3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Buah Cinta Kita


__ADS_3

Grace terbangun dengan rasa sakit di perutnya. Ia menoleh ke samping. Nampak Caleb tertidur dengan sangat nyenyak. Terdengar dengkuran halus. Grace tak tega membangunkannya karena ia tahu kalau Caleb baru saja pulang saat jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Pekerjaan di perusahaan sangat banyak akhir-akhir ini. Daddy Ezekiel bahkan turut turun tangan untuk membantu Caleb dan Erland.


Perlahan, Grace menurunkan kakinya ke lantai. Matanya menatap jarum jam yang sudah menunjukan pukul setengah empat subuh. Grace melangkah menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil. Saat ia membuka ****** ********, ia terkejut melihat ada bercak merah di sana. Perut dan pinggang Grace rasanya mau lepas karena sakit.


Apakah aku melahirkan sekarang? Tapi, bukankah menurut analisa dokter masih sepuluh hari lagi?


Grace kembali keluar dari kamar mandi. Ia mengikat rambutnya asal dan segera keluar kamar. Ia ingin membangunkan bunda Faith saja.


Sambil menahan sakit, Grace menggunakan lift untuk turun ke bawa. Ia mengetuk pintu kamar mertuanya secara perlahan.


"Bunda.....! Bunda....!"


Tak lama kemudian, Faith membuka pintu sambil mengikat kimono gaun tidurnya.


"Ada apa Grace? Kenapa wajahmu penuh keringat?"


"Perutku sakit, bunda. Tadi saat aku buang air kecil, ada bercak darah di celana dalamku."


"Itu artinya kamu akan melahirkan. Mana Caleb?"


"Aku tak tega membangunkannya karena aku tahu Caleb pulang sudah jam 1."


"Kamu duduk dulu....!" Faith mengajak menantunya itu untuk duduk di bangku yang ada di depan kamarnya. Ia segera memencet intercom untuk membangunkan para pelayan dan sopir yang ada di rumah belakang.


"Ivana, tolong bangunkan sopir untuk mengantar kami ke rumah sakit. Grace mau melahirkan!" Kata Faith sedikit tegang. Ia memandang menantunya yang masih meringis menahan sakit.


"Bunda ganti baju dulu ya..." Faith berlari ke kamarnya. Ia membuka walk in closet untuk mengganti baju. Gerakannya itu menimbulkan bunyi yang kuat sehingga Ezekiel terbangun.


"Sayang, ada apa?"


"Grace sakit perut. Aku akan mengantarnya ke rumah sakit. Sepertinya ia akan melahirkan." Kata Faith sambil memasang kancing kemejanya.


"Aku ikut!" Ezekiel langsung turun dari tempat tidur.


"Sayang, kamu kan baru saja pulang. Lagi pula.."


"Bunda.....!" Teriak Grace membuat Faith tak jadi meneruskan kalimatnya. Ia berlari keluar diikuti oleh Ezekiel.


"Ada apa Grace?"


"Sepertinya, air ketubanku sudah pecah." Grace menunjuk kakinya yang sudah basah.


"Ivana...., mana sopirnya?" teriak Faith panik. Ezekil segera naik ke lantai 3 untuk membangunkan Caleb.


Ivana yang adalah kepala pelayan di rumah ini terkejut melihat keadaan Grace. "Kita tak akan bisa ke rumah sakit, nyonya Faith. Sepertinya nyonya Grace sudah akan melahirkan."

__ADS_1


"Aduh, bagaimana ini?" Faith jadi bingung.


"Sakit sekali bunda. Rasanya sudah tak tahan lagi!" Grace memegang perutnya. Pada saat yang sama, Ezekiel dan Caleb keluar dari lift.


"Aku bisa membantunya, nyonya. Tolong hubungi saja dokternya." Ivana menatap kedua pelayan yang sejak tadi berdiri di belakangnya. "Siapkan kamar tamu untuk nyonya Grace. Panggil pelayan yang lain untuk memasak air. Tolong ambilkan sarung tangan medis yang ada di kotak obat!"


