
Saat Grace bangun pagi, ia dikejutkan dengan bunyi ponselnya yang diletakan di atas nakas dekat tempat tidurnya. Ia meraih ponselnya itu dan tersenyum membaca satu pesan dari Caleb.
Cantik, bagaimana tidurmu?
semoga harimu menyenangkan
Grace tersenyum. Ia mendekap ponselnya seperti sedang mendekap Caleb.
Ia pun membalasnya.
Semoga harimu juga menyenangkan, kak
Setelah membalas pesan Caleb, Grace bergegas ke kamar mandi. Ia ada jadwal menjadi penari latar Keegan yang akan tampil disalah satu stasiun TV.
Selesai mandi dan ganti pakaian, Grace segera turun ke bawah. "Good morning!" Sapa Grace pada Papa, mama dan omanya yang sementara sarapan.
"Selamat pagi, sayang!" Sapa mereka bareng.
"Ada jadwal menari?" Tanya Ben saat Grace duduk di sampingnya.
"Iya, dad. Bareng Keegan di show salah satu stasiun TV." Kata Grace lalu mulai menikmati sarapannya.
"Grace, oma sudah semakin tua. Oma sudah ribuan kali merancang gaun pengantin. Satu hal yang oma inginkan sebelum benar-benar berhenti yaitu merancang gaun pengantin untukmu." Ujar Alicia Aslon.
"Oma. Usiaku baru 23 tahun." Kata Grace.
"Sebentar lagi 24 sayang."Ucap Ben.
"5 bulan lagi, dad." Grace mengangkat kelima jarinya.
"Mommymu menikah saat usianya 22 tahun. Kau lahir saat usianya hampir 25 tahun." Ucap Ben.
"Howie sudah menikah setahun yang lalu. Arcel juga sudah menikah." cicit Ben.
"Merekakan lebih tua dari aku."Grace menghabiskan sarapannya. Kepalanya akan bertambah pusing jika oma sudah mengangkat cerita tentang pernikahan dan bla...bla...bla...
"Aku pergi dulu ya?"Pamit Grace lalu segera meninggalkan ruang makan. Saat ia tiba di teras depan, ia terkejut melihat salah satu asisten rumah tangganya memegang sebuah rangkaian bunga.
"Buat siapa bunga itu?" Tanya Grace sambil mendekat.
"Buat nona!" Pelayan perempuan itu menyodorkannya di depan Grace.
"Buatku?" Tanya Grace. Ia mengambil kartu ucapan yang di salah satu tangkai bunga.
Semoga bunga mawar ini dapat
membuat harimu menjadi bahagia
Love------Caleb.
Wajah Grace langsung tersenyum bahagia. Bukankah Caleb terkenal sebagai lelaki cuek dan tak romantis? Apakah 3 tahun ini sudah banyak merubah prinsip lelaki super cuek seperti Caleb?
Grace mencium bunga itu. Mengambil satu tangkai bunga mawar. "Tolong simpan di dalam kamarku, ya? Letakan dalam vas bunga yang ada airnya." Kata Grace lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Pelayan perempuan itu membawa bunga itu ke dalam rumah.
"Bunga untuk siapa?" Tanya Maura.
"Untuk nona Grace. Dari tuan Caleb." Kata pelayan itu lalu mulai mencari vas bunga di dapur.
"Anakmu sepertinya sedang jual mahal, Ben." Ujar Alicia sambil geleng-geleng kepala.
"Bukan jual mahal, mom. Grace hanya ingin diperjuangkan oleh Caleb." Kata Ben.
"Sama kayak daddynya." Maura menggoda sambil melirik ke arah Ben.
__ADS_1
"Siapa dulu dong daddynya." Ben tertawa dengan bangga sambil menepuk dadanya.
"Dasar bule kepedean!" Cibir Maura lalu segera meninggalkan Ben sebelum suaminya itu menariknya dalam pelukan hangat.
********
"Grace, setelah ini kita pergi makan, ya? Sudah lama kita nggak makan bareng." Kata Keegan saat acara di TV sudah selesai.
"Ok. Aku ganti baju dulu ya?" Ujar Grace sebelum menghilang di ruang ganti.
1 jam kemudian, mereka sudah berada di salah satu restoran ternama di kota London. Salah satu asisten Keegan sudah memesan tempat itu dengan makanan yang lengkap sehingga begitu mereka masuk, makanan langsung disajikan.
"Makanannya enak!" Puji Grace sambil mengangkat jempolnya.
"Kamu baru kali ini makan di sini?"
"Iya. Restoran ini sudah lama di buka ya?"
"Ya. Sekitar 5 tahun lalu. Zelina suka sekali jika kuajak makan ke sini."
Grace tiba-tiba menjadi sedih. "Entah bagaimana kabarnya. Selama aku ada di Amerika, aku mencoba mencari keberadaannya, namun tak pernah bertemu."
"Hatiku mengatakan kalau dia masih hidup."
Grace tersenyum. "Kau mencintainya?"
"Sejak dulu, Grace. Ketika kita reuni di Bali untuk pertama kali."
"Tak mencoba mencari penggantinya? Bagaimana jika..., jika Zelina memang sudah tak ada?" Tanya Grace dengab sangat hati-hati.
