
Caleb mengambil selimut dan menutupi tubuh Grace. Ia merasa kasihan karena Grace selalu muntah. Untunglah setelah meminum obat yang diresepkan oleh dokter Nonik, mual Grace agak meredah dan ia sudah bisa tertidur.
Setelah mengecup pipi Grace, Caleb mengambil topi untuk menutupi kepalanya yang agak plontos, lalu keluar dari kamar. Ia ingin menghirup udara segar karena memang masih terlalu sore untuk tidur. Waktu baru menunjukkan pukul 9 malam.
Saat ia tiba di lobby hotel, beberapa pelayan nampak masih bekerja. Besok adalah pernikahan Keegan dan Zelina. Caleb sudah memerintahkan pada maneger hotel untuk menyiapkan semuanya dengan baik.
Ia pun melangkah ke bagian belakang hotel yang ada kolam renangnya. Ia ingin melihat persiapan di sana. Walaupun pestanya nanti akan di gelar secara tertutup di ballroom lantai satu namun Caleb juga meminta agar area sekitar kolam dipersiapkan agar para tamu dapat bersantai di sana.
Senyum di wajah Caleb langsung terlihat saat ia mendapati bahwa semuanya sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Caleb memutari area sekitar kolam itu sampai matanya menatap sosok Zelina yang sedang berdiri sambil menatap pantai yang ada di depannya.
"Zel, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Caleb.
Zelina menoleh. "Hai, Cal. Aku hanya ingin mencari udara segar."
"Tanpa ada Keegan?"
"Aku hanya ingin sendiri."
"Kalau begitu, aku menganggu ya?"
Zelina tertawa. Ia terlihat cantik walau tanpa make up. Tak ada lagi wajah pucatnya. Caleb merasa kalau Zelina memang sudah sembuh.
"Apakah kau akan pergi jika aku mengusirmu?" Tanya Zelina sambil menatap Caleb dengan wajah manjanya.
"Aku pikir sebelum mengusirku, kau harus mengingat, siapa pemilik tempat ini."
Keduanya akhirnya tertawa bersama. Caleb senang melihat Zelina kembali seperti dulu.
"Boleh aku memelukmu?" Tanya Caleb.
"Aku juga baru mau meminta supaya kau memelukku." Zelina segera memeluk Caleb. Pria yang dulu pernah sangat dicintainya. Pria yang menjadi cinta pertamanya.
"Aku senang karena kau menerima lamaran Keegan." Kata Caleb tanpa melepaskan pelukannya.
"Saudaramu itu memang pantas dicintai. Karena aku gagal denganmu, aku pikir bahwa aku tak bisa lagi menemukan kebahagiaan. Nyatanya, aku selalu memikirkan Keegan. Aku bahagia dengan semua cinta yang dia miliki untukku. Walaupun sebenarnya aku merasa tak pantas dinikahi oleh seorang pangeran dan selebritis setenar Keegan."
Caleb melepaskan pelukannya. Di tatapnya wajah Zelina. "Apa yang membuatmu berpikir kalau kamu tak pantas untuk Keegan?"
"Aku bukan wanita sempurna. Aku tak bisa memberikan Keegan keturunan. Pengobatan kankerku telah merusak rahimku."
Caleb memegang kedua tangan Zelina dengan lembut. "Wanita yang sempurna bukanlah wanita yang bisa melahirkan anak yang banyak. Wanita yang sempurna adalah wanita yang mencintai suaminya seumur hidupnya dan yang membuat suaminya bahagia."
"Itu menurutmu. Tapi bagaimana menurut Keegan?"
Caleb tersenyum. Ia menghapus air mata yang membasahi pipi Zelina. "Aku justru mendapatkan kata-kata itu dari Keegan. Itu adalah syair lagu Keegan yang berjudul The Perfeck Woman."
__ADS_1
"Mungkin waktu lagu itu dirilis, aku masih dalam perawatan." Zelina tersenyum. "Jadi menurutmu, aku bisa membahagiakan Keegan?"
"Kau adalah perempuan yang pernah menempati hati Caleb Thomson. Dan kau tahu kalau Caleb Thomson seorang tipe pemilih kan? Yang membuatku jatuh cinta adalah perempuan yang special. Kau bukan hanya special di mataku namun juga sangat special bagi Keegan. Kalau kau bukan siapa-siapa, tak mungkin dia mau menunggumu sekian tahun lamanya. Percayalah, Keegan akan bahagia bersamamu."
Tangis Zelina pecah. Ia langsung memeluk Caleb dengan hati yang bahagia. "Aku percaya dengan apa yang kau katakan, Cal. Aku akan membahagiakan Keegan."
Tanpa mereka berdua sadari, dari jauh tampak Keegan dan Grace yang memandang Zelina dan Caleb yang saling berpelukan.
Grace tersenyum melihat mereka. Namun Keegan terlihat sangat tegang. Grace terbangun dan ingin mencari Caleb, ia juga bertemu dengan Keegan yang sedang mencari Zelina. Seorang pelayan mwngatakan kalau Caleb sedang melangkah ke arah kolam.
"Keegan, jangan ragukan Caleb dan Zelina. Bagaimanapun Zelina dan Caleb sudah bersahabat semenjak kecil. Memang diantara kami pernah ada kisah 3 hati 1 cinta. Namun sekarang itu tak ada lagi. Kisah kita sekarang adalah 2 hati 1 cinta. Yang pertama adalah hatiku dan Caleb yang sudah menjadi satu, kemudian hatimu dan Zelina yang akan menjadi satu."
