
"Kamu mau ke Medan? Untuk apa?" terdengar suara Joel yang sedikit kesal di ujung sana.
"Aku harus menemui Grace. Ia dan keluarganya pergi ke Medan untuk liburan. Aku perlu bicara dengan Grace."
"Telepon ajalah."
"Handphone tidak aktif."
"Kamu tidak bisa pergi minggu ini Caleb. Pekerjaannya sangat banyak. Apakah kamu lupa 2 hari lagi kita berdua harus ke Jerman untuk proyek yang akan dimulai di sana? Dan minggu depan, kita juga harus ke Swiss untuk pembangunan hotel The Thomson yang baru? Aku tidak bisa melakukan pekerjaan ini sendiri karena itu adalah tugasmu."
Caleb mendengus kesal. Hatinya begitu ingin berbicara langsung dengan Grace. Ia merasa kalau Grace sengaja menghindar dengan ikut liburan ke Medan tanpa berpamitan dengannya.
Dengan kesal Caleb meninggalkan kediaman The Aslon. Ia kembali menuju ke apartemennya. Ia justru ingin menenangkan dirinya. Hatinya memang khawatir dengan keadaan Zelina yang sengaja disembunyikan oleh gadis itu. Namun dia lebih resah memikirkan Grace.
********
2 minggu sudah Zelina menghabiskan waktunya di Indonesia. Ia juga masih menyimpan rapat tentang sakitnya pada keluarganya. Zelina berusaha bersikap wajar. Makan sebanyak mungkin di hadapan keluarganya walaupun setelah itu ia harus ke kamar mandi untuk memuntahkan semua yang dimakannya karena pengaruh obat yang diminumnya mengharuskan ia makan sedikit saja dengan jam yang telah ditentukan padanya.
Zelina juga berusaha membunuh semua rasa rindunya pada Caleb. Ia membalas seadanya saja pesan yang dikirmkan Caleb padanya. Mark sendiri pamit untuk pergi ke Amerika. Ia membawa ayahnya untuk berobat di sana. Untunglah Mark sudah menyelesaikan kuliahnya. Jadi sementara menemani ayahnya berobat, Mark bermaksud menjalani studi S2 nya di sana.
Zelina membuka pintu rumahnya saat didengarnya ada orang yang mengetuk pintu. Saat gadis itu membukanya, ia hampir saja berteriak karena kagetnya. "Keegan?"
Senyum manis dari si tampan bersuara merdu itu langsung menghiasi bibir tipisnya. "Hallo Zelina. Aku boleh datang ke sini kan?"
"Tentu saja. Ayo masuk!" Zelina melebarkan daun pintu, membiarkan Keegan masuk.
"Waw, penataan ruangannya bagus. Siapa yang mendesainnya?" Tanya Keegan saat melihat ruang tamu rumahnya Zelina yang sedikit lain dari biasanya. Tak banyak warna. Semuanya bernuansa putih abu-abu.
"Papiku. Dia seorang arsitek."
Keegan duduk sambil terus menatap seluruh bagian rumah itu.
"Aku jadi terinspirasi untuk mengubah apartemenku. Oh ya, orang rumah kemana?"
"Papi ke kantor, mami ke restoran. Kakakku Zack ikut papi juga ke kantor."
"Jadi kamu sendirian ya? Para asisten rumah tangganya kemana?"
"Hari ini ada hari libur mereka. Setiap sebulan sekali mereka diberikan libur oleh mami secara bersama. Supaya kami punya waktu khusus sekeluarga."
"Wah, keluarga yang harmonis."
"Ya. Aku mencintai keluargaku."
Keegan tersenyum. "Kamu sendirian di rumah. Pagarnya saja nggak di kunci. Apakah nggak takut diculik orang?"
"Kalau penculiknya penyanyi ganteng seperti kamu sih aku mau-mau aja." ujar Zelina membuat jantung Keegan berdetak kencang.
"Sungguh?" Tatap Keegan serius.
"Ih Keegan, aku kan hanya bercanda."
Tapi aku memang ingin culik hati kamu, Zelina. Aku ingin membahagiakan kamu.
"Keegan, kesini naik apa?"
"Naik pesawat komersil. Aku dari bandara langsung kesini."
"Terus kopernya mana?"
"Hanya bawa tas punggung saja. Rencananya besok mau balik lagi ke Jakarta. Dari Jakarta baru naik pesawat pribadiku."
"Apa kamu nggak capek? Memangnya ke Manado ada urusan khusus?"