"Tapi....bagaimana jika terjadi sesuatu? Kita ke rumah sakit saja." Kata Caleb.


"Aku sudah tak tahan. Rasanya anak ini akan keluar...!" Grace meringis sambil menangis.


"Aku pernah bekerja di rumah sakit bersalin. Beberapa kali membantu dokter untuk membantu pasien melahirkan." Ivana berusaha meyakinkan.


"Caleb, angkat Grace dan pindahkan saja." Kata Faith.


Ivana mengambil gunting dan alkohol. Untunglah di rumah keluarga Thomson, peralatan medisnya sangat lengkap. Ivana memang kepala pelayan yang cekatan. Jika ada para pelayan yang terluka, ia sendiri yang menjahit dan merawat luka mereka. Ivana memang pernah menempuh pendidikan sebagai perawat. Ia bahkan sempat bekerja di rumah sakit keluarga Thomson. Namun, sejak ia mengurus nyonya Faith yang melahirkan anak kembarnya, Ezekiel menawarkan pekerjaan di rumah ini. Dengan gaji yang besar dan suasana kekeluargaan yang senantiasa tercipta di mansion ini, Ivana memilih bekerja di sini. Ia bahkan menemukan jodohnya di mansion ini. Salah satu sopir yang bekerja pada keluarga Thomson.


Ezekiel menelepon dokter kandungan Grace. Sementara di kamar, Grace sudah dibaringkan.


"Nyonya ingat dengan pelajaran di kelas kehamilan kan? Ayo mengejan nyonya. Bayinya sudah sangat dekat." Seru Ivana.


Caleb ada di sisi kanan Grace dan Faith berdiri di samping kiri Grace. Sedangkan Ezekiel memilih menunggu di depan kamar sambil menghubungi Ben dan Maura.


"Ayo nyonya....dorong yang kuat....satu...dua...tiga....!" teriak Ivana memberi semangat.


"Ah.....ini sakit...!" Grace menggelengkan kepalanya.


"Ayo nyonya, satu kali lagi....!" Ujar Ivana.


"Satu.... dua.....tiga....!"


"God help me...!" teriak Grace bersamaan dengan itu, terdengarlah suara tangisan bayi.


"Owe....owe....owe...."


"Anaknya perempuan. Cantik sekali....!" Seru Ivana gembira. Ia meletakan anak itu di atas dada Grace lalu meneruskan pekerjaannya untuk mengeluarkan ari-arinya.


Air mata Caleb jatuh tanpa bisa ditahannya. Perasaannya campur aduk.


Tali pusat sudah dipotong. Tepat disaat itu dokter Fiero tiba. Ia bernapas lega karena semuanya berjalan dengan baik.


"Bayinya lahir tepat jam 4 pagi. Beratnya 3,7 kg. Tinggi badannya 53 cm." Kata Ivana saat sudah selesai mengurus si bayi.


Ezekiel tersenyum bahagia. Ia menepuk bahu Ivana. "Kau akan mendapatkan bonus yang sangat besar. Bahkan kau boleh minta apa saja padaku. Akan ku kabulkan."


"Aku boleh minta pensiun?" tanya Ivana.

__ADS_1


"Ivana? Apakah kau sudah tidak senang bekerja di sini?" Tanya Faith khawatir. Bagaimanapun ia sudah menganggap Ivana sebagai bagian dari keluarga Thomson. Usianya dengan Ivana bahkan hanya terpaut 2 tahun.


Ivana tertawa. "Tidak nyonya. Saya hanya bercanda. Keinginan saya hanya satu, jika anak saya sudah selesai kuliah, apakah dia boleh bekerja di perusahaan the Thomson? Anak saya pintar. prestasinya sangat baik."


