3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Kembali


__ADS_3

Semua bertepuk tangan saat Ezekiel menyerahkan kedudukan tertinggi di perusahaan itu kepada anaknya Caleb Thomson.


Setelah 3 tahun, Caleb akhirnya mau menerima tugas itu. Ezekiel memeluk putra sulungnya itu. "Daddy yakin kamu pasti akan bisa memimpin perusahaan ini lebih baik dari daddy."


"Kau tetap yang terbaik, dad." Kata Caleb merendah. Sejujurnya, ia sendiri belum mau menerima tugas menjadi seorang presiden direktur the Thomson company. Apalagi nama besar papanya masih ditakuti oleh lawan-lawan bisnisnya. Namun saat mendengar alasan papanya, Caleb pun mau menerina tugas itu.


"Caleb, daddy akan tetap mendampingimu. Daddy akan tetap bersamamu di perusahaan ini. Namun daddy ingin memberi banyak waktu untuk bersama bunda. Karena selama hampir 29 tahun kami menikah, daddy sering meningalkan bunda sendiri. Jadi, daddy ingin menebus semua waktu yang terbuang itu untuk bersamanya." Kata Ezekiel sehari sebelum penyerahan kekuasaan itu.


"Kalau alasannya karena bunda, aku siap dad. Sebab usia daddy yang baru 57 tahun sebenarnya belum pantas untuk berhenti begitu saja."


Ezekiel tersenyum mengingat percakapan mereka malam itu. Sudah saatnya Caleb menjadi dewasa karena ia dan Erland adalah penerus The Thomson company.


Acara makan siang bersama dengan para undangan dan petinggi perusahaanpun dilaksanakan di ruang pertemuan yang berada di lantai 5 perusahaan ini. Faith Thomson yang masih terlihat cantik di usianya yang ke-47, tampak sibuk dengan Adelia, putri pertama pasangan Chloe dan Erhan yang kini berusia 2,5 tahun.


Semenjak Chloe hamil lagi, Faith mengambil alih urusan untuk menjaga cucu cantiknya itu. Kecantikan Adelia sudah mempesona banyak orang sehingga di usianya yang masih batita itu, Adelia sudah menjadi bintang iklan susu dan makanan bayi lainnya.


Caleb mendekati bundanya yang sedang memberi instruksi kepada pengasuh bayi agar segera memberi susu pada Adelia.


"Hallo gadis uncle yang cantik." Caleb mencolek pipi Adelia sebelum gadis itu dibawa oleh pengasuhnya ke luar ruangan.


"Uncle Cal!" ucap Adelia sebelum berlalu dengan senyum manisnya.


"Dia sangat cantik dan lucu." Kata Caleb.


"Ya. Bunda bahagia bisa melihat cucu bunda. Namun lebih bahagia lagi kalau kau bisa memberikan cucu untuk bunda."


Caleb melingkarkan tangannya di pundak bundanya. "Bun, sebentar lagi Chloe akan menambah cucu buat bunda."


"Bunda maunya kamu, sayang. Usiamu sudah genap 27 tahun. Sudah sepantasnya kamu menikah."


"Aku masih menunggu, Grace. Aku juga ingin tahu bagaimana kabar Zelina. Ada yang mengatakan kalau gadis itu telah pergi dalam keabadian. Aku juga tak tahu."


Faith menarik napas panjang. "Bukankah ada gosip yang beredar kalau Grace pacaran dengan penyanyi R&B asal Amerika itu? Bunda juga pernah melihat beritanya di TV."


Caleb tersenyum namun pandangannya terlihat sedih. "Aku tahu bunda. Namun aku ingin mendengar kebenaran cerita itu dari mulut Grace sendiri."


"Namun komunikasi diantara kalian sudah putus sama sekali, Cal. Dia juga sudah melepas anting-anting pemberianmu. Bunda tak ingin kamu patah hati."


Caleb mencium pipi bundanya. "Tenang saja, bun. Semuanya akan indah pada waktunya. Seandainya Grace sudah menentukan pilihannya, aku akan menghargainya. Itu janjiku padanya sebelum dia pergi."


Faith memegang pipi putranya. Ia sedih melihat Caleb sampai akhir ini tak juga bahagia. Sementara Chloe terlihat semakin mesra saja dengan Erhan. Dan Ezekiel, sama sekali belum mengijinkan Chloe pergi dari rumah. Katanya harus menunggu Chloe melahirkan anak yang ke-2 dulu.


"Aku akan baik-baik saja, bunda."


Faith hanya mengangguk. Walaupun sebenarnya hatinya sedih.

__ADS_1


***********


Berita tentang pergantian tahta the Thomson Company selama beberapa minggu menjadi topik yang hangat dibicarakan. Kepintaran dan kepandaian Caleb dalam mengolah perusahaan tak diragukan lagi. Tatapannya yang tajam dan sedikit cuek dengan perempuan lain membuat para perempuan bertanya-tanya, siapakah gadis beruntung yang akan mendampingi Caleb nantinya.


"Apa saja jadwalku hari ini, Monica?"


Monica, sahabat kuliah Caleb yang pernah mencintai Caleb, kini sudah menikah. Ia bahkan sementara hamil muda. Namun ia tetap bekerja menjadi sekretaris Caleb karena ia menyukai pekerjaan ini dan juga Caleb masih sangat membutuhkan kepintaran Monica dalam menangani semua jadwal dan kebutuhan Caleb.