Iya. Khusus untukmu Zelina. Aku kangen. Sejak melihatmu menangis malam itu, aku jadi kepikiran kamu terus.
"Aku hanya ingin jalan-jalan saja. Terakhir ikut Caleb ke sini 5 tahun yang lalu kan? Waktu itu usiamu baru 17 tahun. Kamu terlihat lucu dengan rambut yang dikucir 2."
"Waktu itu aku masih SMA. Waktu cepat sekali berlalu."
"Ya. Kamu kini lebih cantik dan dewasa walaupun agak kurusan."
Zelina hanya tersenyum. "Keegan, kamu datang ke sini kenapa nggak mengajak pacarmu?"
"Memangnya aku punya pacar?"
"Mungkin saja, punya."
__ADS_1
"Aku belum pernah pacaran."
Zelina menoleh dengan kaget. "Di usiamu yang sekarang?"
"Ya. Tapi aku punya seseorang yang aku sukai."
"Dia tahu kau menyukainya?"
"Tidak."
"Kenapa?"
"Karena dia menyukai orang lain."
"Cobalah untuk mengatakan padanya."
"Aku takut ditolak."
"Apa? Siapa yang berani menolak kamu?"
"Memangnya kalau aku menyatakan cinta padamu, kamu akan menerima aku?" Tanya Keegan sambil menatap manik coklat di depannya tanpa berkedip.
"Maulah." Jawab Zelina secara cepat.
"Memangnya kamu menyukai aku?" Hati Keegan tambah bergetar.
"Siapa yang nggak mau pacaran dengan artis terkenal sepertimu? Aku yakin kalau seluruh gadis di dunia ini akan iri padaku" Zelina kemudian tertawa membuat Keegan sedikit kecewa. Namun ia berusaha untuk tersenyum juga. Tangannya terulur mengacak poni Zelina.
Tiba-tiba gadis itu memegang kepalanya.
"Zel, kamu kenapa?"
"Kepalaku sakit. Ah...."Zelina berteriak karena sakit yang menyerangnya secara tiba-tiba.
Keegan jadi gugup. "Zel, kita ke rumah sakit aja, ya?"
"Tak perlu Keegan. Tolong antar aku ke kamarku. Obatku ada di sana..." Kata Zelina diantara rasa sakit yang menyerang kepalanya.
Keegan langsung menggendong tubuh mungil Zelina. Secara spontan, Zelina langsung melingkarkan tangannya di leher Keegan.
Saat keduanya sudah ada di kamar, Keegan menurunkan tubuh Zelina secara perlahan di atas ranjang.
"Obatmu, mana Zel?"
"Ada di dalam tasku yang berwarna coklat."
Keegan bergerak cepat, membuka tas coklat yang ada di atas meja. "Zel, yang mana. Ada tiga botol di sini."
"Yang warna hijau. Ambil 2 butir."
Keegan melakukan apa yang Zelina ucapkan. Ia pun membawa gelas berisi air yang memang sudah tersedia di atas meja.
Ia membantu Zelina duduk dan memberikan obat itu ditangan Zelina.
"Ah...!" Zelina kembali merintih.
"Zel, ke rumah sakit saja ya?" Keegan tak twga melihat gadis itu menggerakan kepalanya untuk merendahkan sakit di kepalanya.
"Obatnya akan bekerja 10 menit lagi." Zelina memejamkan matanya sambil terus memegang kepalanya. Dahinya sudah penuh keringat.
15 menit kemudian....
Suara rintihan Zelina tak lagi terdengar. Napasnya bahkan terlihat mulai teratur dengan mata yang terpejam. Gadis itu sepertinya tertidur. Keegan menghapus keringat di dahi Zelina. Hatinya sedih melihat Zelina.
Diam-diam Keegan mengeluarkan 3 botol obat itu dari dalam tas Zelina dan mengirimkan foto obat itu pada dokter keluarganya.
Tolong periksa, obat apa ini?
20 Menit kemudian masuk balasan dari dokternya.
Itu obat terapi bagi pasien pengidap
kanker otak.
Jantung Keegan bagaikan ditarik keluar dari tempatnya. Ia sungguh tak percaya kalau Zelina bisa mengidap penyakit ini.
Keegan bahkan merasakan kalau sudut matanya berair. Hatinya semakin sedih mengetahui penyakit Zelina.
__ADS_1
I jam kemudian, Zelina terbangun dari tidurnya.