"Dia akan mendapatkannya." Caleb yang menjawab. Ia sangat berterima kasih pada Ivana yang telah menolong Grace sehingga bisa melahirkan dengan selamat.


Semuanya tersenyum bahagia. Faith menatap cucu perempuannya yang ada dalam dekapan Caleb.


"Kenapa aku merasa kalau wajahnya mirip oma Elisa ya?" ujar Faith. Putri Caleb dan Grace punya wajah yang lonjong, berdagu belah dan bulu mata yang lentik. Warna matanya juga biru.


Ezekiel menatap cucunya secara intens. "Iya. Dia sangat mirip dengan oma Elisa." Ezekiel tiba-tiba rindu pada omanya yang telah lama pergi.


"Kita akan menamakannya Zelina Elisa Thomson." Kata Caleb sambil menatap Grace. "Kau setuju kan sayang?"


Grace mengangguk. "Aku setuju!"


Tak lama kemudian, Ben dan Maura datang. Mereka pun menyambut cucu pertama dengan sangat antusias.


"Namanya boleh ditambah satu nggak?" Tanya Ben.


"Daddy ingin menambahkan nama siapa?"Tanya Maura.


"Nama mamanya Maura. Yuliana." Kata Ben sambil melirik ke arah Maura. Maura sendiri sedikit terkejut karena Ben justru mengingat nama mamanya.


"Bagaimana sayang?" Grace menatap Caleb.


"Baiklah. Mari kita namakan putri kita ZELINA ELISA YULIANA THOMSON." Ujar Caleb dengan bangganya. Caleb percaya ketiga nama itu mew, perempuan yang diberikan karunia karena sembuh dari sakit yang mematikan. Elisa sosok perempuan tegar, sangat memegang prinsip hidup dan selalu berjuang untuk keluarganya. Sedangkan Yuliana adalah perempuan baik hati yang percaya bahwa ketulusan hati menerima segalanya akan membuat hidup lebih berarti.


**********


Erland dan Meloddy datang mengunjungi Grace saat mendengar kalau Grace sudah melahirkan. Sejak menikah, Erland dan Meloddy menempati sebuah mansion yang dibelikan oleh Ezekiel untuk mereka. Letaknya tak jauh dari kediaman the Thomson. Sedangkan Chloe sudah pindah ke mansion yang dibangun oleh Erhan. Letaknya juga tak jauh dari rumah utama The Thomson. Hal itu membuat Ezekiel dan Faith sangat bahagia karena anak-anak mereka tinggal tak jauh dari mereka.


"Bunda benar. Zee memang sangat mirip dengan oma Elisa. Walaupun aku tak sempat melihat beliau saat beliau hidup namun foto-foto yang ada di ruang keluarga menunjukan mereka sangat mirip." Kata Erland sambil terus menatap Wajah putri Grace yang ada dalam box.


"Jadi kalian menamakannya Zelina?" Tanya Meloddy sambil mengusap perutnya yang kini sudah berusia 4 bulan.


"Iya. Itu janji Caleb pada Zelina jika dia kembali dengan selamat. Namun kami memanggilnya Zee. Supaya agak beda dengan Zelina yang biasa dipanggil Zel." Jawab Grace.


"Aku tak sabar juga ingin segera melahirkan. Menurut analisa dokter, sepertinya dia juga berjenis kelamin perempuan."


"Keluarga Thomson akan kaya dengan para bidadari nya." Kata Grace membuat Erland dan Meloddy hanya tersenyum. Zelina yang sebenarnya sudah tiba hampir bersamaan dengan Erland dan Meloddy hanya bisa berdiam diri dibalik pintu. Ia memegang perutnya yang rata. Ya Tuhan, apakah aku bisa menikmati kebahagiaan seperti yang dimiliki Grace dan Meloddy?


Maaf ya emak lama sekali baru up...


namun cerita emak semuanya pasti tamat.

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti kisah ini.


satu episode lagi akan tamat guys...


__ADS_2