang baik itu layak diperjuangkan. Seperti kamu."


"Maksudnya?"


Damian berdiri lalu mendekati Grace. "Grace, kamu boleh anggap aku gila atau kurang kerjaan. Tapi selain sangat mengharapkan kau menerima kerja sama dengan acaraku, aku juga ingin mengejar cintamu."


"What?"


"Aku memikirkan satu hari ini. Ku rasa kalau aku jatuh cinta padamu!"


Ha??


What next????

__ADS_1


__ADS_2