
Tak terasa 10 tahun sudah Grace membina rumah tangga bersama Caleb. Mahligai rumah tangga mereka sudah dihiasi dengan 3 buah hati. Putri pertama mereka bernama Zelina Elisa Yuliana. Anak kedua mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Alexandro Daren Thomson. Caleb menyisipkan nama opa Daren di nama putra keduanya karena dia ingin putranya itu menjadi lelaki hebat seperti opa Daren. Anak ketiga mereka berjenis kelamin perempuan. Wajahnya lebih mirip orang Asia dari pada orang bule. Nama anak ketiga Caleb adalah Eilaria Megan Thomson. Sesuai dengan namanya, Eilaria tumbuh sebagai gadis yang menawan dan penuh kebahagiaan. Ia jarang sekali menangis. Bahkan ketika jatuh pun terkadang gadis kecil itu tertawa.
(Bagi yang sudah baca novelku : menikahi selingkuhan kakak iparku, Eilaria inilah yang akan punya kisah cinta dengan anak kembar Jero dan Giani).
Perusahaan The Thomson menjadi perusahaan terbesar di Inggris dan meluas sampai ke beberapa negara Eropa dan Asia. Bali tetap menjadi rumah kedua bagi keluarga Thomson.
Erland dan Meloddy pun semakin mesra dengan 2 orang putri mereka. Anak tertua mereka diberi nama Ermel Hayoon Kim Thomson dan putri kedua mereka diberi nama Meland Jeong Kim Thomson. Anak-anak Erland dan Meloddy memang diberikan nama Korea ditengahnya atas permintaan Edward Kim yang ingin mengingatkan cucunya kalau mereka punya darah Korea.
Erland sudah menjadi wakil direktur. Joel sudah menjadi kepala cabang di Amerika. Ia dan Serafina (anaknya Calvin dan Jien) sudah menikah dan memiliki sepasang anak-anak yang tampan dan cantik.
Ezekiel dan Faith melakukan apa yang dilakukan oleh oma Elisa dan opa Daren. Setiap tahun mereka akan pergi jalan-jalan keliling dunia untuk menikmati masa tua mereka.
Chloe dan Erhan memiliki 4 orang anak. Chloe telah pensiun dari dunia modeling dan meneruskan usaha keluarga Thomson dibidang fashion.
"Eil...!" Terdengar suara Grace yang memanggil putri bungsunya yang kini berusia 5 tahun.
Gadis cantik dengan rambut hitam lurus berlari menuruni tangga.
"Eil, nanti kamu akan jatuh...!"
Eilaria memang sedikit tomboy. Sangat jauh berbeda dengan kakaknya Zee yang sangat anggun dan pendiam.
"Bunda....!" Ia langsung memeluk bundanya dengan erat. Anak-anak Caleb dan Grace semuanya bisa berbahasa Indonesia dengan sangat fasih. Karena di dalam rumah, Faith dan Ezekiel memang lebih senang menggunakan bahasa Indonesia.
"Sudah selesai membagikan oleh-olehnya?"
Eilaria mengangguk. Ia baru saja pulang liburan bersama Oma Faith dan opa Ezekiel. Kebiasaan Eilaria adalah jalan-jalan. Sejak kecil ia suka bepergian kemana saja. Apalagi jika ke tempat-tempat yang baru.
"Bunda, mereka semua senang menerima hadiah dari Eil."
Grace tersenyum senang. Anak bungsunya ini adalah seorang yang baik hati. Setiap kali ia bepergian kemana saja, ia tak lupa membawakan hadiah untuk para pelayan yang bekerja di rumah ini.
"Bunda, kalau Eil sudah besar, boleh nggak Eil tinggal di Indonesia?"
Grace mengerutkan dahinya. "Eil nggak suka London?"
"Suka. Tapi kalau musim dingin tiba, Eil nggak suka."
Grace tersenyum. Sejak kecil anaknya itu memang alergi dengan udara dingin. Kulitnya akan memerah dan terkadang merasa gatal. Makanya setiap musim salju datang, Eilaria selalu mengenakan mantel yang tebal dan tak pernah melepaskan kaos kakinya.
__ADS_1
"Eil tinggal sendiri dong di Indonesia?"
"Eil nggak takut."
"Apa yang nggak Eil takutkan?" Celutuk Caleb yang baru saja pulang kerja.
"Daddy....!" Panggil Eilaria sambil belari dan memeluk daddynya.
"Eil ingin tinggal di Indonesia jika ia besar nanti." Kata Grace membuat Caleb tersenyum.
"Eilaria boleh tinggal di mana saja. Di Jakarta, di Bali, di Manado atau di Medan, daddy akan mendukungnya." Kata Caleb membuat putri bungsunya itu bersorak gembira. Ia mencium Caleb lalu segera berlari ke luar rumah.
"Sayang...!" Caleb memeluk Grace sambil mencium bibir istrinya sekilas.
"Mau ku buatkan kopi?"