Keegan menarik napas panjang. "Aku harus belajar melupakannya. Walaupun sebenarnya sangat sulit."
"Kau mau menerima putri Sofia?"
"Aku akan belajar mencintainya dulu. Karena aku tak mau menyakiti gadis sebaik dia."
Ponsel Grace berbunyi. Senyumnya langsung mengembang melihat siapa yang menelepon.
"Hallo, kak."
"Grace, kau ada di mana?"
"Sedang makan siang bersama Keegan."
"Wah, pada hal aku ingin mengajakmu makan siang bersama. Oh ya, malam ini kau ada acara?"
"Nggak."
"Mau nonton bioskop bersamaku?"
"Baiklah."
"Jam 7 aku jemput di rumahmu?"
"Di apartemen Gionino saja supaya kakak nggak terlalu jauh menjemputku."
"Baiklah. Sampai jumpa jam 7 ya? Bye.."
Keegan menatap Grace sambil tersenyum. "Ada kencan?"
"Kak Caleb mengajakku nonton bioskop."
"Sejak kalan dia suka pergi ke bioskop?"
Grace mengangkat bahunya. "Setahuku juga tidak."
__ADS_1
"Mungkin dia sedang mencoba mendekatimu dengan cara yang berbeda."
"Mungkin. Kita lihat saja nanti."
"Kau akan memberikan dia kesempatan, kan?"
"Ya. Walaupun sebenarnya aku masih takut jika Zelina kembali dan hati Caleb kembali goyah."
Keegan menggeleng. "Itu tak akan terjadi Grace. Selama hampir 3 tahun ini, Caleb selalu merindukanmu. Dan jika Zelina kembali, kau jangan takut, karena Zelina pernah berjanji padaku kalau dia akan kembali ke London ini, dia hanya akan kembali untukku."
"Benarkah?"
"Aku percaya kalau Zelina tak akan pernah mengingkari janjinya. Sekarang, makanlah yang banyak agar kau memiliki tenaga untuk kencan dengan Caleb malam ini."
Grace mengangguk. Ia langsung menikmati makan siangnya dengan hati yang gembira.
********
Gionino dan Hanna pacarnya sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV. Hanna merupakan putri dari keluarga kerajaan Monaco yang dipacari Gionino sudah setahun ini.
Saat Grace membuka pintu kamar tamu, Gionino dan Hanna secara spontan menoleh.
"Mau keluar, kak?" Tanya Gionino.
"Ya. Aku mau menonton bersama Caleb. Aku pergi dulu ya. Caleb sudah menunggu di lobby."
Gionino dan Hanna sama-sama mengangguk.
Caleb yang sudah menunggu di lobby langsung tersenyum melihat Grace yang keluar dari lift. Grace tampak cantik dengan celana jeans ketat dan kemeja kotak-kotak berwarna biru. Sangat serasi dengan celana jeans dan kemeja warna biru langit.
"Kita seperti orang yang janjian saja untuk pakai baju yang warnanya sama." Ujar Grace saat Caleb sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Itu namanya sehati." celutuk Caleb lalu menutup pintu untuk Grace lalu kemudian memutari mobil dan duduk di samping Grace.
Sepanjang perjalanan menuju ke bioskop, Caleb banyak berbicara dengan Grace. Sesuatu yang sebenarnya tak pernah Caleb lakukan sebelumnya karena Caleb sebenarnya tipikal cowok pendiam.
Saat tiba dibioskop, mereka pun memilih film bertipe black romance yang akan dimulai 30 menit lagi. Caleb yang sudah memesan film tersebut melalui aplikasi yang ada. Jadi hanya dengan menunjukan bukti pemesanannya di ponselnya, Grace dan Caleb langsung masuk ke dalam studio 6.
Saat film di mulai, keduanya pun larut dengan jalan ceritanya yang sangat bagus. Sampai akhirnya saat ada adegan sang pemeran utama pria diminta harus membunuh sang pemeran utama wanita, Grace tanpa sadar memegang tangan Caleb. Ia terlihat agak tegang. Caleb pun mengusap tangan Grace yang melingkar dilengannya membuat Grace sadar dan buru-buru melepaskan tangannya.
"Maaf, kak." Grace jadi malu.
"Pegang aja terus. Aku justru senang."
"Kakak..!" Grace menepuk pundak Caleb.
Caleb hanya tertawa dan membuat orang yang duduk di depan mereka menoleh ke belakang dengan wajah protes.
"Sorry!" Kata Caleb sambil mengangkat tangan kanannya.
Grace terkesima. Biasanya Caleb tak akan mudah meminta maaf pada seseorang. Ia kesannya arogan dan tak peduli dengan protes orang terhadapnya, namun kali ini, Caleb terkesan cowok manis.
Saat film selesai, Grace memilih pulang. Ia sangat mengantuk karena kelelahan. Caleb pun mengantar Grace sampai di rumahnya.
"Nggak masuk, kak?" tawar Grace sebelum turun.
"Tidak. Nantilah lain kali."
"Makasi ya" Grace membuka pintu mobil namun tangan Caleb menahan satu tanganya.
"Ada apa kak?"
"May i kiss you?"
Deg!
__ADS_1
Grace kasih nggak ya??????