"Kau masih di sini?" Tanya Zelina lalu segera duduk.
"Ya. Kemana lagi aku harus pergi?"
Zelina tersenyum. "Terima kasih, Keegan."
Keegan duduk di samping Zelina. "Sudah stadium berapa?"
"Apanya?" Zelina pura-pura bingung pada hal dia sudah tahu arah pembicaraan Keegan.
"Jangan simpan sendiri, Zel. Kau harus belajar berbagi. Bukan supaya orang lain mengasihanimu namun supaya lebih banyak orang yang mendoakanmu."
Zelina tak bisa menahan air matanya mendengar kata-kata Keegan. Ia bahkan langsung memeluk Keegan dengan isak tangis yang semakin kuat.
"Keegan, aku tak mau menyusahkan orang lain."
Keegan membelai punggung Zelina. "Kalau aku justru ingin kau repotkan."
"Terima kasih. Kau selalu hadir pada saat yang tepat."
Keegan semakin erat membawa gadis dalam dekapannya.
Agak lama Zelina menangis sampai akhirnya ia melepaskan diri dari pelukan Keegan.
"Bajumu jadi kotor lagi." Zelina menatap kemeja Keegan yang basah karena air matanya.
"Itu tak akan mengurangi ketampananku."
Zelina tersenyum. Ia terhibur dengan candaan Keegan. Setelah semua kembali tenang, Zelina pun menceritakan tentang sakitnya.
"Jangan kasihani aku, Keegan."
"Tentu tidak. Aku akan tetap bersikap sebagai teman yang tidak tahu apa-apa. Kau puas?"
Zelina kembali memeluk Keegan. "Terima kasih, tampan."
Keegan hanya tersenyum. Ada janji dalam hatinya untuk menjaga Zelina.
*********
Bos, nona Grace sudah tiba. Sekarang ia baru saja keluar dari apartemen Gionino.
Itu adalah pesan dari salah anak buahnya.
Caleb yang baru mandi, bergegas menuruni lantai apartemen. Ia dan Gionino tinggal di apartemen yang sama namun beda lantai.
Ia berhasil mengejar Grace sebelum gadis itu masuk ke dalam mobilnya.
"Grace!" teriak Caleb.
Grace kaget melihat Caleb ada di depannya. Dan saat keduanya sudah dekat, seperti ada magnet yang menarik keduanya sehingga langsung berpelukan secara erat.
"I miss you so much!" ucap Caleb lalu menunduk dan mengigit bibir bawah Grace agar gadis itu menerima ciumannya.
Grace yang mendapat serangan secara tiba-tiba sedikit kaget namun tak menolak ciuman itu. Grace rindu Caleb. Keduanya pun larut dalam ciuman panas yang saling memberi kehangatan dan debaran jantung yang tak seperti biasanya.
"Ayo kita ke apartemenku." Kata Caleb melepaskan ciumannya sejenak. Keduanya melangkah masuk ke dalam lift dengan bibir yang kembali menyatu.
Saat Caleb menutup pintu apartemennya, Grace melepaskan pertautan bibir mereka. "Aku sangat merindukanmu, Grace. " Caleb membelai wajah Grace. "Jadilah kekasihku." bisik Caleb lalu kembali mencumbu bibir Grace dengan lembut. Lama-lama ciuman itu berubah panas. Caleb mendorong tubuh Grace sehingga gadis itu sudah terlentang di atas sofa ruang tamu.
Caleb menunduk, menciumi dahi Grace lalu turun ke leher dan kembali ke telinga gadis itu.
"Ihhst...kak." Desis Grace diantara rasa geli dan nikmat yang perlahan mulai menguasai tubuhnya. Caleb makin berani. Tangannya bergerak lincah menarik kaos yang Grace pakai sehingga lolos dari tubuhnya.
"Aku menginginkanmu, sayang." Kata Caleb parau lalu menyentuh tubuh gadis itu dengan tangannya, memberikan belaian dan kecupan yang membuat Grace semakin terbang ke langit ke tujuh. Ia mengingikan lebih. Dan Caleb siap membawa gadis itu pada kenikmatan ragawi yang memang baru pertama akan ia rasakan.
JADI NGGAK YA....
APAKAH ADA GANGGUAN? 🤣🤣🤣
Tulis komentarmu di bawa.
Komentar siapa yang paling manis, kumasukan ke cerita selanjutnya 😚😚😚
Maaf ya banyak typo bersebaran.
__ADS_1