"Nggak. Aku mau memeluk kamu saja!" Caleb masih memeluk istrinya. "Aku jadi ingin bulan madu lagi. Siapa tahu bisa nambah baby lagi."
Grace mendorong tubuh Caleb. "Sayang, apalah 3 anak tak cukup untukmu?"
Caleb tertawa. Ia menarik hidung mancung istrinya. "Chloe memiliki 4 anak."
"Aku sudah bahagia dengan 3 buah hati kita. Rasanya aku sudah agak tua jika mau hamil lagi."
Grace tersenyum. Ia melingkarkan tangannya di leher suaminya. "Anak-anak kita sudah mulai tumbuh besar. Zee saja usianya sudah 9 tahun. Aku ingin kosentrasi penuh merawat dan mengurus mereka. Aku juga ingin kembali aktif di sanggar tariku."
"Baiklah. Tapi tetap jaga kesehatan ya?"
"Ok. Boss."
"Liburan ini kita ke Bali, yuk! Kita ajak juga teman-teman yang lain. Keegan akan mengadakan konser amal di Bali untuk korban Tsunami."
"Aku mau. Kangen juga dengan Keegan dan Zelina. Pasti si kembar 3 sudah mulai besar sekarang."
"Ya. Mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang tampan dan cantik."
"Papa dan mamaku juga kayaknya sudah lama mengatakan ingin liburan lagi ke Bali."
"Mari kita buat reuni lagi. Siapa tahu paman Ed dan bibi Le mau ikut juga."
__ADS_1
**********
Liburan musim panas.....
Bali, kembali ramai dengan para keluarga besar dari London. Kali ini. Generasi kedua Thomson datang dengan anak-anak mereka. Dan yang lebih menggembirakan adalah berkumpulnya para daddy-daddy hot yang kini sudah menjadi opa-opa hot.
Ezekiel, Edward, Arnold dan Ben kembali bersama. Joe, meninggal setahun yang lalu karena mendapatkan serangan jantung. Makanya tahun ini, Rachel tak datang karena ia masih bersedih atas kepergian suaminya. Untunglah anak-anak Joel menjadi penghibur bagi Rachel.
"Tahun ini Joe sudah tak ada. Pada hal dia adalah orang yang selalu membantu kita dengan kehebatannya di bidang iptek.
"Iya. Entah kapan giliran kita akan menyusulnya. Waktu cepat sekali berlalu. Tak terasa kita sudah menjadi tua." Imbuh Ezekiel lalu menyesap kopinya.
"Ya. Anak-anak kita semuanya sudah menemukan kebahagiaannya. Kita bahagia, karena wanita-wanita hebat itu!" Kata Ben sambil menunjukan kelompok wanita paru baya yang tak jauh dari mereka. Ada Maura, Faith, Fairy dan Lerina. Keempat perempuan itu masih terlihat cantik dan menarik.
Tak jauh dari situ, ada Grace dan Zelina. Keduanya kini menjadi teman yang sangat akrab. Tak ada lagi persaingan 3 hati. Karena Zelina mampu melupakan besanya cinta yang dia miliki untuk Caleb dan mencintai Keegan dengan penuh ketulusan. Pada akhirnya, semua sudah menemukan kebahagiaannya.
Caleb yang baru keluar dari toilet tersenyum melihat 2 wanita cantik yang sedang mengobrol dengan sangat akrab. Hati Caleb ikut bahagia karena kedua wanita itu sudah menjadi seperti saudara.
"Kau masih menyayangi keduanya?"
Caleb menoleh ke samping kanan. Nampak Keegan berdiri di sampingnya. "Tentu saja aku masih menyayangi keduanya. Namun yang satu sayang sebagai istriku dan yang satu lagi sayang sebagai adikku."
"Tak ada lagi 3 hati 1 cinta."
"Yang ada adalah 2 hati 1 cinta. Hatiku dan Grace dan hatimu bersama Zelina."
Langit menjelang sore masih tetap cerah. Grace bersandar dalam pelukan Caleb. Menikmati manisnya cinta bersama pria yang menjadi cinta pertama dan terakhir baginya.
Anak-anak mereka, sedang asyik bermain di bibir pantai. Sesekali mereka berlarian dengan gembira.
"Grace, aku ingin menciummu!"
Grace tersipu mendengar permintaan suaminya. Namun ia mengangguk juga. Tak sampai 5 detik, Caleb sudah menciumi bibir istrinya. Tak peduli dengan keadaan di sekitar mereka, sepasang suami istri itu seperti pasangan pengantin baru yang sedang menikmati manisnya cinta.
Zee, Alex dan Eil menatap orang tua mereka sambil tersenyum.
"Daddy sangat mencintai, bunda." guman Zee lalu kembali mengajak adik-adiknya bermain.
Well akhirnya tamat juga cerita Caleb, Grace dan Zelina. Makasi ya sudah membacanya.
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak typo dan alur cerita yang bikin pembacanya kadang emosi. Sampai jumpa di novel berikutnya: 2 wajah 1 Cinta. Kisah cinta anak bungsu Caleb dan Grace.
God bless you all