"Selesai makan siang, ada pertemuan dengan wakil dari perusahaan Briliant. Mereka mengajukan kontrak kerja sama untuk pembangunan pabrik pesawat terbang."


"Ok. Pertemuannya di mana?"


"Di kantor kita. Jam 2 siang."


"Ya. Terima kasih, Monica."


"Makan siangnya sudah dikirim oleh nyonya Faith


Apakah kamu akan makan sekarang?"


"Bunda selalu memperhatikan kebutuhanku."


"Makanya cari istri supaya bundamu tak lagi pusing mengurus dirimu." kata Monica sambil menyiapkan makan siang Caleb. Ia mengaturnya di atas meja.


"Ayo makan bersama!" Ajak Caleb.


Caleb duduk di depan meja bulat. Makanan yang dikirim bundanya terlihat lezat dan sangat enak.


Caleb mulai menikmati makanannya. Kata-kata Monica terngiang kembali. Bundanya selama ini telah mengurus keperluannya dengan baik. Caleb memang tak seharusnya menyusahkan bundanya walaupun ia tahu bundanya tak pernah keberatan melakukan semua itu.


3 tahun hampir berlalu. Caleb masih sabar menunggu. Ia sangat rindu dengan Grace. Melirik gadis lain pun rasanya Caleb tak bisa. Ia selalu sabar menunggu gadis itu kembali. Berita tentang kedekatan Grace dan Anthoni Adams, si penyanyi R&B itu memang sangat santer terdengar. Semenjak Grace menjadi penari di videoclip cowok berkulit eksotik itu, mereka sering tertangkap kamera sedang jalan bersama atau makan malam bersama.


Hati Caleb sakit melihat semuanya itu. Apakah Grace sudah ketemu dengan pria lain yang mampu menggetarkan hatinya? Apakah Grace sudah melupakan Caleb? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu membuat ia gelisah bahkan tak jarang membuatnya tak bisa tidur nyenyak.


2 jam kemudian.....


Monica memberitahukan Caleb kalau pihak dari perusahaan Briliant sudah menunggu di ruang rapat. Caleb pun segera turun ke lantai 5. Saat ia keluar dari lift, matanya terpana melihat sosok cantik berambut hitam agak bergelombang yang diikat satu. Mengenakan kemeja putih dan celana panjang berwarna cream. Ia terlihat agak tomboy. Ia pun berjalan masuk ke dalam ruang rapat.


Saat Caleb masuk ke dalam, matanya langsung tertuju pada gadis itu bersama 2 orang pria yang berpakaian rapih.


"Hallo. Apa kabar tuan Caleb Thomson!" Gadis itu langsung tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih bersih. Senyum itu mengingatkannya pada GRACE...


"Hallo juga!" Caleb menyambut uluran tangan gadis itu.


"Saya Dania Swash, dan ini kedua rekan saya Cleon dan Jordan." Dania memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Ya Tuhan, apakah aku sangat merindukan Grace sampai melihat kalau gadis ini adalah Grace? Batin Caleb.


"Silahkan duduk!" Kata Monica saat dilihatnya Caleb masih terpana melihat Dania.


Mereka pun duduk bersama sambil membicarakan tawaran kerja sama.


Rapat yang berjalan selama 3 jam itupun berakhir dengan kesepakatan untuk bekerja sama.


"Kalau begitu, kami menanti kedatangan tuan Thomson ke Swiss untuk memulai proses dari kesepakatan kita hari ini." Kata Dania saat ia dan kedua rekannya sudah berdiri dan berpamitan untuk pulang.


"Akan saya atur jadwalnya. Kalaupun saya tidak bisa, wakil direktur perusahaan ini yang akan berkunjung ke sana." Kata Caleb.


Saat ketiga orang itu meninggalkan ruang rapat Monica langsung berdehem membuat Caleb menatapnya.


"Ada apa?" Tanya Caleb heran.


"Aku tahu kau terpesona pada Dania karena dia mirip Grace kan? Akan tomboy namun tetap terlihat cantik."


Caleb mengangguk setuju. "Aku sangat merindukan Grace. Rasanya sedikit terobati rindunya karena melihat ada seseorang yang mirip dia."


"Mudah-mudahan kau akan tertarik padanya. Dania adalah putri pemilik Briliant company. Dia terlihat sederhana pada hal anak penguasa Swiss."


Kepala Caleb menggeleng. "Aku tak mungkin melupakan Grace."


"Bagaimana jika Grace yang telah melupakanmu?"


"Maksudnya?"


Monica mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


"Tadi, saat makan siang dengan suamiku, aku melihat Grace sedang makan siang di sana. Bersama seorang pria." Monica menunjukan foto yang berhasil diambilnya.


Caleb terpana. Itu memang Grace. Lalu siapa pria ini? Sejak kapan Grace sudah berada di London?


Ponsel Caleb bergetar di celananya. Ia pun menerima panggilan itu.


"Hallo Erland, ada apa?"


"Kak, Grace sudah datang kembali."


"Dari mana kau tahu?"


"Melody. Dia bilang Grace sudah hampir satu bulan ada di London."


Caleb terpana. Lalu kenapa Grace tak menghungiku?

__ADS_1


Bagaimana pertemuan kembali Grace dan Caleb?


__ADS_2