Keegan tersenyum. "Sepertinya aku terlalu khawatir berlebihan. Bagaimanapun Caleb pernah menempati hati Zelina yang paling utama."
"Aku percaya, kini tempat itu sudah diisi olehmu. Karena Zelina tak akan mungkin menikahimu hanya karena kasihan. Dia mencintaimu."
Keegan menarik napas panjang. Wajahnya yang tegang kini telah hilang.
"Apakah kita perlu menemui mereka?" Tanya Keegan.
Grace menggeleng. "Aku rasa, kita biarkan saja mereka lebih lama berdua. Sebagai sahabat, mereka pasti punya banyak cerita untuk dibagikan."
"Kalau begitu kita masuk saja. Tak baikkan bagi wanita hamil terlalu banyak berdiam di luar ruangan saat malam?"
Keduanya pun melangkah kembali ke dalam hotel.
********
Saat Caleb membuka pintu kamar, ia melihat Grace yang sementara menonton TV sambil menikmati segelas susu.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Tanya Caleb sambil mendekat. "Kenapa tak menelepon aku?"
"Aku baik-baik saja."
Caleb duduk di dekat Grace lalu mengusap perut istrinya itu. "Apakah dia tidak menyusahkanmu?"
"Untuk beberapa jam ini, sepertinya anak kita sedang tidur."
Caleb menunduk dan mencium perut Grace yang masih rata.
"Tadi aku ketemu dengan Zelina di dekat kolam. Kami berbincang cukup lama karena aku pikir kamu masih tidur."
Grace menyandarkan kepalanya dibahu Caleb. "Aku tahu. Aku dan Keegan melihat kalian berdua. Aku melihat Zelina yang menangis sambil memelukmu."
"Sayang, kau jangan salah sangka..."
__ADS_1
"Aku percaya padamu, kak. Aku tahu kalau kalian berbicara hanya sebatas teman baik. Aku tidak akan pernah meragukan kesetiaanmu padaku." Grace mengangkat kepalanya. Ia berdiri lalu duduk dipangkuan suaminya dengan saling berhadapan. "Aku yakin tak akan ada wanita lain dalam hatimu selain aku."
Caleb tersenyum. Ia mengecup bibir istrinya dengan sangat lembut. Saat Caleb akan melepaskan ciuman mereka, Grace justru menahan kepala Caleb dan semakin memperdalam ciumannya.
"Sayang, aku jadi tak bisa mengontrol diriku kalau seperti ini." Kata Caleb saat ciuman mereka terurai.
"Aku tahu. Dan aku memang sedang menggodamu." Kata Grace dengan tatapan mata penuh gairah.
"Kau sungguh-sungguh?" Jantung Caleb berdebar kencang. Hampir 2 minggu ia tak menyentuh Grace karena Grace hampir setiap malam mual dan muntah.
"Aku ingin kau sentuh malam ini, sayang."
Caleb langsung menciumi Grace dengan penuh gairah. Perlahan, tanpa melepaskan ciumam mereka, Caleb mengajak Grace ke ranjang untuk melewati malam dalam.balutan cinta dan gairah.
********
Setelah pernikahan Keegan dan Zelina selesai, Grace dan Caleb masih menunggu 1 bulan lagi di Bali. Setelah kondisi Grace membaik, keduanya pun terbang kembali ke London.
Masa-masa kehamilan Grace dilaluinya dengan penuh rasa bahagia. Apalagi saat mereka sudah mengetahui jenis kelamin anak mereka, Grace di buat pusing karena belum juga anaknya lahir, kamar bayi mereka sudah penuh dengan baju dan sepatu. Daddy Ben dan daddy Ezekiel, berlomba untuk memberikan hadiah bagi cucu mereka yang akan lahir.
Pernah satu kali, kedua calon opa itu bertengkar saat mereka sedang makan siang di luar.
"Box bayinya, aku yang beli!" Kata Ben.
"Kalau begitu, aku kereta bayinya." Sambung Ezekiel tak mau kalah.
"Setelah melahirkan Grace harus tinggal di rumahku dulu." Kata Ben.
"Hei, ingat ya Ben, istri harus ikut suami." Kata Ezekiel tak mau kalah.
"Tapi kamu kan sudah pernah mengurus cucu. Chloe sudah memiliki 2 anak. Bahkan sampai sekarang, Chloe belum kau ijinkan tinggal sendiri. Nanti kalau anak Grace dan Caleb lahir, rumah kalian terlalu ribut dengan suara anak-anak Chloe."
"Apa kau pikir rumah kekuarga Thomson terlalu kecil? Atau kau lupa, rumah keluarga Thomson lebih besar dari rumah keluarga Aslon."
"Bedanya hanya sedikit."
Jika, kedua opa itu sudah bertengkar, Faith dan Maura akan diam-diam meninggalkan mereka. Begitu juga dengan Grace dan Caleb. Karena aduh mulut kedua opa itu tak akan pernah berhenti sebelum pelayan restoran datang dan memarahi mereka.
Duh...segitunya opa Ben dan Opa.Ezekiel.
Nah, 2 part lagi cerita ini akan tamat guys..
maaf ya kalau up date nya rada lambat. Soalnya moodnya kadang nggak dapat.
See you
__ADS_1